Sabtu, 7 Desember 2019 | 15.30 WIB
KiniNEWS>Nasional>Ekonomi>Industri dan Produk Tekstil Domestik Naik 30 Persen

Industri dan Produk Tekstil Domestik Naik 30 Persen

Reporter : Rakisa | Kamis, 26 Oktober 2017 - 09:55 WIB

IMG-27503

Dirjen Industri Kimia, Tekstil dan Aneka (IKTA) Kementerian Perindustrian Achmad Sigit Dwiwahjono pada Pembukaan Integrated Textile Trade Show (INTEX) 2017 serta Home Textile and Furnishing di Jakarta, Rabu (25/10) kemarin. KiniNews/Biro Humas Kemenperin.

Jakarta, kini.co.id – Kementrian Perindustrian mencatat pada semester I tahun 2017, industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional mengalami peningkatan permintaan hingga 30 persen, khususnya pasar dalam negeri, sehingga ikut mendorong kenaikan utilisasi produksi mencapai 5-10 persen. 

Laju pertumbuhan dari sektor padat karya berorientasi ekspor ini juga menanjak sebesar 1,92 persen (YoY) dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya.   “Kinerja positif ini dinilai oleh kalangan pelaku industri TPT nasional, salah satunya karena peran dari Satuan Tugas Penertiban Impor Barang Berisiko Tinggi yang dibentuk oleh pemerintah,” kata Dirjen Industri Kimia, Tekstil dan Aneka (IKTA) Kementerian Perindustrian Achmad Sigit Dwiwahjono pada Pembukaan Integrated Textile Trade Show (INTEX) 2017 serta Home Textile and Furnishing di Jakarta, Rabu (25/10) kemarin.   Sigit menambahkan, faktor pendongkrak lainnya adalah melalui penerapan kebijakan fiskal dan non-fiskal dari beberapa paket kebijakan ekonomi yang telah diterbitkan oleh pemerintah. Hal ini sebagai langkah untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif. 

“Misalnya, memfasilitasi pemberian insentif fiskal berupa tax allowance dan tax holiday,” ujarnya.   Guna mendukung peningkatan kinerja industri TPT nasional, pemerintah juga memangkas berbagai peraturan, perizinan, dan birokrasi agar memudahkan pelaku industri dalam berusaha di Indonesia.

Selain itu, mengawal sistem pengupahan untuk menjamin kepastian bagi tenaga kerja dan pelaku usaha, mengembangkan pusat logistik berikat (PLB), serta melaksanakan program pendidikan vokasi yang link and match antara Sekolang Menengah Kejuruan dengan industri.   Dengan berbagai kebijakan tersebut, Kemenperin menargetkan laju pertumbuhan industri TPT nasional hingga akhir 2017 dapat mencapai 2,59 persen dengan nilai ekspor sebesar 12,09 miliar dollar AS dan penyerapan tenaga kerja sebanyak 2,73 juta orang. 

Sedangkan, pada tahun 2019, diproyeksikan laju pertumbuhan industri TPT mencapai 3,56 persen dengan nilai ekspor sebesar 15 miliar dollar AS dan penyerapan tenaga kerja sebanyak 3,11 juta orang.   “Apalagi, industri TPT nasional dikenal memiliki kualitas yang baik di pasar internasional sehingga bisa menjadi modal yang kuat dalam memperluas pasar global,” tuturnya. 

Potensi ini, menurut Sigit, perlu terus dimanfaatkan dan didukung melalui langkah konkret.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Politik - Kamis, 31 Januari 2019 - 22:56 WIB

Yusril minta anggota FPI angkat kaki dari PBB

KETUA Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra, meminta kepada seluruh anggota Front Pembela Islam (FPI) agar angkat kaki ...
Peristiwa - Kamis, 31 Januari 2019 - 21:54 WIB

Mantan Kapolri Jenderal Pol Awaloedin Djamin berpulang

MANTAN Kapolri Awaloeddin Djamin, meninggal dunia di Rumah Sakit Medistra, Jakarta, sore ini (Kamis, 31/1/2019) sekira pukul 14.55 WIB.Kapolri pada ...
Politik - Rabu, 30 Januari 2019 - 18:39 WIB

Prabowo sakit, TKN Jokowi merasa sedih

CALON Presiden Prabowo Subianto saat ini tengah sakit. Mendengar hal itu, Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin merasa sedih ...
Hukum - Rabu, 30 Januari 2019 - 15:59 WIB

Akhirnya Vanessa Angel ditahan

KEPOLISIAN Daerah (Polda) Jatim akhirnya melakukan penahanan terhadap artis Vanessa Angel terkait kasus prostitusi online. Artis FTV bahkan terancam pidana ...
Hukum - Rabu, 30 Januari 2019 - 14:31 WIB

TKN apresiasi polisi periksa Rocky Gerung

IRMA Suryani, Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, mengapresiasi polisi yang dikabarkan memeriksa aktivis dan pengamat politik ...
Hukum - Rabu, 30 Januari 2019 - 14:07 WIB

Tabloid Indonesia Barokah bukan produk jurnalistik

TABLOID Indonesia Barokah, yang menghebohkan sejumlah wilayah di Jawa, menurut Dewan Pers (DP), bukanlah produk jurnalistik. Sebab itu DP mempersilahkan ...