Selasa, 21 November 2017 | 17.17 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Mantan Dirut PNRI Nangis di Sidang Andi Narogong

Mantan Dirut PNRI Nangis di Sidang Andi Narogong

Reporter : Fadilah | Senin, 23 Oktober 2017 - 15:50 WIB

IMG-27449

Staff Bagian Keuangan PT Sandipala Arthaputra, Fajri Agus Setiawan bersaksi di sidang lanjutan perkara e-KTP (Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik) ke-14 di Pengadilan Pengadilan Tipikor, Bungur, Jakarta Pusat dengan terdakwa Irman dan Sugiharto, hari ini, Senin, (15/5/2017). (kininews/fadilah)

Jakarta, kini.co.id – Mantan Direktur Utama PNRI, Isnu Edhi Wijaya menangis di sidang lanjutan perkara e-KTP (Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik).

Awalnya, Ia mengaku kenal dengan Andi Agustinus alias Andi Narogong yang merupakan terdakwa kasus korupsi e-KTP. Isnu mengenal Andi sejak tahun 2010 silam.

“Suatu saat kami dipanggil oleh Pak Irman, kemudian dikenalkan dengan Pak Andi,” tuturnya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta Pusat, Senin, (23/10/2017).

Isnu mengaku bahwa perkenalan itu berkaitan dengan proyek e-KTP yang saat ini diketahui menjadi bancakan. Namun ketika itu, dia hanya tahu bahwa Andi adalah seorang pengusaha.

“Kalau pembicaraan yang pasti saya lupa, pada intinya, saya mencoba memahami bahwa saudara Andi ini barangkali nanti akan ikut dalam proyek e-KTP, tapi sebagai apanya saya tidak tahu,” katanya.

Hakim Jhon Halasan Butar Butar tak percaya begitu saja dan kembali mencecar Isnu. Termasuk mempertanyakan soal peran Andi dalam pertemuan di Fatmawati yang dihadiri Isnu.

“Ini rasanya lucu, dia (Andi Narogong) sudah melakukan banyak hal. Mengundang orang rapat. Memberikan penjelasan-penjelasan, menyediakan tempat bertemu, beberapa kali mendatangi Anda. Belum lagi saya kaitkan dengan kenyataan lain nanti, mengeluarkan uang begitu banyak. Melakukan hal sebegini tanpa tujuan yang jelas? Tidak masuk di akal. Makanya saya tanya ulang, yang saudara tahu apalagi yang dilakukan saudara Andi?” tanya hakim Jhon.

Beberapa detik Isnu tak memberi jawaban. Sampai akhirnya terdengar isak dari mantan Ketua Konsorsium PNRI itu.

“Maaf yang mulia,” ucap Isnu.

“Tidak tahu?” tanya Jhon.

“Tidak,” jawab Isnu.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Pilgub Jatim, Khofifah-Emil Dardak diusung Demokrat
Politik - Selasa, 21 November 2017 - 15:58 WIB

Pilgub Jatim, Khofifah-Emil Dardak diusung Demokrat

Foto Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elistianto Dardak didampingi Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dan Ketua DPD Jatim ...
Takut Dilaporkan ke Polisi, Farhat Abbas Minta Perlindungan KPK
Hukum - Selasa, 21 November 2017 - 14:57 WIB

Takut Dilaporkan ke Polisi, Farhat Abbas Minta Perlindungan KPK

Pengacara Farhat Abbas memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan menjalani pemeriksaan kurang lebih dua jam.Farhat Abbas memenuhi panggilan ...
KPK ingin geledah DPR, Agus Hermanto: Harus ada ijin
Politik - Selasa, 21 November 2017 - 14:53 WIB

KPK ingin geledah DPR, Agus Hermanto: Harus ada ijin

Wakil Ketua DPR Agus Hermanto mengatakan niat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang ingin menggeledah DPR terutama ruang kerja Ketua DPR ...
Jetstar operasikan penerbangan perdana ke Okinawa
Ekonomi - Selasa, 21 November 2017 - 14:47 WIB

Jetstar operasikan penerbangan perdana ke Okinawa

Penerbangan perdana Jetstar Asia 3K791 dari Singapura ke Okinawa hari ini, Selasa (21/11) mendarat di Naha International Airport. Penerbangan ini ...
Hingga akhir tahun, Citilink targetkan 13 juta penumpang
Ekonomi - Selasa, 21 November 2017 - 14:17 WIB

Hingga akhir tahun, Citilink targetkan 13 juta penumpang

PT Citilink Indonesia menargetkan jumlah penumpang mencapai 13 juta hingga akhir tahun 2017, hingga September 2017 lalu, jumlah penumpang Citilink ...
Polisi surati KPK untuk periksa Setya Novanto
Peristiwa - Selasa, 21 November 2017 - 13:38 WIB

Polisi surati KPK untuk periksa Setya Novanto

Kepolisian Daerah Polda Metro Jaya melayangkan surat izin untuk melakukan pemeriksaan terhadap Ketua DPR Setya Novanto yang kini menjadi tahanan ...