Rabu, 17 Oktober 2018 | 11.19 WIB
KiniNEWS>Nasional>Ekonomi>BPS Harap Inflasi Akhir Tahun Terkendali

BPS Harap Inflasi Akhir Tahun Terkendali

Reporter : Yudi Andriansyah | Rabu, 1 November 2017 - 12:58 WIB

IMG-27605

Kantor BPS Jakarta (dok)

Jakarta, kini.co.id – Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan tingkat inflasi pada Oktober 2017 sebesar 0,01 persen dengan besaran tingkat inflasi tahun kalender (Januari–Oktober) 2017 sebesar 2,67 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Oktober 2017 terhadap Oktober 2016) sebesar 3,58 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto menyatakan perkembangan inflasi yang rendah ini membuat daya beli stabil seiring perkembangan harga komoditas yang terkendali.

Suharyanto berharap ke depan inflasi akan tetap terjaga mengingat harga komoditas sering mengalami peningkatan pada Desember yang bertepatan dengan Natal dan Tahun Baru.

“Mudah-mudahan target inflasi tercapai dan tidak ada fluktuasi harga,” ujarnya dalam keterangan persnya di Jakarta, Rabu (1/11).

Suharyanto menjelaskan, dari kelompok pengeluaran, bahan makanan dan transportasi, komunikasi dan jasa keuangan menjadi penyumbang deflasi.

Banyak komoditas bahan makanan yang mengalami penurunan, antara lain daging ayam ras, berbagai sayuran, bawang putih dan ikan segar.

Sementara itu, komoditas lain seperti cabai merah dan beras menjadi penyumbang inflasi dari kelompok bahan makanan.

“Secara umum banyak yang turun, tetapi dua komoditas ini harus menjadi perhatian serius,” tambahnya.

Sedangkan sisanya, kelompok pengeluaran seperti sandang, pangan, perumaan air listrik dan pendidikan rekreasi olah raga mengalami inflasi.

Namun demikan jika dibandingkan secara tahunan, inflasi Oktober 2017 Jauh lebih rendah dari periode yang sama tahun lalu saat inflasi menyentuh 0,16%.

Namun, inflasi ini sedikit lebih tinggi dibandingkan Oktober 2015 yang mengalami deflasi 0,08%.

Sementara itu berdasarkan 82 kota Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 130,09, sebanyak 38 kota mengalami deflasi dan 44 kota inflasi, dengan inflasi tertinggi dialami Tual yakni sebesar 1,05 persen dengan IHK 155,2 dan terendah Surakarta dan Cilegon 0,01 persen, masing-masing IHK sebesar 124,65 dan 136,75.

Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Palu sebesar 1,31 persen dengan IHK sebesar 130,33 dan terendah terjadi di Palopo sebesar 0,01 persen dengan IHK sebesar 127,47.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Peristiwa - Rabu, 17 Oktober 2018 - 11:12 WIB

Polisi Sebut Tersangka Tak Bermaksud Tembak Kaca DPR

Peristiwa penembakan kaca kantor DPR RI sempat menghebohkan publik. Netizen pun bertanya apakah ada maksud pembunuhan atau penembakan misterius di ...
Nasional - Rabu, 17 Oktober 2018 - 09:52 WIB

Sidang IPU 139 Jenewa, Jazuli: 36 Negara Tolak Pelegalan LGBT

Anggota Komisi I DPR RI, Jazuli Juwaini menyebut dalam sidang Inter-Parliamentary Union (IPU) 139 di Jenewa sebanyak 36 negara yang ...
Hukum - Rabu, 17 Oktober 2018 - 09:15 WIB

Berkasus Lagi, KPK Pertimbangkan Tuntutan Hukuman Maksimal terhadap Billy Sindoro

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mempertimbangkan tuntutan hukuman maksimal kepada Bos Lippo Group, Billy Sindoro. Hal ini ...
- Selasa, 16 Oktober 2018 - 20:05 WIB

KPK sebut Bupati Bekasi tak sampaikan sedang hamil

Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (Jubir KPK), Febri Diansyah mengatakan bahwa selama menjalani pemeriksaan Bupati Bekasi non-aktif, Neneng Hasnah Yasin tidak ...
Peristiwa - Selasa, 16 Oktober 2018 - 19:59 WIB

Ternyata penembak gedung DPR lulus sertifikasi menembak

KETUA Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Bambang Soesatyo menuturkan bahwa terduga penembak peluru nyasar yang mengenai ruang kerja anggota DPR pada ...
Hukum - Selasa, 16 Oktober 2018 - 19:24 WIB

Meikarta, mengejar mimpi beralas upeti

OPERASI tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap sejumlah pejabat di Kabupaten Bekasi, berbuntut pada penetapan tersangka ...