Sabtu, 18 November 2017 | 07.59 WIB
KiniNEWS>Nasional>Ekonomi>BPS Harap Inflasi Akhir Tahun Terkendali

BPS Harap Inflasi Akhir Tahun Terkendali

Reporter : Yudi Andriansyah | Rabu, 1 November 2017 - 12:58 WIB

IMG-27605

Kantor BPS Jakarta (dok)

Jakarta, kini.co.id – Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan tingkat inflasi pada Oktober 2017 sebesar 0,01 persen dengan besaran tingkat inflasi tahun kalender (Januari–Oktober) 2017 sebesar 2,67 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Oktober 2017 terhadap Oktober 2016) sebesar 3,58 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto menyatakan perkembangan inflasi yang rendah ini membuat daya beli stabil seiring perkembangan harga komoditas yang terkendali.

Suharyanto berharap ke depan inflasi akan tetap terjaga mengingat harga komoditas sering mengalami peningkatan pada Desember yang bertepatan dengan Natal dan Tahun Baru.

“Mudah-mudahan target inflasi tercapai dan tidak ada fluktuasi harga,” ujarnya dalam keterangan persnya di Jakarta, Rabu (1/11).

Suharyanto menjelaskan, dari kelompok pengeluaran, bahan makanan dan transportasi, komunikasi dan jasa keuangan menjadi penyumbang deflasi.

Banyak komoditas bahan makanan yang mengalami penurunan, antara lain daging ayam ras, berbagai sayuran, bawang putih dan ikan segar.

Sementara itu, komoditas lain seperti cabai merah dan beras menjadi penyumbang inflasi dari kelompok bahan makanan.

“Secara umum banyak yang turun, tetapi dua komoditas ini harus menjadi perhatian serius,” tambahnya.

Sedangkan sisanya, kelompok pengeluaran seperti sandang, pangan, perumaan air listrik dan pendidikan rekreasi olah raga mengalami inflasi.

Namun demikan jika dibandingkan secara tahunan, inflasi Oktober 2017 Jauh lebih rendah dari periode yang sama tahun lalu saat inflasi menyentuh 0,16%.

Namun, inflasi ini sedikit lebih tinggi dibandingkan Oktober 2015 yang mengalami deflasi 0,08%.

Sementara itu berdasarkan 82 kota Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 130,09, sebanyak 38 kota mengalami deflasi dan 44 kota inflasi, dengan inflasi tertinggi dialami Tual yakni sebesar 1,05 persen dengan IHK 155,2 dan terendah Surakarta dan Cilegon 0,01 persen, masing-masing IHK sebesar 124,65 dan 136,75.

Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Palu sebesar 1,31 persen dengan IHK sebesar 130,33 dan terendah terjadi di Palopo sebesar 0,01 persen dengan IHK sebesar 127,47.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Buka Munas KAHMI, Jokowi singgung tantangan Negara
Politik - Jumat, 17 November 2017 - 21:59 WIB

Buka Munas KAHMI, Jokowi singgung tantangan Negara

Presiden Jokowi mengaku berbahagia hadir di tengah anggota KAHMI yang terkenal dengan orang-orang yang memiliki kehandalan di segala bidang."KAHMI ...
Mahfud MD tegaskan sikap politik KAHMI independen
Politik - Jumat, 17 November 2017 - 21:06 WIB

Mahfud MD tegaskan sikap politik KAHMI independen

Ketua Umum Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI), Prof Mahfud MD menegaskan sikap politik organisasinya yang independen dan netral kepada ...
Agar tak kabur lagi, IPW sarankan KPK borgol Setnov
Hukum - Jumat, 17 November 2017 - 19:59 WIB

Agar tak kabur lagi, IPW sarankan KPK borgol Setnov

Indonesia Police Watch (IPW) menilai kasus kecelakaan tunggal yang menimpa Ketua DPR Setya Novanto menjadi blessing in disguise (berkah tersembunyi) bagi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).Pasalnya, PK ...
14 Parpol calon peserta Pemilu 2019 harus perbaiki pendaftaran
Politik - Jumat, 17 November 2017 - 19:39 WIB

14 Parpol calon peserta Pemilu 2019 harus perbaiki pendaftaran

Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyampaikan hasil penelitian administrasi terhadap dokumen 14 partai politik (parpol) calon peserta pemilu 2019.Adapun, 14 ...
Warga Diminta Tidak Bertransaksi dengan Valuta Asing
Ekonomi - Jumat, 17 November 2017 - 17:10 WIB

Warga Diminta Tidak Bertransaksi dengan Valuta Asing

Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo mengimbau masyarakat menggunakan transaksi di dalam negeri menggunakan Rupiah bukan valuta asing.Hal ini mengingat ...
Ini penjelasan Pemred Metro TV soal Hilman Mattauch
Peristiwa - Jumat, 17 November 2017 - 15:46 WIB

Ini penjelasan Pemred Metro TV soal Hilman Mattauch

Pihak Metro TV memberikan klarifikasinya terkait status Hilman Mattauch yang menyupiri Setya Novanto menggunakan mobil Toyota Fortuner B 1732 ZLO ...