Sabtu, 18 November 2017 | 08.02 WIB
KiniNEWS>Nasional>Ekonomi>Konsorsium industri fotovoltaik didorong perkuat komponen PLTS

Konsorsium industri fotovoltaik didorong perkuat komponen PLTS

Reporter : Sindi Violinda | Selasa, 31 Oktober 2017 - 19:38 WIB

IMG-27584

Kepala BPPI Kementerian Perindustrian Ngakan Timur Antara bersama Sekjen KKIFN Nandang Suhendra, Staf Ahli Menteri Perindustrian Bidang Sumber Daya Industri Dyah Winarni Poedjiwati, Kepala Balai Besar Teknologi Konversi Energi BPPT Andhika Prastawa, kepada Kasubdit Investasi dan Kerjasama Energi Baru Terbarukan EBTKE Kementerian ESDM, Abdi harma Saragih, serta Wakil Ketua Umum KKIFN Didi Apriadi di Kementerian Perindustrian, Jakarta, Selasa (31/10). KiniNews/Humas Kemenperin.

Jakarta, kini.co.id – Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kementerian Perindustrian Ngakan Timur Antara mengatakan , Konsorsium Kemandirian Industri Fotovoltaik Nasional (KKIFN) di dorong untuk penguatan struktur industri komponen Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Menurutnya fotovoltaik merupakan sektor energi dan penelitian yang berhubungan dengan aplikasi panel surya untuk energi dengan mengubah sinar matahari menjadi listrik.

“Industri fotovoltaik merupakan salah satu sektor yang diharapkan berkontribusi dalam pengembangan sistem ketenaga listrikan nasional sebagai alternatif dari penggunaan energi fosil,” kata Ngakan, yang juga sebagai Ketua Umum KKIFN dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (31/10).

Ia mengatakan, konsorsium tersebut akan menyuarakan betapa pentingnya penggunaan energi surya, serta mendorong tumbuhnya industri komponen pendukung PLTS di Indonesia.

Menurut Ngakan, untuk membangun PLTS, yang dibutuhkan bukan hanya modul surya saja, namun juga baterai, kabel, inverter (pengubah daya) dan beberapa komponen pendukung lainnya.

“Kalau modul surya kita bisa bikin dengan kapasitas 500 megawatt per tahun. Kalau inverter kita belum punya,” ungkap Ngakan.

Untuk itu, lanjutnya, KKIFN mengundang para investor terkait komponen yang mendukung PLTS berinvestasi di Indonesia dan mengkonsultasikan rencana investasinya bersama KKIFN.

“Kami juga akan memberikan insentif yang disesuaikan dengan sektor industri berupa tax holiday dan tax allowance tergantung investasi itu menjadi pionir di daerah mana,” pungkasnya.

Diketahui, KKIFN dibentuk pada 27 Juni 2016 dengan anggota dari berbagai kementerian dan lembaga, di antaranya BPPI Kemenperin, Kementerian ESDM, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Institut Teknologi Bandung (ITB), serta Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Buka Munas KAHMI, Jokowi singgung tantangan Negara
Politik - Jumat, 17 November 2017 - 21:59 WIB

Buka Munas KAHMI, Jokowi singgung tantangan Negara

Presiden Jokowi mengaku berbahagia hadir di tengah anggota KAHMI yang terkenal dengan orang-orang yang memiliki kehandalan di segala bidang."KAHMI ...
Mahfud MD tegaskan sikap politik KAHMI independen
Politik - Jumat, 17 November 2017 - 21:06 WIB

Mahfud MD tegaskan sikap politik KAHMI independen

Ketua Umum Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI), Prof Mahfud MD menegaskan sikap politik organisasinya yang independen dan netral kepada ...
Agar tak kabur lagi, IPW sarankan KPK borgol Setnov
Hukum - Jumat, 17 November 2017 - 19:59 WIB

Agar tak kabur lagi, IPW sarankan KPK borgol Setnov

Indonesia Police Watch (IPW) menilai kasus kecelakaan tunggal yang menimpa Ketua DPR Setya Novanto menjadi blessing in disguise (berkah tersembunyi) bagi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).Pasalnya, PK ...
14 Parpol calon peserta Pemilu 2019 harus perbaiki pendaftaran
Politik - Jumat, 17 November 2017 - 19:39 WIB

14 Parpol calon peserta Pemilu 2019 harus perbaiki pendaftaran

Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyampaikan hasil penelitian administrasi terhadap dokumen 14 partai politik (parpol) calon peserta pemilu 2019.Adapun, 14 ...
Warga Diminta Tidak Bertransaksi dengan Valuta Asing
Ekonomi - Jumat, 17 November 2017 - 17:10 WIB

Warga Diminta Tidak Bertransaksi dengan Valuta Asing

Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo mengimbau masyarakat menggunakan transaksi di dalam negeri menggunakan Rupiah bukan valuta asing.Hal ini mengingat ...
Ini penjelasan Pemred Metro TV soal Hilman Mattauch
Peristiwa - Jumat, 17 November 2017 - 15:46 WIB

Ini penjelasan Pemred Metro TV soal Hilman Mattauch

Pihak Metro TV memberikan klarifikasinya terkait status Hilman Mattauch yang menyupiri Setya Novanto menggunakan mobil Toyota Fortuner B 1732 ZLO ...