Tuesday, 17 July 2018 | 18.35 WIB
KiniNEWS>Nasional>Politik>Densus Tipikor Didukung Penuh Komisi III DPR

Densus Tipikor Didukung Penuh Komisi III DPR

Reporter : Bayu Putra | Thursday, 19 October 2017 - 12:48 WIB

IMG-27356

Ketua Komisi III DPR Bambang Soesatyo. KiniNews/Wahyu.

Jakarta, kini.co.id – Pembentukan Detasemen Khusus (Densus) Tipikor era Jenderal Tito menuai polemik. Satu sisi, beda sikap ditunjukkan pemerintah. Sisi lain, DPR mengatakan kehadiran Densus Tipikor diperlukan.

Sebenarnya gagasan ini telah dimunculkan di Komisi III DPR saat Kapolri dijabat Jenderal Pol Sutarman. Entah kenapa hilang begitu saja. Dan baru ketika Kapolri dijabat oleh Jenderal Pol Tito Karnavian, Densus Tipikor mulai direalisasikan. Lalu, apa alasan DPR mendukung terbentuknya Densus Tipikor ini?

Ketua Komisi III DPR RI, Bambang Soesatyo, mengatakan kehadiran Densus Tipikor sudah disetujui oleh pemangku kepentingan penegak hukum. Seperti KPK, Jaksa Agung dan Menteri Hukum dan HAM setuju adanya Densus Tipikor.

Bahkan seluruh anggota Komisi III DPR RI, mendukung Detasemen khusus tersebut sebagai respon atas perilaku tindak pidana korupsi yang semakin masif.

(Baca juga: Mantan Pimpinan KPK: Densus Antikorupsi Rawan Dimanfaatkan Oknum)

“Kami harap pak Tito tidak patah semangat. Ada peribahasa, biarkan anjing menggonggong, khafilah terus berlalu,” kata Bambang Melalui siaran persnya di Jakarta, (19/10).

DPR juga percaya Densus Tipikor tak akan menggangu kerja pemberantasan korupsi dilakukan KPK. Apa yang dikhawatirkan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Karenanya, kata Bambang Soesatyo, Densus Tipikor tidak hanya fokus pada penindakan. Adalah pencegahan dan upaya menumbuhkembangkan efek jera bagi siapa saja berani dan mau menghindari Tipikor.

“Dua aspek ini jauh lebih penting dan strategis. Ini terasa kosong di ruang publik,” jelasnya.

“Memang, penindakan tetap penting karena perilaku korup terlalu sulit dihilangkan. Namun, terbukti bahwa penindakan nyaris tidak menyelesaikan masalah. Akhir-akhir ini, penangkapan atau operasi tangkap tangan (OTT) terhadap terduga koruptor ibarat tontonan yang tidak menarik untuk dicermati. Masyarakat cenderung bosan disuguhi berita tentang penangkapan atau OTT terduga koruptor. Sementara banyak kasus-kasus besar mangkrak,” tambah dia.

Pun demikian, Densus Tipikor patut dilihat sebagai ‘alat pemukul’ baru dalam perang melawan korupsi. Densus Tipikor didirikan bukan untuk bersaing dengan KPK.

“Tapi justru Densus Tipikor dan KPK harus mampu membangun sinergi untuk menumbuhkan efek gentar,” tutupnya

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Hukum - Tuesday, 27 March 2018 - 18:22 WIB

KPK Tahan Tujuh Tersangka Kasus Suap DPRD Malang

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung menahan tujuh tersangka kasus dugaan korupsi Malang, Jawa Timur.Ketujuh orang yang dimaksud antara lain enam ...
Peristiwa - Tuesday, 27 March 2018 - 17:47 WIB

Arief Hidayat kembali dilantik jadi hakim MK

Presiden Jokowi kembali melantik Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat sebagai hakim konstitusi untuk periode kedua, masa bakti 2018-2023. Arief mengucapkan sumpahnya ...
Politik - Tuesday, 27 March 2018 - 17:28 WIB

Bahas RKP 2019, DPD berharap program pemerintah tepat sasaran

Dewan Perwakilan Daerah (DPD) melihat masih banyak kebijakan pembangunan di daerah yang tidak tepat sasaran. Untuk itu, diharapkan pemerintah dapat ...
Politik - Tuesday, 27 March 2018 - 17:18 WIB

PKS siapkan sembilan nama untuk kalahkan Jokowi di Pilpres 2019

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menyatakan ada sembilan nama yang siap ditawarkan untuk posisi calon presiden atau calon ...
Politik - Tuesday, 27 March 2018 - 16:56 WIB

Awasi Pemilu 2019, Bawaslu Mulai Buka Pendaftaran Pemantau

Tahapan pelaksaan Pemilu legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 sudah mulai berjalan. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pun mulai membuka ...
Hukum - Tuesday, 27 March 2018 - 16:48 WIB

Tiga Kandidat Deputi Penindakan Jalani Tes Akhir

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengantongi nama-nama calon Deputi Penindakan usai ditinggal Inspektur Heru Winarko yang diangkat Presiden Joko Widodo ...
Place your ads here...