Senin, 26 Februari 2018 | 06.21 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Didesak Bentuk TGPF untuk Novel Baswedan, Ini Kata KPK

Didesak Bentuk TGPF untuk Novel Baswedan, Ini Kata KPK

Reporter : Fadilah | Selasa, 31 Oktober 2017 - 16:49 WIB

IMG-27571

Ketua KPK Agus Raharjo (tengah) bersama Mantan Ketua Abraham Samad (kedua kiri), Mantan Wakil Ketua M Jasin (kiri) dan Busyro Muqoddas (kedua kanan) serta Najwa Shihab bergandengan tangan sebelum memberikan keterangan seusai menggelar pertemuan di Gedung KPK Jakarta, Selasa (31/10). ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

Jakarta, kini.co.id – Sejumlah mantan Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi mengusulkan kepada Pimpinan KPK untuk menyampaikan pembentukan TGPF (Tim Gabungan Pencari Fakta) terkait kasus teror terhadap Novel Baswedan setelah 200 hari berlalu pelaku penyerangan belum juga berhasil diungkap.

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Agus Rahardjo mengatakan pihaknya masih mempertimbangkan usulan tersebut.

“Kami akan tanya kepada pimpinan KPK yang lain terlebih dahulu, sehingga hasilnya belum bisa disampaikan hari ini,” tuturnya di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Selasa, (31/10/2017).

Agus belum bisa bicara jauh tentang usulan pembentukan TGPF kasus Novel. Dia hanya berjanji akan membawa usulan dari sejumlah mantan pimpinan KPK dan Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi dibahas bersama pimpinan lainnya.

“Nanti kita diskusikan, tapi kita perlu optimis, melihat situasi, melihat perkembangan, mungkin saja banyak pimpinan juga berubah sikap. Kita tunggu, saya tidak bisa mendahului pendapat pimpinan yang lain,” pungkas Agus.

Untuk diketahui, Penyiraman terhadap Novel terjadi pada (11/4/2017) lalu. Ia diserang menggunakan air keras oleh dua pelaku setelah melaksanakan salat subuh di masjid dekat rumahnya.

Kepolisian telah memeriksa puluhan saksi untuk menemukan pelakunya, tapi masih nihil. Polisi baru mampu membuat sketsa satu terduga pelaku.

Adapun Novel sendiri telah menjalani beberapa kali operasi untuk menyembuhkan matanya di Singapura.

Seharusnya ia menjalani operasi besar tahap kedua pada mata kirinya. Namun operasi tersebut ditunda karena proses pemulihan belum merata.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Bawaslu berhentikan sementara Ketua Panwaslu Garut
Hukum - Minggu, 25 Februari 2018 - 19:26 WIB

Bawaslu berhentikan sementara Ketua Panwaslu Garut

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) memberhentikan sementara Ketua Panwaslu Kabupaten Garut, Heri Hasan Basri yang terjerat OTT Satgas Anti Money Politik ...
Banjir landa sejumlah wilayah di pulau Jawa
Peristiwa - Sabtu, 24 Februari 2018 - 20:58 WIB

Banjir landa sejumlah wilayah di pulau Jawa

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho mengatakan banjir melanda sejumlah daerah di ...
Jalur kereta Cirebon-Tegal sudah bisa dilintasi
Peristiwa - Sabtu, 24 Februari 2018 - 20:51 WIB

Jalur kereta Cirebon-Tegal sudah bisa dilintasi

Petak jalan rel kereta api di kilometer 185 + 500 sampai dengan 186 + 600 (Stasiun Tanjung - Stasiun Losari  ...
Puan sebut PDI-P kantongi cawapres pendamping Jokowi
Politik - Sabtu, 24 Februari 2018 - 17:25 WIB

Puan sebut PDI-P kantongi cawapres pendamping Jokowi

Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Puan Maharani mengatakan partainya telah mengantongi kriteria dan nama-nama calon wakil ...
Bangun infrastruktur, Angkasa Pura I gelontorkan Rp18,8 triliun
Ekonomi - Sabtu, 24 Februari 2018 - 17:19 WIB

Bangun infrastruktur, Angkasa Pura I gelontorkan Rp18,8 triliun

PT Angkasa Pura I (Persero) di 2018 akan menginvestasikan Rp18,8 triliun untuk membangun sejumlah infrastruktur bandar udara untuk perbaikan dan ...
PBB Tak Lolos, Yusril Kekeuh Polisikan Komisioner KPU
Hukum - Sabtu, 24 Februari 2018 - 14:17 WIB

PBB Tak Lolos, Yusril Kekeuh Polisikan Komisioner KPU

Tak terima partainya tak lolos verifikasi, Ketua Umum DPP Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Izha Mahendra kekeuh akan menyeret seluruh ...