Selasa, 21 November 2017 | 17.04 WIB
KiniNEWS>Nasional>Politik>Pemda Diminta Kontrol Setiap Pabrik Yang Bermasalah

Pemda Diminta Kontrol Setiap Pabrik Yang Bermasalah

Reporter : Bayu Putra | Senin, 30 Oktober 2017 - 13:50 WIB

IMG-27551

Olah TKP kebakaran pabrik kembang api di Kosambi, Tangerang, Banten. Antara/Sigid Kurniawan.

Jakarta, kini.co.id – Terkait ledakan dipabrik petasan Tangerang mantan politisi Partai Golkar yang juga adik dari Gubernur Banten Abdul Syukur merasa prihatin dengan kejadian tersebut.

“Pertama prihatin dan turut berduka cita yg sedalam dalamnya, semoga dikemudian hari tidak terjadi lagi kejadian seperti itu”, ujarnya melalui pesan singkatnya kepada Kini.co.id di Jakarta (30/10).

Menurut Syukur perijinan pabrik petasan tersebut sudah menyalahi ijin yang telah dibuat yang awalnya pabrik tersebut menggunakan ijin pengepakan tetapi yang terjadi adalah pabrik juga memproduksi petasan.

Syukurpun meminta Pemerintah daerah untuk melakukan kontrol terhadap setiap pabrik-pabrik agar tidak terjadi lagi hal yang serupa.

“Makanya kejar ijin nya untuk apa?, kalau ijin nya pengepakan tapi prakteknya pabrik produksi petasan itukan nama nya menyalahgunakan ijin. Tinggal dilihat kontrol dan pengawasan dari pemdanya seperti apa”, Pungkasnya .

Kemudian terkait juga dengan tenaga kerjanya kabarnya ada yg masih dibawah umur calon Walikota Tangerang ini mengatakan kebobrokan pabrik petasan di kosambi tersebut sudah terlihat diawal.

“Saya sih lihatnya kalau sudah rusak diawal akan diikuti oleh kerusakan kerusakan yang lainnya”, Tegasnya.

Seperti diketahui, Pemda Tangerang dinilai banyak kalangan telah melakukan kesalahan fatal terkait pemberian izin PT Panca Buana Cahaya Sukses (PBCS) yang memproduksi mercon. Padahal perusahaan tersebut saat ini belum memperoleh izin penggunaan bahan berbahaya dari Mabes Polri.

Selain itu dinas tenaga kerja setempat juga melakukan kelalaian dengan membiarkan tenaga kerja dibawah umur, bekerja di industri dengan bahan berbahaya.

Untuk kesalahan kesalahan fatal tersebut Menteri tenaga kerja diminta harus memberikan sanksi tegas pada pengawas ketenagakerjaan yang tidak bekerja sesuai dengan tanggung jawabnya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Pilgub Jatim, Khofifah-Emil Dardak diusung Demokrat
Politik - Selasa, 21 November 2017 - 15:58 WIB

Pilgub Jatim, Khofifah-Emil Dardak diusung Demokrat

Foto Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elistianto Dardak didampingi Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dan Ketua DPD Jatim ...
Takut Dilaporkan ke Polisi, Farhat Abbas Minta Perlindungan KPK
Hukum - Selasa, 21 November 2017 - 14:57 WIB

Takut Dilaporkan ke Polisi, Farhat Abbas Minta Perlindungan KPK

Pengacara Farhat Abbas memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan menjalani pemeriksaan kurang lebih dua jam.Farhat Abbas memenuhi panggilan ...
KPK ingin geledah DPR, Agus Hermanto: Harus ada ijin
Politik - Selasa, 21 November 2017 - 14:53 WIB

KPK ingin geledah DPR, Agus Hermanto: Harus ada ijin

Wakil Ketua DPR Agus Hermanto mengatakan niat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang ingin menggeledah DPR terutama ruang kerja Ketua DPR ...
Jetstar operasikan penerbangan perdana ke Okinawa
Ekonomi - Selasa, 21 November 2017 - 14:47 WIB

Jetstar operasikan penerbangan perdana ke Okinawa

Penerbangan perdana Jetstar Asia 3K791 dari Singapura ke Okinawa hari ini, Selasa (21/11) mendarat di Naha International Airport. Penerbangan ini ...
Hingga akhir tahun, Citilink targetkan 13 juta penumpang
Ekonomi - Selasa, 21 November 2017 - 14:17 WIB

Hingga akhir tahun, Citilink targetkan 13 juta penumpang

PT Citilink Indonesia menargetkan jumlah penumpang mencapai 13 juta hingga akhir tahun 2017, hingga September 2017 lalu, jumlah penumpang Citilink ...
Polisi surati KPK untuk periksa Setya Novanto
Peristiwa - Selasa, 21 November 2017 - 13:38 WIB

Polisi surati KPK untuk periksa Setya Novanto

Kepolisian Daerah Polda Metro Jaya melayangkan surat izin untuk melakukan pemeriksaan terhadap Ketua DPR Setya Novanto yang kini menjadi tahanan ...