Selasa, 21 November 2017 | 17.11 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Saksi bingung kenapa rekannya ditangkap polisi

Saksi bingung kenapa rekannya ditangkap polisi

Reporter : Zainal Bakri | Kamis, 2 November 2017 - 19:10 WIB

IMG-27624

Yusrizal, pemuda Jatiwaringin, Bekasi yang dihadirkan sebagai saksi dalam sidang kasus bentrok geng motor di PN Jakarta Timur, Kamis (2/11), ia mengaku heran rekan-rekannya ditangkap. KiniNews/Istimewa.

Jakarta, kini.co.id – Yusrizal, pemuda Jatiwaringin, Bekasi yang dihadirkan sebagai saksi dalam sidang kasus bentrok geng motor, mengaku kebingungan mengapa rekan-rekannya bisa ditangkap dan dijadikan terdakwa.

Pasalnya menurut Rizal para terdakwa bukanlah pelaku pengeroyokan.

“Ada ratusan warga yang terlibat bentrokan dengan geng motor. Saya terlibat juga. Saat tawuran saya selalu bersama Yusfa (salah seorang terdakwa),” kata Yusrizal kepada Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur Senin, Kamis (2/10) siang.

Yusrizal mengatakan tawuran terjadi sekira pukul 03.30 hingga pukul 06.00. “Kami warga Jatiwaringin bisa mengusir geng motor yang menyerang. Mereka kami usir sampai Pangkalan Jati,” katanya.

Usai mengusir anggota geng motor Yusrizal dan rekan – rekannya kembali ke Jalan Jatiwaringin. “Ketika melintas di depan Alfamidi, kami lihat ada korban tergeletak. Waktu itu saya sama Yusfa. Saya heran kenapa Yusfa bisa ditangkap. Saya juga heran kenapa terdakwa lain juga ditangkap, padahal saya tidak lihat mereka di sekitar korban,” kata Yusrizal.

Yusrizal menuturkan saat melihat korban sudah dalam keadaan bersimbah darah. Lalu korban dibawa ke rumah sakit. “Saya bingung kok bisa Yusfa dituduh membacok,” kata Rizal.

Sementara itu, polisi berinisial W, yang berperan sebagai pemeriksa para terdakwa tak bisa hadir dalam sidang.

Menurut Jaksa Teguh, W sudah tiba di Pengadilan, namun harus kembali ke rumah setelah dihubungi istrinya.

“Saya sempat marah, kenapa bisa sampai gak hadir. Katanya istrinya mau melahirkan,” kata Teguh.

Kehadiran W sangat diperlukan untuk dimintai keterangannya. Sebab, dalam keterangannya para terdakwa mengaku dianiaya oleh W. Penganiayaan dilakukan agar para terdakwa mengakui perbuatan yang tidak mereka lakukan.

Majelis hakim mengatakan agar jaksa memanggil kembali W dalam sidang pekan depan.

Kuasa Hukum para terdakwa, Riesqi Rahmadiansyah mengatakan akan kembali menghadirkan saksi yang menyatakan jika para terdakwa bukan lah pelaku penganiaya.

“Kasus ini memang unik. Pertama para terdakwa dituding sebagai geng motor sadis, padahal mereka warga yang usir geng motor. Kedua, banyak kejanggalan dalam kasus ini, banyak saksi yang melihat mereka ada di tempat lain ketika pengeroyokan terjadi,” kata Riesqi. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Pilgub Jatim, Khofifah-Emil Dardak diusung Demokrat
Politik - Selasa, 21 November 2017 - 15:58 WIB

Pilgub Jatim, Khofifah-Emil Dardak diusung Demokrat

Foto Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elistianto Dardak didampingi Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dan Ketua DPD Jatim ...
Takut Dilaporkan ke Polisi, Farhat Abbas Minta Perlindungan KPK
Hukum - Selasa, 21 November 2017 - 14:57 WIB

Takut Dilaporkan ke Polisi, Farhat Abbas Minta Perlindungan KPK

Pengacara Farhat Abbas memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan menjalani pemeriksaan kurang lebih dua jam.Farhat Abbas memenuhi panggilan ...
KPK ingin geledah DPR, Agus Hermanto: Harus ada ijin
Politik - Selasa, 21 November 2017 - 14:53 WIB

KPK ingin geledah DPR, Agus Hermanto: Harus ada ijin

Wakil Ketua DPR Agus Hermanto mengatakan niat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang ingin menggeledah DPR terutama ruang kerja Ketua DPR ...
Jetstar operasikan penerbangan perdana ke Okinawa
Ekonomi - Selasa, 21 November 2017 - 14:47 WIB

Jetstar operasikan penerbangan perdana ke Okinawa

Penerbangan perdana Jetstar Asia 3K791 dari Singapura ke Okinawa hari ini, Selasa (21/11) mendarat di Naha International Airport. Penerbangan ini ...
Hingga akhir tahun, Citilink targetkan 13 juta penumpang
Ekonomi - Selasa, 21 November 2017 - 14:17 WIB

Hingga akhir tahun, Citilink targetkan 13 juta penumpang

PT Citilink Indonesia menargetkan jumlah penumpang mencapai 13 juta hingga akhir tahun 2017, hingga September 2017 lalu, jumlah penumpang Citilink ...
Polisi surati KPK untuk periksa Setya Novanto
Peristiwa - Selasa, 21 November 2017 - 13:38 WIB

Polisi surati KPK untuk periksa Setya Novanto

Kepolisian Daerah Polda Metro Jaya melayangkan surat izin untuk melakukan pemeriksaan terhadap Ketua DPR Setya Novanto yang kini menjadi tahanan ...