Rabu, 17 Januari 2018 | 17.28 WIB
KiniNEWS>Nasional>Ekonomi>BPS Harap Inflasi Akhir Tahun Terkendali

BPS Harap Inflasi Akhir Tahun Terkendali

Reporter : Yudi Andriansyah | Rabu, 1 November 2017 - 12:58 WIB

IMG-27605

Kantor BPS Jakarta (dok)

Jakarta, kini.co.id – Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan tingkat inflasi pada Oktober 2017 sebesar 0,01 persen dengan besaran tingkat inflasi tahun kalender (Januari–Oktober) 2017 sebesar 2,67 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Oktober 2017 terhadap Oktober 2016) sebesar 3,58 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto menyatakan perkembangan inflasi yang rendah ini membuat daya beli stabil seiring perkembangan harga komoditas yang terkendali.

Suharyanto berharap ke depan inflasi akan tetap terjaga mengingat harga komoditas sering mengalami peningkatan pada Desember yang bertepatan dengan Natal dan Tahun Baru.

“Mudah-mudahan target inflasi tercapai dan tidak ada fluktuasi harga,” ujarnya dalam keterangan persnya di Jakarta, Rabu (1/11).

Suharyanto menjelaskan, dari kelompok pengeluaran, bahan makanan dan transportasi, komunikasi dan jasa keuangan menjadi penyumbang deflasi.

Banyak komoditas bahan makanan yang mengalami penurunan, antara lain daging ayam ras, berbagai sayuran, bawang putih dan ikan segar.

Sementara itu, komoditas lain seperti cabai merah dan beras menjadi penyumbang inflasi dari kelompok bahan makanan.

“Secara umum banyak yang turun, tetapi dua komoditas ini harus menjadi perhatian serius,” tambahnya.

Sedangkan sisanya, kelompok pengeluaran seperti sandang, pangan, perumaan air listrik dan pendidikan rekreasi olah raga mengalami inflasi.

Namun demikan jika dibandingkan secara tahunan, inflasi Oktober 2017 Jauh lebih rendah dari periode yang sama tahun lalu saat inflasi menyentuh 0,16%.

Namun, inflasi ini sedikit lebih tinggi dibandingkan Oktober 2015 yang mengalami deflasi 0,08%.

Sementara itu berdasarkan 82 kota Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 130,09, sebanyak 38 kota mengalami deflasi dan 44 kota inflasi, dengan inflasi tertinggi dialami Tual yakni sebesar 1,05 persen dengan IHK 155,2 dan terendah Surakarta dan Cilegon 0,01 persen, masing-masing IHK sebesar 124,65 dan 136,75.

Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Palu sebesar 1,31 persen dengan IHK sebesar 130,33 dan terendah terjadi di Palopo sebesar 0,01 persen dengan IHK sebesar 127,47.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Urgensi impor beras dipertanyakan
Politik - Rabu, 17 Januari 2018 - 17:09 WIB

Urgensi impor beras dipertanyakan

Anggota DPR Sukamta menyatakan pemerintah harus mengkaji betul sebelum sebuah kebijakan yang diambil terkait impor beras.Dia mempertanyakan urgensi harus ...
DPR Minta Tidak Ada Kebijakan Asing Untuk Miliki Pulau
Politik - Rabu, 17 Januari 2018 - 16:56 WIB

DPR Minta Tidak Ada Kebijakan Asing Untuk Miliki Pulau

Menanggapi adanya penawaran kepemilikan Pulau Ajab melalui situs privateislandsonline.com, Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Lukman Edy menyatakan perlunya ketegasan ...
Ustadz ‘akhir zaman’ Zulkifli M  Ali jadi tersangka
Peristiwa - Rabu, 17 Januari 2018 - 16:45 WIB

Ustadz ‘akhir zaman’ Zulkifli M Ali jadi tersangka

Ustadz Zulkifli Muhammad Ali ditetapkan sebagai tersangka atas tuduhan sengaja menunjukkan kebencian atau ras benci kepada orang lain berdasarkan ras ...
Pemerintah Mau Impor Beras 500 Ribu Ton, DPR Panggil Mendag
Ekonomi - Rabu, 17 Januari 2018 - 14:44 WIB

Pemerintah Mau Impor Beras 500 Ribu Ton, DPR Panggil Mendag

Mengatasi mahalnya beras di tengah masyarakat, Pemerintah Indonesia memutuskan untuk melakukan impor.Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI memutuskan akan mengimpor beras sebanyak ...
Rangkap jabatan Menteri, JK: Partai bisa diurus malam
Politik - Rabu, 17 Januari 2018 - 14:38 WIB

Rangkap jabatan Menteri, JK: Partai bisa diurus malam

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan menteri yang rangkap jabatan sebagai ketua partai bisa mengurus partai pada malam hari, ...
Resmi Menjabat Sebagai KSAU, Ini Harta Kekayaan Yuyu Sutisna
Nasional - Rabu, 17 Januari 2018 - 13:57 WIB

Resmi Menjabat Sebagai KSAU, Ini Harta Kekayaan Yuyu Sutisna

Marsekal Madya Yuyu Sutisna resmi menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) menggantikan posisi Marsekal Hadi Tjahjanto yang kini menjabat ...