Tuesday, 17 July 2018 | 18.44 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Rudi Alfonso Bantah Perintahkan Miryam Mencabut BAP

Rudi Alfonso Bantah Perintahkan Miryam Mencabut BAP

Reporter : Fadilah | Wednesday, 1 November 2017 - 15:13 WIB

IMG-27611

Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). KiniNews/Rakisa.

Jakarta, kini.co.id – Pengacara Partai Golkar, Rudi Alfonso rampung diperiksa oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Ketua Bidang Hukum dan HAM Partai Golkar itu membantah tudingan bahwa dirinya mengatur serta memerintahkan sejumlah pihak untuk mencabut keterangannya dalam BAP (Berita Acara Pemeriksaan) dalam kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP.

“Tidak ada, bohong itu. Siapa yang ngomong gitu? Ngawur saja,” katanya di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Rabu, (1/11/2017).

Nama Rudi disebut-sebut dalam persidangan anggota DPR dari Fraksi Hanura Miryam S Haryani.

Rudi disebut oleh pengacara Elza Syarief mengatur dan mengarahkan saksi-saksi dalam kasus korupsi e-KTP, agar tak memberikan keterangan yang sebenarnya dan mencabut keterangan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

Elza, ketika itu di persidangan, mengaku mengetahui peran Rudi lewat percakapan telepon antara rekannya Farhat Abbas dengan seorang anggota Golkar dengan panggilan Zul.

Namun, Elza tak mengetahui detail peran Rudi untuk mempengaruhi saksi-saksi di kasus e-KTP itu.

Terkait hal tersebut, Rudi menyebut bahwa apa yang disampaikan oleh Elza di persidangan tersebut tidak berdasar.

Ia pun meminta tudingan tersebut dikonfirmasi kepada Zul. “Tanya sama si Zul, itu siapa yang mengarahkan. Kalau tidak ada, bisa kita pidanakan,” kata dia.

Sementara itu terkait pemeriksaannya, Rudi menyebut hanya ditanya seputar pekerjaan, dan jabatannya di Partai Golkar.

“Saya juga ditanya apakah saya pernah bertemu dengan yang bersangkutan (Markus Nari). Saya bilang pernah di suatu rapat di DPP. Karena saya Ketua Bidang Hukum, beliau menghubungi saya. Dia mendapat surat panggilan untuk menjadi saksi Irman dan Sugiharto, dia bertanya harus bagaimana,” katanya

“Lalu saya katakan, saudara mesti kooperatif, sampaikan apa adanya. Kalau menerima sesuatu atau uang, itu dikembalikan. Sama seperti yang saya sarankan ke Budi Duprianto dan Charles Mesang. Kalau tidak, katakan tidak,” pungkasnya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Hukum - Tuesday, 27 March 2018 - 18:22 WIB

KPK Tahan Tujuh Tersangka Kasus Suap DPRD Malang

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung menahan tujuh tersangka kasus dugaan korupsi Malang, Jawa Timur.Ketujuh orang yang dimaksud antara lain enam ...
Peristiwa - Tuesday, 27 March 2018 - 17:47 WIB

Arief Hidayat kembali dilantik jadi hakim MK

Presiden Jokowi kembali melantik Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat sebagai hakim konstitusi untuk periode kedua, masa bakti 2018-2023. Arief mengucapkan sumpahnya ...
Politik - Tuesday, 27 March 2018 - 17:28 WIB

Bahas RKP 2019, DPD berharap program pemerintah tepat sasaran

Dewan Perwakilan Daerah (DPD) melihat masih banyak kebijakan pembangunan di daerah yang tidak tepat sasaran. Untuk itu, diharapkan pemerintah dapat ...
Politik - Tuesday, 27 March 2018 - 17:18 WIB

PKS siapkan sembilan nama untuk kalahkan Jokowi di Pilpres 2019

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menyatakan ada sembilan nama yang siap ditawarkan untuk posisi calon presiden atau calon ...
Politik - Tuesday, 27 March 2018 - 16:56 WIB

Awasi Pemilu 2019, Bawaslu Mulai Buka Pendaftaran Pemantau

Tahapan pelaksaan Pemilu legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 sudah mulai berjalan. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pun mulai membuka ...
Hukum - Tuesday, 27 March 2018 - 16:48 WIB

Tiga Kandidat Deputi Penindakan Jalani Tes Akhir

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengantongi nama-nama calon Deputi Penindakan usai ditinggal Inspektur Heru Winarko yang diangkat Presiden Joko Widodo ...
Place your ads here...