Rabu, 17 Oktober 2018 | 11.18 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Rudi Alfonso Bantah Perintahkan Miryam Mencabut BAP

Rudi Alfonso Bantah Perintahkan Miryam Mencabut BAP

Reporter : Restu Fadilah | Rabu, 1 November 2017 - 15:13 WIB

IMG-27611

Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). KiniNews/Rakisa.

Jakarta, kini.co.id – Pengacara Partai Golkar, Rudi Alfonso rampung diperiksa oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Ketua Bidang Hukum dan HAM Partai Golkar itu membantah tudingan bahwa dirinya mengatur serta memerintahkan sejumlah pihak untuk mencabut keterangannya dalam BAP (Berita Acara Pemeriksaan) dalam kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP.

“Tidak ada, bohong itu. Siapa yang ngomong gitu? Ngawur saja,” katanya di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Rabu, (1/11/2017).

Nama Rudi disebut-sebut dalam persidangan anggota DPR dari Fraksi Hanura Miryam S Haryani.

Rudi disebut oleh pengacara Elza Syarief mengatur dan mengarahkan saksi-saksi dalam kasus korupsi e-KTP, agar tak memberikan keterangan yang sebenarnya dan mencabut keterangan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

Elza, ketika itu di persidangan, mengaku mengetahui peran Rudi lewat percakapan telepon antara rekannya Farhat Abbas dengan seorang anggota Golkar dengan panggilan Zul.

Namun, Elza tak mengetahui detail peran Rudi untuk mempengaruhi saksi-saksi di kasus e-KTP itu.

Terkait hal tersebut, Rudi menyebut bahwa apa yang disampaikan oleh Elza di persidangan tersebut tidak berdasar.

Ia pun meminta tudingan tersebut dikonfirmasi kepada Zul. “Tanya sama si Zul, itu siapa yang mengarahkan. Kalau tidak ada, bisa kita pidanakan,” kata dia.

Sementara itu terkait pemeriksaannya, Rudi menyebut hanya ditanya seputar pekerjaan, dan jabatannya di Partai Golkar.

“Saya juga ditanya apakah saya pernah bertemu dengan yang bersangkutan (Markus Nari). Saya bilang pernah di suatu rapat di DPP. Karena saya Ketua Bidang Hukum, beliau menghubungi saya. Dia mendapat surat panggilan untuk menjadi saksi Irman dan Sugiharto, dia bertanya harus bagaimana,” katanya

“Lalu saya katakan, saudara mesti kooperatif, sampaikan apa adanya. Kalau menerima sesuatu atau uang, itu dikembalikan. Sama seperti yang saya sarankan ke Budi Duprianto dan Charles Mesang. Kalau tidak, katakan tidak,” pungkasnya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Peristiwa - Rabu, 17 Oktober 2018 - 11:12 WIB

Polisi Sebut Tersangka Tak Bermaksud Tembak Kaca DPR

Peristiwa penembakan kaca kantor DPR RI sempat menghebohkan publik. Netizen pun bertanya apakah ada maksud pembunuhan atau penembakan misterius di ...
Nasional - Rabu, 17 Oktober 2018 - 09:52 WIB

Sidang IPU 139 Jenewa, Jazuli: 36 Negara Tolak Pelegalan LGBT

Anggota Komisi I DPR RI, Jazuli Juwaini menyebut dalam sidang Inter-Parliamentary Union (IPU) 139 di Jenewa sebanyak 36 negara yang ...
Hukum - Rabu, 17 Oktober 2018 - 09:15 WIB

Berkasus Lagi, KPK Pertimbangkan Tuntutan Hukuman Maksimal terhadap Billy Sindoro

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mempertimbangkan tuntutan hukuman maksimal kepada Bos Lippo Group, Billy Sindoro. Hal ini ...
- Selasa, 16 Oktober 2018 - 20:05 WIB

KPK sebut Bupati Bekasi tak sampaikan sedang hamil

Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (Jubir KPK), Febri Diansyah mengatakan bahwa selama menjalani pemeriksaan Bupati Bekasi non-aktif, Neneng Hasnah Yasin tidak ...
Peristiwa - Selasa, 16 Oktober 2018 - 19:59 WIB

Ternyata penembak gedung DPR lulus sertifikasi menembak

KETUA Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Bambang Soesatyo menuturkan bahwa terduga penembak peluru nyasar yang mengenai ruang kerja anggota DPR pada ...
Hukum - Selasa, 16 Oktober 2018 - 19:24 WIB

Meikarta, mengejar mimpi beralas upeti

OPERASI tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap sejumlah pejabat di Kabupaten Bekasi, berbuntut pada penetapan tersangka ...