Jumat, 19 Oktober 2018 | 17.12 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Tujuh terduga teroris Bima ditangkap, dua tewas

Tujuh terduga teroris Bima ditangkap, dua tewas

Reporter : Zainal Bakri | Kamis, 2 November 2017 - 15:42 WIB

IMG-27617

Ilustrasi penangkapan lima terduga teroris di Bima, Nusa Tenggara Barat. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal.

Jakarta, kini.co.id – Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri menangkap tujuh orang yang diduga terkait dengan kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) pimpinan Imam Munandar di Ambalawi, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu (1/11) kemarin.

Dari tujuh orang tersebut, dua diantaranya meninggal dunia yakni Muhamad Amirullah alias Once Dance (37) dan Rahmad Fadlizil Jalil alias Yaman (27), warga Kelurahan Penato’i Kecamatan Mpuda Kabupaten Bima.

Sementara kelima orang terduga lainnya, yakni masing-masing Muhammad Ikbal Tanjung (28) yang diduga berperan sebagai eksekutor penembakan, Abdul Hamid alias Dami (60) yang diduga memberikan bantuan logistik kepada para pelaku yang dalam pelarian karena terkait dengan penembakan anggota Polres Bima.

Kemudian, Jasman Ahmad (28) yang diduga berperan sebagai koordinator penyedia logistik untuk diberikan kepada para pelaku yang sedang dalam pelarian karena terkait dengan penembakan anggota Polres Bima sekaligus anggota JAD, Yaser bin Thamrin (29) yang diduga ikut dalam pelatihan fisik yang dilakukan di internal JAD Bima, serta Arkam (3) yang diduga ikut dalam pelatihan fisik yang dilakukan pada internal JATD Bima.

Kepala Biro Penerangan Umum Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Rikwanto mengatakan, penangkapan ini merupakan hasil pengembangan dari operasi yang dilakukan Densus 88 di Gunung Mawu Rite, Kabupaten Bima sehari sebelumnya.

Kelima terduga teroris juga diduga terkait insiden penembakan anggota Polri Brigadir Kepala Abdul Gafur dan Brigadir Kepala Zainal Abidin di Penatoi, Mpunda, Kota Bima, 11 September 2017 silam. Densus 88 sehari sebelumnya terlibat baku tembak dengan kelompok Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) pimpinan Munandar di Gunung Mawu Rite, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kontak senjata itu mengakibatkan dua terduga teroris tewas. Baku tembak terjadi sekitar pukul 09.45 WITA di Gunung Rite Asakota, tepatnya di Gunung Mawu Rite perbatasan Kota Bima dengan Kecamatan Ambalawi.

Terpisah Wakapolda NTB Komisaris Besar Tajuddin di Mataram, Kamis (2/11) mengatakan ada sembilan terduga teroris yang ditangkap termasuk dua orang yang meninggal.

Saat ini keberadaan dari para terduga yang diamankan secara terpisah tersebut masih dalam perjalanan dari Bima Kota menuju Bandara Internasional Lombok (BIL), Kabupaten Lombok Tengah.

“Sekarang mereka dalam perjalanan ke sini, tentunya dalam pengawalan ketat,” kata Tajuddin saat dihubungi.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Peristiwa - Jumat, 19 Oktober 2018 - 14:29 WIB

Ketua DPR Pastikan Insiden Peluru Nyasar Bukan Ulah Teroris

Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet) memastikan insiden peluru nyasar di beberapa ruang kerja anggota dewan tidak terkait dengan aksi ...
Hukum - Jumat, 19 Oktober 2018 - 13:51 WIB

Masa Tahanan Eks Dirut Pertamina Diperpanjang 40 Hari

Masa tahanan Eks Dirut PT Pertamina (Persero), Karen Galaila Agustiawan diperpanjang sampai 22 November 2018. Kejaksaan Agung melakukan perpanjangan masa ...
Politik - Jumat, 19 Oktober 2018 - 13:39 WIB

DPR Sebut Pemasangan Kaca Anti Peluru Bisa Batal

Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR Anton Sihombing mengatakan, wacana pemasangan kaca antipeluru di Gedung Nusantara I DPR bisa ...
Politik - Jumat, 19 Oktober 2018 - 13:30 WIB

Awas, Libatkan Anak Kampanye Politik Bisa Dipidana

Anak-anak tidak diperkenankan untuk terlibat dalam kegiatan politik. Jika para orangtua melibatkan anaknya dalam kegiatan politik seperti kampanye atau apapun, ...
Politik - Jumat, 19 Oktober 2018 - 12:06 WIB

Incar Kursi Wagub DKI, Gerindra-PKS Yakin Tetap Mesra

Sepeninggal Sandiaga Uno, kursi Wakil Gubernur DKI kini menjadi incaran. Adalah dua partai yakni PKS dan Gerindra yang kini masih ...
Politik - Jumat, 19 Oktober 2018 - 11:30 WIB

Resolusi Dunia Yang Lebih Aman, Damai, dan Berkeadilan di IPU 139

Delegasi Indonesia yang dipimpin Wakil Ketua DPR Agus Hermanto dan Fadli Zon, Ketua BKSAP Nurhayati Ali Assegaf dan Wakil Ketua ...