Selasa, 21 November 2017 | 17.17 WIB
KiniNEWS>Nasional>Politik>Komisi XI: Target penerimaan pajak terus melorot, kok bisa ?

Komisi XI: Target penerimaan pajak terus melorot, kok bisa ?

Reporter : Bayu Putra | Jumat, 20 Oktober 2017 - 17:50 WIB

IMG-27396

Ilustrasi target pendapatan pajak. Istimewa

Jakarta, kini.co.id – Anggota Komisi XI DPR, Heri Gunawan menegaskan, target pajak Per 30 September 2017 baru tercapai Rp770,7 triliun, atau hanya 60 persen dari target pemerintah yang dipatok dalam APBN-P 2017 sebesar Rp 1.283,6 triliun.

“Artinya, Kalau kita lihat lebih detail maka total penerimaan Pajak sebesar Rp770,7 triliun tersebut mengalami pertumbuhan yang menurun sebesar minus 2,79% dibandingkan dengan tahun yang serupa,” sindir Politikus Gerindra itu di Kompleks Parlemen DPR Senayan, Jakarta, Jumat (20/10).

Jika mengacu pada data tersebut, Heri mengaku khawatir pemerintah akan mengalami kesulitan untuk memenuhi target penerimaan pajak di akhir tahun ini.

“Saya meminta pemerintah untuk lebih realistis dalam menentukan target penerimaan di tengah kondisi perekenomian yang serba tidak pasti. Jika tidak, hal itu hanya akan memberikan beban lebih besar kepada pemerintah di tahun-tahun ke depannya,” ujar Ketua DPP Gerindra itu.

Tak bisa dipungkiri, kata dia, memang ada beberapa sektor yang terget penerimaan pajaknya kurang maksimal.

“Saya melihat pemerintah menghadapi banyak tantangan dalam hal perpajakan. Sebagai misal, realisasi Pajak Migas yang menurun. Tahun 2016 realisasinya hanya mencapai Rp44,9 triliun atau hanya 65,3 persen dari APBN-P TA 2016. Sementara itu, realisasi PPh Migas cenderung sulit meningkat karena melemahnya harga komoditas di pertengahan tahun 2017 ini,” ungkap mantan Wakil Ketua Komisi VI DPR itu.

Disamping itu, menurutnya, reformasi perpajakan nasional juga pelaksanaannya belum maksimal.

“Untuk diketahui, tax ratio Indonesia adalah yang terendah di dunia, yakni hanya 11 persen,” terang Heri.

Itu artinya, kata dia, hal tersebut akan berimplikasi pada pembayaran beban utang yang jatuh tempo.

“Utang-utang yang terus ditumpuk dibayar pakai apa di tengah-tengah adanya gap antara realisasi pendapatan dan belanja, di tengah-tengah realisasi pajak yang terus melenceng, di tengah-tengah angka tax ratio yang rendah?” tandasnya.

Akhirnya, kata dia, semua hal menjadi tidak wajar. Pemasukan pajak rendah, tapi pemerintah masih berani menumpuk utang.

Heri mengaku pesimis bahwa target pajak pemerintah sebesar Rp1.283,6 Triliun akan tercapai akhir tahun ini.

“Saya khawatir pemerintah akan sulit merealisasikan target penerimaan pajak tahun ini, terutama target PPh Migas dan Penerimaan Bea Cukai stagnan,” ungkapnya.

Menurutnya, Tantangan terbesarnya adalah soal ketidakpastian dan perlambatan ekonomi global serta turunnya harga komoditas.

Belajar dari pengalaman 2016 saja, ungkapnya, realisasinya hanya 65 persen dari target. Bahkan, kata dia, yang terbaru, penerimaan Bea Cukai Per Juni 2017 hanya mencapai 30,12 persen.

“Jika kita lihat trendnya, maka fakta menunjukkan bahwa realisasi penerimaan pajak terus melenceng dari rencana. Tahun 2015, realisasinya hanya Rp1.285 triliun atau melenceng dari target APBN-P sebesar 1.489 triliun. Tahun 2016 juga melenceng dari target APBN-P TA 2016 sebesar Rp1.539,2 triliun,” papar Heri.

Menyikapi hal tersebut, Heri menyarankan agar pemerintah bekerja lebih ekstra lagi untuk mewujudkan seluruh target yang telah dipatok.

“Melakukan reformasi perpajakan secara serius, dan mematok target penerimaan pajak dalam APBN yang lebih realistis,” pungkasnya. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Pilgub Jatim, Khofifah-Emil Dardak diusung Demokrat
Politik - Selasa, 21 November 2017 - 15:58 WIB

Pilgub Jatim, Khofifah-Emil Dardak diusung Demokrat

Foto Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elistianto Dardak didampingi Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dan Ketua DPD Jatim ...
Takut Dilaporkan ke Polisi, Farhat Abbas Minta Perlindungan KPK
Hukum - Selasa, 21 November 2017 - 14:57 WIB

Takut Dilaporkan ke Polisi, Farhat Abbas Minta Perlindungan KPK

Pengacara Farhat Abbas memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan menjalani pemeriksaan kurang lebih dua jam.Farhat Abbas memenuhi panggilan ...
KPK ingin geledah DPR, Agus Hermanto: Harus ada ijin
Politik - Selasa, 21 November 2017 - 14:53 WIB

KPK ingin geledah DPR, Agus Hermanto: Harus ada ijin

Wakil Ketua DPR Agus Hermanto mengatakan niat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang ingin menggeledah DPR terutama ruang kerja Ketua DPR ...
Jetstar operasikan penerbangan perdana ke Okinawa
Ekonomi - Selasa, 21 November 2017 - 14:47 WIB

Jetstar operasikan penerbangan perdana ke Okinawa

Penerbangan perdana Jetstar Asia 3K791 dari Singapura ke Okinawa hari ini, Selasa (21/11) mendarat di Naha International Airport. Penerbangan ini ...
Hingga akhir tahun, Citilink targetkan 13 juta penumpang
Ekonomi - Selasa, 21 November 2017 - 14:17 WIB

Hingga akhir tahun, Citilink targetkan 13 juta penumpang

PT Citilink Indonesia menargetkan jumlah penumpang mencapai 13 juta hingga akhir tahun 2017, hingga September 2017 lalu, jumlah penumpang Citilink ...
Polisi surati KPK untuk periksa Setya Novanto
Peristiwa - Selasa, 21 November 2017 - 13:38 WIB

Polisi surati KPK untuk periksa Setya Novanto

Kepolisian Daerah Polda Metro Jaya melayangkan surat izin untuk melakukan pemeriksaan terhadap Ketua DPR Setya Novanto yang kini menjadi tahanan ...