Senin, 26 Februari 2018 | 06.05 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Saksi bingung kenapa rekannya ditangkap polisi

Saksi bingung kenapa rekannya ditangkap polisi

Reporter : Zainal Bakri | Kamis, 2 November 2017 - 19:10 WIB

IMG-27624

Yusrizal, pemuda Jatiwaringin, Bekasi yang dihadirkan sebagai saksi dalam sidang kasus bentrok geng motor di PN Jakarta Timur, Kamis (2/11), ia mengaku heran rekan-rekannya ditangkap. KiniNews/Istimewa.

Jakarta, kini.co.id – Yusrizal, pemuda Jatiwaringin, Bekasi yang dihadirkan sebagai saksi dalam sidang kasus bentrok geng motor, mengaku kebingungan mengapa rekan-rekannya bisa ditangkap dan dijadikan terdakwa.

Pasalnya menurut Rizal para terdakwa bukanlah pelaku pengeroyokan.

“Ada ratusan warga yang terlibat bentrokan dengan geng motor. Saya terlibat juga. Saat tawuran saya selalu bersama Yusfa (salah seorang terdakwa),” kata Yusrizal kepada Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur Senin, Kamis (2/10) siang.

Yusrizal mengatakan tawuran terjadi sekira pukul 03.30 hingga pukul 06.00. “Kami warga Jatiwaringin bisa mengusir geng motor yang menyerang. Mereka kami usir sampai Pangkalan Jati,” katanya.

Usai mengusir anggota geng motor Yusrizal dan rekan – rekannya kembali ke Jalan Jatiwaringin. “Ketika melintas di depan Alfamidi, kami lihat ada korban tergeletak. Waktu itu saya sama Yusfa. Saya heran kenapa Yusfa bisa ditangkap. Saya juga heran kenapa terdakwa lain juga ditangkap, padahal saya tidak lihat mereka di sekitar korban,” kata Yusrizal.

Yusrizal menuturkan saat melihat korban sudah dalam keadaan bersimbah darah. Lalu korban dibawa ke rumah sakit. “Saya bingung kok bisa Yusfa dituduh membacok,” kata Rizal.

Sementara itu, polisi berinisial W, yang berperan sebagai pemeriksa para terdakwa tak bisa hadir dalam sidang.

Menurut Jaksa Teguh, W sudah tiba di Pengadilan, namun harus kembali ke rumah setelah dihubungi istrinya.

“Saya sempat marah, kenapa bisa sampai gak hadir. Katanya istrinya mau melahirkan,” kata Teguh.

Kehadiran W sangat diperlukan untuk dimintai keterangannya. Sebab, dalam keterangannya para terdakwa mengaku dianiaya oleh W. Penganiayaan dilakukan agar para terdakwa mengakui perbuatan yang tidak mereka lakukan.

Majelis hakim mengatakan agar jaksa memanggil kembali W dalam sidang pekan depan.

Kuasa Hukum para terdakwa, Riesqi Rahmadiansyah mengatakan akan kembali menghadirkan saksi yang menyatakan jika para terdakwa bukan lah pelaku penganiaya.

“Kasus ini memang unik. Pertama para terdakwa dituding sebagai geng motor sadis, padahal mereka warga yang usir geng motor. Kedua, banyak kejanggalan dalam kasus ini, banyak saksi yang melihat mereka ada di tempat lain ketika pengeroyokan terjadi,” kata Riesqi. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Bawaslu berhentikan sementara Ketua Panwaslu Garut
Hukum - Minggu, 25 Februari 2018 - 19:26 WIB

Bawaslu berhentikan sementara Ketua Panwaslu Garut

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) memberhentikan sementara Ketua Panwaslu Kabupaten Garut, Heri Hasan Basri yang terjerat OTT Satgas Anti Money Politik ...
Banjir landa sejumlah wilayah di pulau Jawa
Peristiwa - Sabtu, 24 Februari 2018 - 20:58 WIB

Banjir landa sejumlah wilayah di pulau Jawa

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho mengatakan banjir melanda sejumlah daerah di ...
Jalur kereta Cirebon-Tegal sudah bisa dilintasi
Peristiwa - Sabtu, 24 Februari 2018 - 20:51 WIB

Jalur kereta Cirebon-Tegal sudah bisa dilintasi

Petak jalan rel kereta api di kilometer 185 + 500 sampai dengan 186 + 600 (Stasiun Tanjung - Stasiun Losari  ...
Puan sebut PDI-P kantongi cawapres pendamping Jokowi
Politik - Sabtu, 24 Februari 2018 - 17:25 WIB

Puan sebut PDI-P kantongi cawapres pendamping Jokowi

Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Puan Maharani mengatakan partainya telah mengantongi kriteria dan nama-nama calon wakil ...
Bangun infrastruktur, Angkasa Pura I gelontorkan Rp18,8 triliun
Ekonomi - Sabtu, 24 Februari 2018 - 17:19 WIB

Bangun infrastruktur, Angkasa Pura I gelontorkan Rp18,8 triliun

PT Angkasa Pura I (Persero) di 2018 akan menginvestasikan Rp18,8 triliun untuk membangun sejumlah infrastruktur bandar udara untuk perbaikan dan ...
PBB Tak Lolos, Yusril Kekeuh Polisikan Komisioner KPU
Hukum - Sabtu, 24 Februari 2018 - 14:17 WIB

PBB Tak Lolos, Yusril Kekeuh Polisikan Komisioner KPU

Tak terima partainya tak lolos verifikasi, Ketua Umum DPP Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Izha Mahendra kekeuh akan menyeret seluruh ...