Rabu, 17 Januari 2018 | 17.42 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Polisi ungkap peran dua terduga teroris Bima yang ditembak mati

Polisi ungkap peran dua terduga teroris Bima yang ditembak mati

Selasa, 31 Oktober 2017 - 18:22 WIB

IMG-27573

Ilustrasi Tim Densus 88 Anti Teror melakukan penjagaan saat berlangsung penggeledahan di rumah terduga teroris. ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha.

Bima, kini.co.id – Dua terduga teroris yang tewas tertembak Densus Anti Teror 88 di Pegunungan Oi Sarume Dusun Mawu Dalam, Desa Mawu Kecamatan Ambalawi, Kabupaten Bima pada Senin (30/10) kemarin, terkait dengan peristiwa penembakan dua anggota Polres Bima pada 11 September lalu.

Kedua terduga teroris tersebut yakni Muhamad Amirullah alias Once Dance (37) dan Rahmad Fadlizil Jalil alias Yaman (27), keduanya merupakan warga Kelurahan Penato’i Kecamatan Mpuda Kabupaten Bima.

Keduanya juga terindikasi sebagai anggota kelompok Imam Munandar, yang diduga kuat pelaku penembakan terhadap 2 orang anggota Polres Bima Kota, yakni Bripka Gafur dan Bripka Zaenal Abidin yang terjadi pada Senin (11/9) pagi saat kedua anggota tersebut mengantar anaknya berangkat sekolah.

Wakapolda Nusa Tenggara Barat (NTB) Komisaris Besar Tajuddin mengungkap peran dua terduga teroris yang tewas dalam aksi baku tembak dengan Tim Densus 88 pada Senin (30/10) pagi.

“Mereka adalah pelaku yang turut terlibat dalam penembakan dua anggota polisi yang bertugas di Bima beberapa waktu lalu,” kata Kombes Pol Tajuddin di Mataram, Selasa (31/10), seperti dilansir Antara.

Ia menyatakan peran dan identitas dua terduga teroris itu terungkap berdasarkan serangkaian penyelidikan yang sebelumnya telah dilaksanakan oleh Tim Densus 88/Antiteror.

Untuk itu, Wakapolda mengaku tidak meragukan lagi bahwa keduanya terlibat dalam aksi penembakan dua anggota kepolisian pada 11 September 2017 di Bima Kota.

“Tentunya Polri melakukan suatu tindakan sudah berdasarkan bukti-bukti yang kuat sehingga meyakinkan bahwa itulah pelakunya,” kata dia.

Dia mengatakan, usai baku tembak itu, polisi langsung mengevakuasi kedua jenazah.

Selain itu, polisi juga turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa dua pucuk senjata api rakitan, amunisi sebanyak 10 butir yang dibungkus dalam kain hitam, dan sebilah pisau.

Polisi juga menemukan perlengkapan bertahan hidup di hutan, seperti jaket, ransel, gunting, pisau, korek api dan beberapa bahan makanan seperti ikan asin, mi instan, minyak goreng, susu kental manis dan kopi, serta uang tunai Rp90 ribu.

Berdasarkan data yang dihimpun kini.co.id. saat ini, tim Densus 88 Anti teror bersama petugas gabungan masih memburu dua terduga lainnya yang diduga terlibat dalam penembakan dua anggota polisi itu.

Identitas keduanya saat ini sudah dikantongi dan diduga kuat merupakan pentolan dari jaringan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Almarhum Santoso alias Abu Wardah dan menerima perintah dari Santoso untuk melakukan aksi teror di Bima.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Urgensi impor beras dipertanyakan
Politik - Rabu, 17 Januari 2018 - 17:09 WIB

Urgensi impor beras dipertanyakan

Anggota DPR Sukamta menyatakan pemerintah harus mengkaji betul sebelum sebuah kebijakan yang diambil terkait impor beras.Dia mempertanyakan urgensi harus ...
DPR Minta Tidak Ada Kebijakan Asing Untuk Miliki Pulau
Politik - Rabu, 17 Januari 2018 - 16:56 WIB

DPR Minta Tidak Ada Kebijakan Asing Untuk Miliki Pulau

Menanggapi adanya penawaran kepemilikan Pulau Ajab melalui situs privateislandsonline.com, Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Lukman Edy menyatakan perlunya ketegasan ...
Ustadz ‘akhir zaman’ Zulkifli M  Ali jadi tersangka
Peristiwa - Rabu, 17 Januari 2018 - 16:45 WIB

Ustadz ‘akhir zaman’ Zulkifli M Ali jadi tersangka

Ustadz Zulkifli Muhammad Ali ditetapkan sebagai tersangka atas tuduhan sengaja menunjukkan kebencian atau ras benci kepada orang lain berdasarkan ras ...
Pemerintah Mau Impor Beras 500 Ribu Ton, DPR Panggil Mendag
Ekonomi - Rabu, 17 Januari 2018 - 14:44 WIB

Pemerintah Mau Impor Beras 500 Ribu Ton, DPR Panggil Mendag

Mengatasi mahalnya beras di tengah masyarakat, Pemerintah Indonesia memutuskan untuk melakukan impor.Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI memutuskan akan mengimpor beras sebanyak ...
Rangkap jabatan Menteri, JK: Partai bisa diurus malam
Politik - Rabu, 17 Januari 2018 - 14:38 WIB

Rangkap jabatan Menteri, JK: Partai bisa diurus malam

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan menteri yang rangkap jabatan sebagai ketua partai bisa mengurus partai pada malam hari, ...
Resmi Menjabat Sebagai KSAU, Ini Harta Kekayaan Yuyu Sutisna
Nasional - Rabu, 17 Januari 2018 - 13:57 WIB

Resmi Menjabat Sebagai KSAU, Ini Harta Kekayaan Yuyu Sutisna

Marsekal Madya Yuyu Sutisna resmi menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) menggantikan posisi Marsekal Hadi Tjahjanto yang kini menjabat ...