Rabu, 17 Januari 2018 | 17.48 WIB
KiniNEWS>Nasional>Ekonomi>Konsorsium industri fotovoltaik didorong perkuat komponen PLTS

Konsorsium industri fotovoltaik didorong perkuat komponen PLTS

Reporter : Sindi Violinda | Selasa, 31 Oktober 2017 - 19:38 WIB

IMG-27584

Kepala BPPI Kementerian Perindustrian Ngakan Timur Antara bersama Sekjen KKIFN Nandang Suhendra, Staf Ahli Menteri Perindustrian Bidang Sumber Daya Industri Dyah Winarni Poedjiwati, Kepala Balai Besar Teknologi Konversi Energi BPPT Andhika Prastawa, kepada Kasubdit Investasi dan Kerjasama Energi Baru Terbarukan EBTKE Kementerian ESDM, Abdi harma Saragih, serta Wakil Ketua Umum KKIFN Didi Apriadi di Kementerian Perindustrian, Jakarta, Selasa (31/10). KiniNews/Humas Kemenperin.

Jakarta, kini.co.id – Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kementerian Perindustrian Ngakan Timur Antara mengatakan , Konsorsium Kemandirian Industri Fotovoltaik Nasional (KKIFN) di dorong untuk penguatan struktur industri komponen Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Menurutnya fotovoltaik merupakan sektor energi dan penelitian yang berhubungan dengan aplikasi panel surya untuk energi dengan mengubah sinar matahari menjadi listrik.

“Industri fotovoltaik merupakan salah satu sektor yang diharapkan berkontribusi dalam pengembangan sistem ketenaga listrikan nasional sebagai alternatif dari penggunaan energi fosil,” kata Ngakan, yang juga sebagai Ketua Umum KKIFN dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (31/10).

Ia mengatakan, konsorsium tersebut akan menyuarakan betapa pentingnya penggunaan energi surya, serta mendorong tumbuhnya industri komponen pendukung PLTS di Indonesia.

Menurut Ngakan, untuk membangun PLTS, yang dibutuhkan bukan hanya modul surya saja, namun juga baterai, kabel, inverter (pengubah daya) dan beberapa komponen pendukung lainnya.

“Kalau modul surya kita bisa bikin dengan kapasitas 500 megawatt per tahun. Kalau inverter kita belum punya,” ungkap Ngakan.

Untuk itu, lanjutnya, KKIFN mengundang para investor terkait komponen yang mendukung PLTS berinvestasi di Indonesia dan mengkonsultasikan rencana investasinya bersama KKIFN.

“Kami juga akan memberikan insentif yang disesuaikan dengan sektor industri berupa tax holiday dan tax allowance tergantung investasi itu menjadi pionir di daerah mana,” pungkasnya.

Diketahui, KKIFN dibentuk pada 27 Juni 2016 dengan anggota dari berbagai kementerian dan lembaga, di antaranya BPPI Kemenperin, Kementerian ESDM, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Institut Teknologi Bandung (ITB), serta Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Urgensi impor beras dipertanyakan
Politik - Rabu, 17 Januari 2018 - 17:09 WIB

Urgensi impor beras dipertanyakan

Anggota DPR Sukamta menyatakan pemerintah harus mengkaji betul sebelum sebuah kebijakan yang diambil terkait impor beras.Dia mempertanyakan urgensi harus ...
DPR Minta Tidak Ada Kebijakan Asing Untuk Miliki Pulau
Politik - Rabu, 17 Januari 2018 - 16:56 WIB

DPR Minta Tidak Ada Kebijakan Asing Untuk Miliki Pulau

Menanggapi adanya penawaran kepemilikan Pulau Ajab melalui situs privateislandsonline.com, Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Lukman Edy menyatakan perlunya ketegasan ...
Ustadz ‘akhir zaman’ Zulkifli M  Ali jadi tersangka
Peristiwa - Rabu, 17 Januari 2018 - 16:45 WIB

Ustadz ‘akhir zaman’ Zulkifli M Ali jadi tersangka

Ustadz Zulkifli Muhammad Ali ditetapkan sebagai tersangka atas tuduhan sengaja menunjukkan kebencian atau ras benci kepada orang lain berdasarkan ras ...
Pemerintah Mau Impor Beras 500 Ribu Ton, DPR Panggil Mendag
Ekonomi - Rabu, 17 Januari 2018 - 14:44 WIB

Pemerintah Mau Impor Beras 500 Ribu Ton, DPR Panggil Mendag

Mengatasi mahalnya beras di tengah masyarakat, Pemerintah Indonesia memutuskan untuk melakukan impor.Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI memutuskan akan mengimpor beras sebanyak ...
Rangkap jabatan Menteri, JK: Partai bisa diurus malam
Politik - Rabu, 17 Januari 2018 - 14:38 WIB

Rangkap jabatan Menteri, JK: Partai bisa diurus malam

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan menteri yang rangkap jabatan sebagai ketua partai bisa mengurus partai pada malam hari, ...
Resmi Menjabat Sebagai KSAU, Ini Harta Kekayaan Yuyu Sutisna
Nasional - Rabu, 17 Januari 2018 - 13:57 WIB

Resmi Menjabat Sebagai KSAU, Ini Harta Kekayaan Yuyu Sutisna

Marsekal Madya Yuyu Sutisna resmi menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) menggantikan posisi Marsekal Hadi Tjahjanto yang kini menjabat ...