Rabu, 21 Februari 2018 | 12.29 WIB
KiniNEWS>Nasional>Ekonomi>Komisi VII DPR Ragukan Renegosiasi Pemerintah dengan Freeport

Komisi VII DPR Ragukan Renegosiasi Pemerintah dengan Freeport

Reporter : Bayu Putra | Jumat, 13 Oktober 2017 - 15:40 WIB

IMG-27240

Freeport. (Ist)

Jakarta, kini.co.id – Kalangan DPR meragukan kemampuan pemerintah bisa melakukan renegosiasi dengan PT Freeport Indonesia. Apalagi hingga saat ini belum ada progres dari kesepakatan yang beberapa waktu lalu diteken.

“Saya kira, Freeport McMoran and Gold Corp tidak mudah menyerahkan kendali anak usaha yang menyumbang keuntungan 40% itu berpindah kendali,” kata anggota Komisi VII DPR RI, Eni Maulani Saragih di Gedung Nusantara I DPR RI Senayan, Jakarta, (13/10).

Lebih jauh kata Eni, DPR sendiri agak pesimis, karena pemerintah hingga saat ini belum mampu merampungkan rincian serta menjelaskannya kepada DPR terkait hal itu.

“Misalnya, soal besaran divestasi yang telah dicapai dari kesepakatan juga masih belum bisa dipercaya,” ungkapnya.

Menurut Eni, pemerintah sebaiknya transparan saja titik point penting dalam kesepakatan itu yang sebenarnya. “Soal valuasinya lebih fair kita hitung-hitungan saja. Apa yang kita punya dan mereka punya,” tegasnya

Eni juga menyoroti soal kepatuhan PTFI yang kerap mengabaikan kewajiban yang sudah digariskan pemerintah. Contohnya pembangunan smelter yang sampai saat ini masih terbengkalai.

“Sampai berkali-kali perundingan soal pembangunan smelter itu sampai saat ini belum terwujud. Nol besar.

Diakui Legislator dari Dapil Jatim X, begitu banyak alasan yang diberikan Freeport, padahal itu yang diwajibkan UU.

“Apalagi divestasi 51% itu. Kemudian 10% saham (dari 51% divestasi) untuk daerah itu memang harus, namun saya tidak meyakini juga,” ungkapnya.

Namun demikian, Eni menilai Freeport kerap mendapatkan pendekatan istimewa dari pemerintah. “Sedangkan izin ekspor sementara pada Oktober ini akan habis, kalau ini habis apakah perlu memberi izin lagi? Luar biasa sekali,” ucapnya.

Eni berharap mudah-mudahan Presiden Jokowi diberikan informasi sebenar-benarnya. “Jadi ini agar jadi perhatian semua, harapannya negosiasi berjalan sesuai harapan bersama,” pungkasnya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Bulog Ditugaskan Jaga Kestabilan Harga Pangan
Ekonomi - Rabu, 21 Februari 2018 - 11:19 WIB

Bulog Ditugaskan Jaga Kestabilan Harga Pangan

Sekretaris Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog), Siti Kuwati mengatakan, Bulog ditugaskan oleh Pemerintah untuk menjaga ketersediaan pangan dan ...
Rita Widyasari Mengaku Bisa Pertanggungjawabkan Tuduhan KPK
Hukum - Rabu, 21 Februari 2018 - 11:13 WIB

Rita Widyasari Mengaku Bisa Pertanggungjawabkan Tuduhan KPK

Bupati Kutai Kartanegara non-aktif, Rita Widyasari mengaku telah membaca dakwaan yang disusun oleh Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (JPU ...
Bupati Kukar Rita Widyasari Jalani Sidang Perdana
Hukum - Rabu, 21 Februari 2018 - 10:47 WIB

Bupati Kukar Rita Widyasari Jalani Sidang Perdana

Bupati Kutai Kartanegara non-aktif, Rita Widyasari akan menghadapi sidang perdana di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat, Rabu, (21/2/2018).Agenda ...
10 Bulan Kasus Air Keras Novel Baswedan Mengambang, Ini Kata Wiranto
Hukum - Rabu, 21 Februari 2018 - 10:19 WIB

10 Bulan Kasus Air Keras Novel Baswedan Mengambang, Ini Kata Wiranto

Selama 10 bulan kasus penyiraman air keras yang menimpa penyidik senior KPK, Novel Baswedan belum juga tuntas.Pelaku teror penyiraman air ...
Megawati Makan Malam dengan Jokowi, Ini yang Dibahas
Politik - Rabu, 21 Februari 2018 - 09:48 WIB

Megawati Makan Malam dengan Jokowi, Ini yang Dibahas

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri melakukan pertemuan sekaligus jamuan makan malam dengan Presiden Joko Widodo kemarin, Selasa (20/2/2018) malam ...
Hasil Istikharah, Habib Rizieq Batal Pulang ke Indonesia
Politik - Rabu, 21 Februari 2018 - 09:17 WIB

Hasil Istikharah, Habib Rizieq Batal Pulang ke Indonesia

Penyambutan kepulangan imam besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab telah dipersiapkan jauh-jauh hari. Panitia yang menunggu kepastian akhirnya ...