Jumat, 19 Januari 2018 | 10.24 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Najwa Shihab masih belum minat jadi menteri

Najwa Shihab masih belum minat jadi menteri

Kamis, 2 November 2017 - 21:16 WIB

IMG-27630

Nazwa Shihab di KPK. KiniNews/Fadillah

Palu, kini.co.id – Jurnalis Najwa Shihab menyatakan diri belum berminat untuk menjadi seorang menteri, pascamundurnya dari salah satu media nasional, beberapa waktu lalu.

Pernyataan itu disampaikannya dalam kegiatan “Meet n Greet With Najwa Shihab” di Universitas Tadulako (Untad) Palu, yang dilaksanakan oleh Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Hitam Putih, Fakultas Hukum Untad, Kamis (2/11).

Di hadapan ribuan peserta kegiatan, duta baca nasional itu menjelaskan bahwa informasi itu tidak benar, karena berhenti dari salah satu stasiun televisi, bukan berarti berhenti dari profesi sebagai wartawan.

Dia mengakui, sejak berhenti dari televisi, seiring dengan itu, munculnya isu dirinya akan menjadi menteri dan mendapatkan pertanyaan kapan menjadi menteri. Padahal menurutnya, menjadi menteri itu hanya dua yang tahu, yakni Jokowi dan Allah SWT.

Najwa menegaskan bahwa profesi sebagai wartawan, jauh lebih seru dari pada menjadi pejabat pemerintah.

“Apalagi wartawan di Indonesia itu paling menggairahkan, jadi maaf,” ujarnya.

Najwa menceritakan, informasi menjadi menteri berawal dari profesinya sebagai duta baca di Inonesia, yang memiliki masa tugas selama lima tahun, oleh Perpustakaan Nasional. Dirinya banyak membantu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sejak tahun lalu.

Najwa mengakui, dengan tugas itu, dirinya beberapa kali berkunjung ke Istana Negara, untuk berkoordinasi dengan Kemensesneg atau kesekretariatan Presiden, dalam rangka membicarakan kampanye membaca.

“Nah, mungkin saja kedatangan itu ditafsirkan berbeda dan dihubung-hubungkan, jadilah itu satu berita yang bergulir,” ungkap Najwa dilansir Antara.

Sehingga dengan kejadian itu, bisa menjadi contoh bagaimana sebenarnya masyarakat harus cerdas menganalisis informasi.

“Kalau dulu susah mendapat informasi, sekarang terlalu banyak informasi, yang kita perlukan adalah kemampuan bagaimana memilih dan memilah informasi, ini informasi betul, ini sampah, ini fitnah, ini dusta atau ini bohong,” jelas Najwa.

Sehingga dengan kemampuan itu, dapat memberikan manfaat untuk tidak mendekati kepada informasi yang negatif, dan itu menjadi tantangan yang dihadapi sekarang ini. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Soal Ustadz Zulkifli, Fahri Hamzah: Orang ngomong akhir zaman aja ga boleh
Politik - Jumat, 19 Januari 2018 - 07:42 WIB

Soal Ustadz Zulkifli, Fahri Hamzah: Orang ngomong akhir zaman aja ga boleh

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah angkat bicara soal status tersangka Ustadz Zulkifli Muhammad Ali yang diduga melakukan ujaran kebencian. Menurut ...
Dana desa untuk  93 daerah siap dicairkan
Ekonomi - Jumat, 19 Januari 2018 - 07:33 WIB

Dana desa untuk 93 daerah siap dicairkan

Kementerian Keuangan menyatakan ada sekitar 25 persen daerah kota/kabupaten yang telah memenuhi syarat untuk pencairan dana desa tahap satu tahun ...
DPR dukung impor beras dengan catatan
Peristiwa - Kamis, 18 Januari 2018 - 21:49 WIB

DPR dukung impor beras dengan catatan

DPR mendukung kebijakan impor 500 ribu ton beras yang dilakukan oleh pemerintah. Hal itu disampaikan anggota Komisi VI DPR Nyat ...
Menteri Luhut ingin santri melek teknologi
Pendidikan - Kamis, 18 Januari 2018 - 21:35 WIB

Menteri Luhut ingin santri melek teknologi

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan meminta santri agar tidak buta teknologi dan mendorong mereka untuk belajar serta bekerja ...
Ustadz Zulkifli tak ditahan, dipersilahkan kembali berdakwah
Hukum - Kamis, 18 Januari 2018 - 21:02 WIB

Ustadz Zulkifli tak ditahan, dipersilahkan kembali berdakwah

Ustadz Zulkifli Muhammad Ali menjalani pemeriksaan sebagai tersangka kasus ujaran kebencian dan SARA.Diperiksa selama empat jam di Gedung Bareskrim ...
Bamsoet: Baik buruknya citra DPR tergantung media massa
Politik - Kamis, 18 Januari 2018 - 17:18 WIB

Bamsoet: Baik buruknya citra DPR tergantung media massa

Ketua DPR Bambang Soesatyo menyatakan, baik buruknya DPR sangat tergantung media massa. Karena itu, ia bertekad untuk membangun citra wakil ...