Rabu, 17 Oktober 2018 | 13.26 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Najwa Shihab masih belum minat jadi menteri

Najwa Shihab masih belum minat jadi menteri

Kamis, 2 November 2017 - 21:16 WIB

IMG-27630

Nazwa Shihab di KPK. KiniNews/Fadillah

Palu, kini.co.id – Jurnalis Najwa Shihab menyatakan diri belum berminat untuk menjadi seorang menteri, pascamundurnya dari salah satu media nasional, beberapa waktu lalu.

Pernyataan itu disampaikannya dalam kegiatan “Meet n Greet With Najwa Shihab” di Universitas Tadulako (Untad) Palu, yang dilaksanakan oleh Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Hitam Putih, Fakultas Hukum Untad, Kamis (2/11).

Di hadapan ribuan peserta kegiatan, duta baca nasional itu menjelaskan bahwa informasi itu tidak benar, karena berhenti dari salah satu stasiun televisi, bukan berarti berhenti dari profesi sebagai wartawan.

Dia mengakui, sejak berhenti dari televisi, seiring dengan itu, munculnya isu dirinya akan menjadi menteri dan mendapatkan pertanyaan kapan menjadi menteri. Padahal menurutnya, menjadi menteri itu hanya dua yang tahu, yakni Jokowi dan Allah SWT.

Najwa menegaskan bahwa profesi sebagai wartawan, jauh lebih seru dari pada menjadi pejabat pemerintah.

“Apalagi wartawan di Indonesia itu paling menggairahkan, jadi maaf,” ujarnya.

Najwa menceritakan, informasi menjadi menteri berawal dari profesinya sebagai duta baca di Inonesia, yang memiliki masa tugas selama lima tahun, oleh Perpustakaan Nasional. Dirinya banyak membantu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sejak tahun lalu.

Najwa mengakui, dengan tugas itu, dirinya beberapa kali berkunjung ke Istana Negara, untuk berkoordinasi dengan Kemensesneg atau kesekretariatan Presiden, dalam rangka membicarakan kampanye membaca.

“Nah, mungkin saja kedatangan itu ditafsirkan berbeda dan dihubung-hubungkan, jadilah itu satu berita yang bergulir,” ungkap Najwa dilansir Antara.

Sehingga dengan kejadian itu, bisa menjadi contoh bagaimana sebenarnya masyarakat harus cerdas menganalisis informasi.

“Kalau dulu susah mendapat informasi, sekarang terlalu banyak informasi, yang kita perlukan adalah kemampuan bagaimana memilih dan memilah informasi, ini informasi betul, ini sampah, ini fitnah, ini dusta atau ini bohong,” jelas Najwa.

Sehingga dengan kemampuan itu, dapat memberikan manfaat untuk tidak mendekati kepada informasi yang negatif, dan itu menjadi tantangan yang dihadapi sekarang ini. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Politik - Rabu, 17 Oktober 2018 - 11:54 WIB

Kalau Sukses di Jabar, PAN Bisa Menangkan Prabowo-Sandi

Ketua Umum Partai PAN, Zulkifli Hassan mengatakan jika PAN sukses menang di Jawa Barat, maka mereka akan bisa memenangkan Prabowo-Sandi ...
Peristiwa - Rabu, 17 Oktober 2018 - 11:12 WIB

Polisi Sebut Tersangka Tak Bermaksud Tembak Kaca DPR

Peristiwa penembakan kaca kantor DPR RI sempat menghebohkan publik. Netizen pun bertanya apakah ada maksud pembunuhan atau penembakan misterius di ...
Nasional - Rabu, 17 Oktober 2018 - 09:52 WIB

Sidang IPU 139 Jenewa, Jazuli: 36 Negara Tolak Pelegalan LGBT

Anggota Komisi I DPR RI, Jazuli Juwaini menyebut dalam sidang Inter-Parliamentary Union (IPU) 139 di Jenewa sebanyak 36 negara yang ...
Hukum - Rabu, 17 Oktober 2018 - 09:15 WIB

Berkasus Lagi, KPK Pertimbangkan Tuntutan Hukuman Maksimal terhadap Billy Sindoro

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mempertimbangkan tuntutan hukuman maksimal kepada Bos Lippo Group, Billy Sindoro. Hal ini ...
- Selasa, 16 Oktober 2018 - 20:05 WIB

KPK sebut Bupati Bekasi tak sampaikan sedang hamil

Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (Jubir KPK), Febri Diansyah mengatakan bahwa selama menjalani pemeriksaan Bupati Bekasi non-aktif, Neneng Hasnah Yasin tidak ...
Peristiwa - Selasa, 16 Oktober 2018 - 19:59 WIB

Ternyata penembak gedung DPR lulus sertifikasi menembak

KETUA Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Bambang Soesatyo menuturkan bahwa terduga penembak peluru nyasar yang mengenai ruang kerja anggota DPR pada ...