Rabu, 17 Januari 2018 | 17.38 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Rudi Alfonso Bantah Perintahkan Miryam Mencabut BAP

Rudi Alfonso Bantah Perintahkan Miryam Mencabut BAP

Reporter : Fadilah | Rabu, 1 November 2017 - 15:13 WIB

IMG-27611

Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). KiniNews/Rakisa.

Jakarta, kini.co.id – Pengacara Partai Golkar, Rudi Alfonso rampung diperiksa oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Ketua Bidang Hukum dan HAM Partai Golkar itu membantah tudingan bahwa dirinya mengatur serta memerintahkan sejumlah pihak untuk mencabut keterangannya dalam BAP (Berita Acara Pemeriksaan) dalam kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP.

“Tidak ada, bohong itu. Siapa yang ngomong gitu? Ngawur saja,” katanya di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Rabu, (1/11/2017).

Nama Rudi disebut-sebut dalam persidangan anggota DPR dari Fraksi Hanura Miryam S Haryani.

Rudi disebut oleh pengacara Elza Syarief mengatur dan mengarahkan saksi-saksi dalam kasus korupsi e-KTP, agar tak memberikan keterangan yang sebenarnya dan mencabut keterangan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

Elza, ketika itu di persidangan, mengaku mengetahui peran Rudi lewat percakapan telepon antara rekannya Farhat Abbas dengan seorang anggota Golkar dengan panggilan Zul.

Namun, Elza tak mengetahui detail peran Rudi untuk mempengaruhi saksi-saksi di kasus e-KTP itu.

Terkait hal tersebut, Rudi menyebut bahwa apa yang disampaikan oleh Elza di persidangan tersebut tidak berdasar.

Ia pun meminta tudingan tersebut dikonfirmasi kepada Zul. “Tanya sama si Zul, itu siapa yang mengarahkan. Kalau tidak ada, bisa kita pidanakan,” kata dia.

Sementara itu terkait pemeriksaannya, Rudi menyebut hanya ditanya seputar pekerjaan, dan jabatannya di Partai Golkar.

“Saya juga ditanya apakah saya pernah bertemu dengan yang bersangkutan (Markus Nari). Saya bilang pernah di suatu rapat di DPP. Karena saya Ketua Bidang Hukum, beliau menghubungi saya. Dia mendapat surat panggilan untuk menjadi saksi Irman dan Sugiharto, dia bertanya harus bagaimana,” katanya

“Lalu saya katakan, saudara mesti kooperatif, sampaikan apa adanya. Kalau menerima sesuatu atau uang, itu dikembalikan. Sama seperti yang saya sarankan ke Budi Duprianto dan Charles Mesang. Kalau tidak, katakan tidak,” pungkasnya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Urgensi impor beras dipertanyakan
Politik - Rabu, 17 Januari 2018 - 17:09 WIB

Urgensi impor beras dipertanyakan

Anggota DPR Sukamta menyatakan pemerintah harus mengkaji betul sebelum sebuah kebijakan yang diambil terkait impor beras.Dia mempertanyakan urgensi harus ...
DPR Minta Tidak Ada Kebijakan Asing Untuk Miliki Pulau
Politik - Rabu, 17 Januari 2018 - 16:56 WIB

DPR Minta Tidak Ada Kebijakan Asing Untuk Miliki Pulau

Menanggapi adanya penawaran kepemilikan Pulau Ajab melalui situs privateislandsonline.com, Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Lukman Edy menyatakan perlunya ketegasan ...
Ustadz ‘akhir zaman’ Zulkifli M  Ali jadi tersangka
Peristiwa - Rabu, 17 Januari 2018 - 16:45 WIB

Ustadz ‘akhir zaman’ Zulkifli M Ali jadi tersangka

Ustadz Zulkifli Muhammad Ali ditetapkan sebagai tersangka atas tuduhan sengaja menunjukkan kebencian atau ras benci kepada orang lain berdasarkan ras ...
Pemerintah Mau Impor Beras 500 Ribu Ton, DPR Panggil Mendag
Ekonomi - Rabu, 17 Januari 2018 - 14:44 WIB

Pemerintah Mau Impor Beras 500 Ribu Ton, DPR Panggil Mendag

Mengatasi mahalnya beras di tengah masyarakat, Pemerintah Indonesia memutuskan untuk melakukan impor.Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI memutuskan akan mengimpor beras sebanyak ...
Rangkap jabatan Menteri, JK: Partai bisa diurus malam
Politik - Rabu, 17 Januari 2018 - 14:38 WIB

Rangkap jabatan Menteri, JK: Partai bisa diurus malam

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan menteri yang rangkap jabatan sebagai ketua partai bisa mengurus partai pada malam hari, ...
Resmi Menjabat Sebagai KSAU, Ini Harta Kekayaan Yuyu Sutisna
Nasional - Rabu, 17 Januari 2018 - 13:57 WIB

Resmi Menjabat Sebagai KSAU, Ini Harta Kekayaan Yuyu Sutisna

Marsekal Madya Yuyu Sutisna resmi menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) menggantikan posisi Marsekal Hadi Tjahjanto yang kini menjabat ...