Tuesday, 17 July 2018 | 18.43 WIB
KiniNEWS>Nasional>Ekonomi>BPS Harap Inflasi Akhir Tahun Terkendali

BPS Harap Inflasi Akhir Tahun Terkendali

Reporter : Yudi Andriansyah | Wednesday, 1 November 2017 - 12:58 WIB

IMG-27605

Kantor BPS Jakarta (dok)

Jakarta, kini.co.id – Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan tingkat inflasi pada Oktober 2017 sebesar 0,01 persen dengan besaran tingkat inflasi tahun kalender (Januari–Oktober) 2017 sebesar 2,67 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Oktober 2017 terhadap Oktober 2016) sebesar 3,58 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto menyatakan perkembangan inflasi yang rendah ini membuat daya beli stabil seiring perkembangan harga komoditas yang terkendali.

Suharyanto berharap ke depan inflasi akan tetap terjaga mengingat harga komoditas sering mengalami peningkatan pada Desember yang bertepatan dengan Natal dan Tahun Baru.

“Mudah-mudahan target inflasi tercapai dan tidak ada fluktuasi harga,” ujarnya dalam keterangan persnya di Jakarta, Rabu (1/11).

Suharyanto menjelaskan, dari kelompok pengeluaran, bahan makanan dan transportasi, komunikasi dan jasa keuangan menjadi penyumbang deflasi.

Banyak komoditas bahan makanan yang mengalami penurunan, antara lain daging ayam ras, berbagai sayuran, bawang putih dan ikan segar.

Sementara itu, komoditas lain seperti cabai merah dan beras menjadi penyumbang inflasi dari kelompok bahan makanan.

“Secara umum banyak yang turun, tetapi dua komoditas ini harus menjadi perhatian serius,” tambahnya.

Sedangkan sisanya, kelompok pengeluaran seperti sandang, pangan, perumaan air listrik dan pendidikan rekreasi olah raga mengalami inflasi.

Namun demikan jika dibandingkan secara tahunan, inflasi Oktober 2017 Jauh lebih rendah dari periode yang sama tahun lalu saat inflasi menyentuh 0,16%.

Namun, inflasi ini sedikit lebih tinggi dibandingkan Oktober 2015 yang mengalami deflasi 0,08%.

Sementara itu berdasarkan 82 kota Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 130,09, sebanyak 38 kota mengalami deflasi dan 44 kota inflasi, dengan inflasi tertinggi dialami Tual yakni sebesar 1,05 persen dengan IHK 155,2 dan terendah Surakarta dan Cilegon 0,01 persen, masing-masing IHK sebesar 124,65 dan 136,75.

Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Palu sebesar 1,31 persen dengan IHK sebesar 130,33 dan terendah terjadi di Palopo sebesar 0,01 persen dengan IHK sebesar 127,47.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Hukum - Tuesday, 27 March 2018 - 18:22 WIB

KPK Tahan Tujuh Tersangka Kasus Suap DPRD Malang

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung menahan tujuh tersangka kasus dugaan korupsi Malang, Jawa Timur.Ketujuh orang yang dimaksud antara lain enam ...
Peristiwa - Tuesday, 27 March 2018 - 17:47 WIB

Arief Hidayat kembali dilantik jadi hakim MK

Presiden Jokowi kembali melantik Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat sebagai hakim konstitusi untuk periode kedua, masa bakti 2018-2023. Arief mengucapkan sumpahnya ...
Politik - Tuesday, 27 March 2018 - 17:28 WIB

Bahas RKP 2019, DPD berharap program pemerintah tepat sasaran

Dewan Perwakilan Daerah (DPD) melihat masih banyak kebijakan pembangunan di daerah yang tidak tepat sasaran. Untuk itu, diharapkan pemerintah dapat ...
Politik - Tuesday, 27 March 2018 - 17:18 WIB

PKS siapkan sembilan nama untuk kalahkan Jokowi di Pilpres 2019

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menyatakan ada sembilan nama yang siap ditawarkan untuk posisi calon presiden atau calon ...
Politik - Tuesday, 27 March 2018 - 16:56 WIB

Awasi Pemilu 2019, Bawaslu Mulai Buka Pendaftaran Pemantau

Tahapan pelaksaan Pemilu legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 sudah mulai berjalan. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pun mulai membuka ...
Hukum - Tuesday, 27 March 2018 - 16:48 WIB

Tiga Kandidat Deputi Penindakan Jalani Tes Akhir

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengantongi nama-nama calon Deputi Penindakan usai ditinggal Inspektur Heru Winarko yang diangkat Presiden Joko Widodo ...
Place your ads here...