Rabu, 17 Oktober 2018 | 11.18 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Polisi ungkap peran dua terduga teroris Bima yang ditembak mati

Polisi ungkap peran dua terduga teroris Bima yang ditembak mati

Selasa, 31 Oktober 2017 - 18:22 WIB

IMG-27573

Ilustrasi Tim Densus 88 Anti Teror melakukan penjagaan saat berlangsung penggeledahan di rumah terduga teroris. ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha.

Bima, kini.co.id – Dua terduga teroris yang tewas tertembak Densus Anti Teror 88 di Pegunungan Oi Sarume Dusun Mawu Dalam, Desa Mawu Kecamatan Ambalawi, Kabupaten Bima pada Senin (30/10) kemarin, terkait dengan peristiwa penembakan dua anggota Polres Bima pada 11 September lalu.

Kedua terduga teroris tersebut yakni Muhamad Amirullah alias Once Dance (37) dan Rahmad Fadlizil Jalil alias Yaman (27), keduanya merupakan warga Kelurahan Penato’i Kecamatan Mpuda Kabupaten Bima.

Keduanya juga terindikasi sebagai anggota kelompok Imam Munandar, yang diduga kuat pelaku penembakan terhadap 2 orang anggota Polres Bima Kota, yakni Bripka Gafur dan Bripka Zaenal Abidin yang terjadi pada Senin (11/9) pagi saat kedua anggota tersebut mengantar anaknya berangkat sekolah.

Wakapolda Nusa Tenggara Barat (NTB) Komisaris Besar Tajuddin mengungkap peran dua terduga teroris yang tewas dalam aksi baku tembak dengan Tim Densus 88 pada Senin (30/10) pagi.

“Mereka adalah pelaku yang turut terlibat dalam penembakan dua anggota polisi yang bertugas di Bima beberapa waktu lalu,” kata Kombes Pol Tajuddin di Mataram, Selasa (31/10), seperti dilansir Antara.

Ia menyatakan peran dan identitas dua terduga teroris itu terungkap berdasarkan serangkaian penyelidikan yang sebelumnya telah dilaksanakan oleh Tim Densus 88/Antiteror.

Untuk itu, Wakapolda mengaku tidak meragukan lagi bahwa keduanya terlibat dalam aksi penembakan dua anggota kepolisian pada 11 September 2017 di Bima Kota.

“Tentunya Polri melakukan suatu tindakan sudah berdasarkan bukti-bukti yang kuat sehingga meyakinkan bahwa itulah pelakunya,” kata dia.

Dia mengatakan, usai baku tembak itu, polisi langsung mengevakuasi kedua jenazah.

Selain itu, polisi juga turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa dua pucuk senjata api rakitan, amunisi sebanyak 10 butir yang dibungkus dalam kain hitam, dan sebilah pisau.

Polisi juga menemukan perlengkapan bertahan hidup di hutan, seperti jaket, ransel, gunting, pisau, korek api dan beberapa bahan makanan seperti ikan asin, mi instan, minyak goreng, susu kental manis dan kopi, serta uang tunai Rp90 ribu.

Berdasarkan data yang dihimpun kini.co.id. saat ini, tim Densus 88 Anti teror bersama petugas gabungan masih memburu dua terduga lainnya yang diduga terlibat dalam penembakan dua anggota polisi itu.

Identitas keduanya saat ini sudah dikantongi dan diduga kuat merupakan pentolan dari jaringan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Almarhum Santoso alias Abu Wardah dan menerima perintah dari Santoso untuk melakukan aksi teror di Bima.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Peristiwa - Rabu, 17 Oktober 2018 - 11:12 WIB

Polisi Sebut Tersangka Tak Bermaksud Tembak Kaca DPR

Peristiwa penembakan kaca kantor DPR RI sempat menghebohkan publik. Netizen pun bertanya apakah ada maksud pembunuhan atau penembakan misterius di ...
Nasional - Rabu, 17 Oktober 2018 - 09:52 WIB

Sidang IPU 139 Jenewa, Jazuli: 36 Negara Tolak Pelegalan LGBT

Anggota Komisi I DPR RI, Jazuli Juwaini menyebut dalam sidang Inter-Parliamentary Union (IPU) 139 di Jenewa sebanyak 36 negara yang ...
Hukum - Rabu, 17 Oktober 2018 - 09:15 WIB

Berkasus Lagi, KPK Pertimbangkan Tuntutan Hukuman Maksimal terhadap Billy Sindoro

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mempertimbangkan tuntutan hukuman maksimal kepada Bos Lippo Group, Billy Sindoro. Hal ini ...
- Selasa, 16 Oktober 2018 - 20:05 WIB

KPK sebut Bupati Bekasi tak sampaikan sedang hamil

Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (Jubir KPK), Febri Diansyah mengatakan bahwa selama menjalani pemeriksaan Bupati Bekasi non-aktif, Neneng Hasnah Yasin tidak ...
Peristiwa - Selasa, 16 Oktober 2018 - 19:59 WIB

Ternyata penembak gedung DPR lulus sertifikasi menembak

KETUA Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Bambang Soesatyo menuturkan bahwa terduga penembak peluru nyasar yang mengenai ruang kerja anggota DPR pada ...
Hukum - Selasa, 16 Oktober 2018 - 19:24 WIB

Meikarta, mengejar mimpi beralas upeti

OPERASI tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap sejumlah pejabat di Kabupaten Bekasi, berbuntut pada penetapan tersangka ...