Kamis, 22 Februari 2018 | 19.37 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Mantan Dirut PNRI Nangis di Sidang Andi Narogong

Mantan Dirut PNRI Nangis di Sidang Andi Narogong

Reporter : Fadilah | Senin, 23 Oktober 2017 - 15:50 WIB

IMG-27449

Staff Bagian Keuangan PT Sandipala Arthaputra, Fajri Agus Setiawan bersaksi di sidang lanjutan perkara e-KTP (Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik) ke-14 di Pengadilan Pengadilan Tipikor, Bungur, Jakarta Pusat dengan terdakwa Irman dan Sugiharto, hari ini, Senin, (15/5/2017). (kininews/fadilah)

Jakarta, kini.co.id – Mantan Direktur Utama PNRI, Isnu Edhi Wijaya menangis di sidang lanjutan perkara e-KTP (Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik).

Awalnya, Ia mengaku kenal dengan Andi Agustinus alias Andi Narogong yang merupakan terdakwa kasus korupsi e-KTP. Isnu mengenal Andi sejak tahun 2010 silam.

“Suatu saat kami dipanggil oleh Pak Irman, kemudian dikenalkan dengan Pak Andi,” tuturnya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta Pusat, Senin, (23/10/2017).

Isnu mengaku bahwa perkenalan itu berkaitan dengan proyek e-KTP yang saat ini diketahui menjadi bancakan. Namun ketika itu, dia hanya tahu bahwa Andi adalah seorang pengusaha.

“Kalau pembicaraan yang pasti saya lupa, pada intinya, saya mencoba memahami bahwa saudara Andi ini barangkali nanti akan ikut dalam proyek e-KTP, tapi sebagai apanya saya tidak tahu,” katanya.

Hakim Jhon Halasan Butar Butar tak percaya begitu saja dan kembali mencecar Isnu. Termasuk mempertanyakan soal peran Andi dalam pertemuan di Fatmawati yang dihadiri Isnu.

“Ini rasanya lucu, dia (Andi Narogong) sudah melakukan banyak hal. Mengundang orang rapat. Memberikan penjelasan-penjelasan, menyediakan tempat bertemu, beberapa kali mendatangi Anda. Belum lagi saya kaitkan dengan kenyataan lain nanti, mengeluarkan uang begitu banyak. Melakukan hal sebegini tanpa tujuan yang jelas? Tidak masuk di akal. Makanya saya tanya ulang, yang saudara tahu apalagi yang dilakukan saudara Andi?” tanya hakim Jhon.

Beberapa detik Isnu tak memberi jawaban. Sampai akhirnya terdengar isak dari mantan Ketua Konsorsium PNRI itu.

“Maaf yang mulia,” ucap Isnu.

“Tidak tahu?” tanya Jhon.

“Tidak,” jawab Isnu.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Daftar korban longsor Brebes menurut data sementara  BNPB
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 19:31 WIB

Daftar korban longsor Brebes menurut data sementara BNPB

Tim SAR gabungan hingga saat ini masih terus melakukan upaya pencarian, penyelamatan dan evakuasi korban longsor di Desa Pasir ...
Banyak Politisi yang Numpang Tenar, Novel Diminta Hati- hati
Politik - Kamis, 22 Februari 2018 - 19:16 WIB

Banyak Politisi yang Numpang Tenar, Novel Diminta Hati- hati

Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan telah kembali ke Indonesia setelah 10 bulan lamanya menjalani perawatan di RS ...
Kembali ke Indonesia, KPK Pastikan Keamanan Novel Baswedan
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 16:04 WIB

Kembali ke Indonesia, KPK Pastikan Keamanan Novel Baswedan

Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan telah kembali ke tanah air setelah melakukan perawatan di sebuah Rumah Sakit ...
Sinabung Erupsi, DPR Sarankan BNPB dengan BPBD Berkoordinasi
Politik - Kamis, 22 Februari 2018 - 15:56 WIB

Sinabung Erupsi, DPR Sarankan BNPB dengan BPBD Berkoordinasi

Ratusan warga Selandi Lama, Kecamatan Payung, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, yang berjarak sekitar radius 4 Kilometer dari puncak Gunung Sinabung ...
Pimpinan KPK Harap Pelaku Teror Air Keras Novel Segera Ditangkap
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 15:49 WIB

Pimpinan KPK Harap Pelaku Teror Air Keras Novel Segera Ditangkap

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Laode Muhammad Syarif mengucapkan terimakasih atas doa, dukungan dan simpati yang diberikan oleh masyarakat ...
Novel Baswedan: Teror Ini Jadi Penyemangat Saya Berantas Korupsi
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 15:25 WIB

Novel Baswedan: Teror Ini Jadi Penyemangat Saya Berantas Korupsi

Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan tidak ingin penyerangan terhadapnya ini menjadi sebuah kelemahan dalam memberantas korupsi."Tetapi saya ...