Sabtu, 18 November 2017 | 08.03 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Rudi Alfonso Bantah Perintahkan Miryam Mencabut BAP

Rudi Alfonso Bantah Perintahkan Miryam Mencabut BAP

Reporter : Fadilah | Rabu, 1 November 2017 - 15:13 WIB

IMG-27611

Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). KiniNews/Rakisa.

Jakarta, kini.co.id – Pengacara Partai Golkar, Rudi Alfonso rampung diperiksa oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Ketua Bidang Hukum dan HAM Partai Golkar itu membantah tudingan bahwa dirinya mengatur serta memerintahkan sejumlah pihak untuk mencabut keterangannya dalam BAP (Berita Acara Pemeriksaan) dalam kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP.

“Tidak ada, bohong itu. Siapa yang ngomong gitu? Ngawur saja,” katanya di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Rabu, (1/11/2017).

Nama Rudi disebut-sebut dalam persidangan anggota DPR dari Fraksi Hanura Miryam S Haryani.

Rudi disebut oleh pengacara Elza Syarief mengatur dan mengarahkan saksi-saksi dalam kasus korupsi e-KTP, agar tak memberikan keterangan yang sebenarnya dan mencabut keterangan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

Elza, ketika itu di persidangan, mengaku mengetahui peran Rudi lewat percakapan telepon antara rekannya Farhat Abbas dengan seorang anggota Golkar dengan panggilan Zul.

Namun, Elza tak mengetahui detail peran Rudi untuk mempengaruhi saksi-saksi di kasus e-KTP itu.

Terkait hal tersebut, Rudi menyebut bahwa apa yang disampaikan oleh Elza di persidangan tersebut tidak berdasar.

Ia pun meminta tudingan tersebut dikonfirmasi kepada Zul. “Tanya sama si Zul, itu siapa yang mengarahkan. Kalau tidak ada, bisa kita pidanakan,” kata dia.

Sementara itu terkait pemeriksaannya, Rudi menyebut hanya ditanya seputar pekerjaan, dan jabatannya di Partai Golkar.

“Saya juga ditanya apakah saya pernah bertemu dengan yang bersangkutan (Markus Nari). Saya bilang pernah di suatu rapat di DPP. Karena saya Ketua Bidang Hukum, beliau menghubungi saya. Dia mendapat surat panggilan untuk menjadi saksi Irman dan Sugiharto, dia bertanya harus bagaimana,” katanya

“Lalu saya katakan, saudara mesti kooperatif, sampaikan apa adanya. Kalau menerima sesuatu atau uang, itu dikembalikan. Sama seperti yang saya sarankan ke Budi Duprianto dan Charles Mesang. Kalau tidak, katakan tidak,” pungkasnya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Buka Munas KAHMI, Jokowi singgung tantangan Negara
Politik - Jumat, 17 November 2017 - 21:59 WIB

Buka Munas KAHMI, Jokowi singgung tantangan Negara

Presiden Jokowi mengaku berbahagia hadir di tengah anggota KAHMI yang terkenal dengan orang-orang yang memiliki kehandalan di segala bidang."KAHMI ...
Mahfud MD tegaskan sikap politik KAHMI independen
Politik - Jumat, 17 November 2017 - 21:06 WIB

Mahfud MD tegaskan sikap politik KAHMI independen

Ketua Umum Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI), Prof Mahfud MD menegaskan sikap politik organisasinya yang independen dan netral kepada ...
Agar tak kabur lagi, IPW sarankan KPK borgol Setnov
Hukum - Jumat, 17 November 2017 - 19:59 WIB

Agar tak kabur lagi, IPW sarankan KPK borgol Setnov

Indonesia Police Watch (IPW) menilai kasus kecelakaan tunggal yang menimpa Ketua DPR Setya Novanto menjadi blessing in disguise (berkah tersembunyi) bagi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).Pasalnya, PK ...
14 Parpol calon peserta Pemilu 2019 harus perbaiki pendaftaran
Politik - Jumat, 17 November 2017 - 19:39 WIB

14 Parpol calon peserta Pemilu 2019 harus perbaiki pendaftaran

Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyampaikan hasil penelitian administrasi terhadap dokumen 14 partai politik (parpol) calon peserta pemilu 2019.Adapun, 14 ...
Warga Diminta Tidak Bertransaksi dengan Valuta Asing
Ekonomi - Jumat, 17 November 2017 - 17:10 WIB

Warga Diminta Tidak Bertransaksi dengan Valuta Asing

Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo mengimbau masyarakat menggunakan transaksi di dalam negeri menggunakan Rupiah bukan valuta asing.Hal ini mengingat ...
Ini penjelasan Pemred Metro TV soal Hilman Mattauch
Peristiwa - Jumat, 17 November 2017 - 15:46 WIB

Ini penjelasan Pemred Metro TV soal Hilman Mattauch

Pihak Metro TV memberikan klarifikasinya terkait status Hilman Mattauch yang menyupiri Setya Novanto menggunakan mobil Toyota Fortuner B 1732 ZLO ...