Rabu, 17 Januari 2018 | 17.44 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Penyidik POM TNI Sambangi KPK, Ada Apa?

Penyidik POM TNI Sambangi KPK, Ada Apa?

Reporter : Fadilah | Selasa, 31 Oktober 2017 - 11:32 WIB

IMG-27559

Gedung KPK baru (KiniNews/doc)

Jakarta, kini.co.id – Sejumlah penyidik dari POM TNI menyambangi Gedung Komisi Pemberahtasan Korupsi (KPK) yang terletak di Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa, (31/10/2017).

Jubir KPK, Febri Diansyah mengatakan kedatangan mereka untuk melakukan koordinasi dengan tim Biro Hukum KPK untuk menghadapi dan menyiapkan praperadilan yang diajukan oleh Direktur Utama PT Diratama Jaya Mandiri, Irfan Kurnia Saleh atas penetapan tersangkanya dalam perkara pengadaan Helikopter AW-101 ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel).

“Hari ini tim Biro Hukum melakukan koordinasi dengan para penyidik POM TNI untuk hadapi dan siapkan praperadilan yg diajukan IKS (Irfan Kurnia Saleh( dalam kasus Heli AW 101,” tutur Febri.

Menurut Febri, kerjasama dengan TNI merupakan salah satu langkah KPK untuk meningkatkan efisiensi pemberantasan korupsi.

“Terutama karena ada komitmen dari Panglima TNI dan jajarannya untuk melakukan perbaikan bersama,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Irfan merupakan tersangka dalam kasus pengadaan Helikopter AW-101. Dugaan korupsi pembelian heli AW-101 ini terbongkar lewat kerjasama antara TNI dan KPK.

TNI AU membeli helikopter itu lewat PT Diratama Jaya Mandiri. PT Diratama Jaya Mandiri diduga telah melakukan kontrak langsung dengan produsen heli AW-101 senilai Rp 514 miliar.

Namun, pada Februari 2016, saat melakukan penandatangan kontrak dengan T, PT Diratama Jaya Mandiri menaikan nilai kontraknya menjadi Rp 738 miliar.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Urgensi impor beras dipertanyakan
Politik - Rabu, 17 Januari 2018 - 17:09 WIB

Urgensi impor beras dipertanyakan

Anggota DPR Sukamta menyatakan pemerintah harus mengkaji betul sebelum sebuah kebijakan yang diambil terkait impor beras.Dia mempertanyakan urgensi harus ...
DPR Minta Tidak Ada Kebijakan Asing Untuk Miliki Pulau
Politik - Rabu, 17 Januari 2018 - 16:56 WIB

DPR Minta Tidak Ada Kebijakan Asing Untuk Miliki Pulau

Menanggapi adanya penawaran kepemilikan Pulau Ajab melalui situs privateislandsonline.com, Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Lukman Edy menyatakan perlunya ketegasan ...
Ustadz ‘akhir zaman’ Zulkifli M  Ali jadi tersangka
Peristiwa - Rabu, 17 Januari 2018 - 16:45 WIB

Ustadz ‘akhir zaman’ Zulkifli M Ali jadi tersangka

Ustadz Zulkifli Muhammad Ali ditetapkan sebagai tersangka atas tuduhan sengaja menunjukkan kebencian atau ras benci kepada orang lain berdasarkan ras ...
Pemerintah Mau Impor Beras 500 Ribu Ton, DPR Panggil Mendag
Ekonomi - Rabu, 17 Januari 2018 - 14:44 WIB

Pemerintah Mau Impor Beras 500 Ribu Ton, DPR Panggil Mendag

Mengatasi mahalnya beras di tengah masyarakat, Pemerintah Indonesia memutuskan untuk melakukan impor.Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI memutuskan akan mengimpor beras sebanyak ...
Rangkap jabatan Menteri, JK: Partai bisa diurus malam
Politik - Rabu, 17 Januari 2018 - 14:38 WIB

Rangkap jabatan Menteri, JK: Partai bisa diurus malam

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan menteri yang rangkap jabatan sebagai ketua partai bisa mengurus partai pada malam hari, ...
Resmi Menjabat Sebagai KSAU, Ini Harta Kekayaan Yuyu Sutisna
Nasional - Rabu, 17 Januari 2018 - 13:57 WIB

Resmi Menjabat Sebagai KSAU, Ini Harta Kekayaan Yuyu Sutisna

Marsekal Madya Yuyu Sutisna resmi menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) menggantikan posisi Marsekal Hadi Tjahjanto yang kini menjabat ...