Jumat, 19 Oktober 2018 | 17.11 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Didesak Bentuk TGPF untuk Novel Baswedan, Ini Kata KPK

Didesak Bentuk TGPF untuk Novel Baswedan, Ini Kata KPK

Reporter : Restu Fadilah | Selasa, 31 Oktober 2017 - 16:49 WIB

IMG-27571

Ketua KPK Agus Raharjo (tengah) bersama Mantan Ketua Abraham Samad (kedua kiri), Mantan Wakil Ketua M Jasin (kiri) dan Busyro Muqoddas (kedua kanan) serta Najwa Shihab bergandengan tangan sebelum memberikan keterangan seusai menggelar pertemuan di Gedung KPK Jakarta, Selasa (31/10). ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

Jakarta, kini.co.id – Sejumlah mantan Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi mengusulkan kepada Pimpinan KPK untuk menyampaikan pembentukan TGPF (Tim Gabungan Pencari Fakta) terkait kasus teror terhadap Novel Baswedan setelah 200 hari berlalu pelaku penyerangan belum juga berhasil diungkap.

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Agus Rahardjo mengatakan pihaknya masih mempertimbangkan usulan tersebut.

“Kami akan tanya kepada pimpinan KPK yang lain terlebih dahulu, sehingga hasilnya belum bisa disampaikan hari ini,” tuturnya di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Selasa, (31/10/2017).

Agus belum bisa bicara jauh tentang usulan pembentukan TGPF kasus Novel. Dia hanya berjanji akan membawa usulan dari sejumlah mantan pimpinan KPK dan Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi dibahas bersama pimpinan lainnya.

“Nanti kita diskusikan, tapi kita perlu optimis, melihat situasi, melihat perkembangan, mungkin saja banyak pimpinan juga berubah sikap. Kita tunggu, saya tidak bisa mendahului pendapat pimpinan yang lain,” pungkas Agus.

Untuk diketahui, Penyiraman terhadap Novel terjadi pada (11/4/2017) lalu. Ia diserang menggunakan air keras oleh dua pelaku setelah melaksanakan salat subuh di masjid dekat rumahnya.

Kepolisian telah memeriksa puluhan saksi untuk menemukan pelakunya, tapi masih nihil. Polisi baru mampu membuat sketsa satu terduga pelaku.

Adapun Novel sendiri telah menjalani beberapa kali operasi untuk menyembuhkan matanya di Singapura.

Seharusnya ia menjalani operasi besar tahap kedua pada mata kirinya. Namun operasi tersebut ditunda karena proses pemulihan belum merata.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Peristiwa - Jumat, 19 Oktober 2018 - 14:29 WIB

Ketua DPR Pastikan Insiden Peluru Nyasar Bukan Ulah Teroris

Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet) memastikan insiden peluru nyasar di beberapa ruang kerja anggota dewan tidak terkait dengan aksi ...
Hukum - Jumat, 19 Oktober 2018 - 13:51 WIB

Masa Tahanan Eks Dirut Pertamina Diperpanjang 40 Hari

Masa tahanan Eks Dirut PT Pertamina (Persero), Karen Galaila Agustiawan diperpanjang sampai 22 November 2018. Kejaksaan Agung melakukan perpanjangan masa ...
Politik - Jumat, 19 Oktober 2018 - 13:39 WIB

DPR Sebut Pemasangan Kaca Anti Peluru Bisa Batal

Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR Anton Sihombing mengatakan, wacana pemasangan kaca antipeluru di Gedung Nusantara I DPR bisa ...
Politik - Jumat, 19 Oktober 2018 - 13:30 WIB

Awas, Libatkan Anak Kampanye Politik Bisa Dipidana

Anak-anak tidak diperkenankan untuk terlibat dalam kegiatan politik. Jika para orangtua melibatkan anaknya dalam kegiatan politik seperti kampanye atau apapun, ...
Politik - Jumat, 19 Oktober 2018 - 12:06 WIB

Incar Kursi Wagub DKI, Gerindra-PKS Yakin Tetap Mesra

Sepeninggal Sandiaga Uno, kursi Wakil Gubernur DKI kini menjadi incaran. Adalah dua partai yakni PKS dan Gerindra yang kini masih ...
Politik - Jumat, 19 Oktober 2018 - 11:30 WIB

Resolusi Dunia Yang Lebih Aman, Damai, dan Berkeadilan di IPU 139

Delegasi Indonesia yang dipimpin Wakil Ketua DPR Agus Hermanto dan Fadli Zon, Ketua BKSAP Nurhayati Ali Assegaf dan Wakil Ketua ...