Jumat, 19 Oktober 2018 | 17.13 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Tiap tiga bulan, pendamping terus dievaluasi

Tiap tiga bulan, pendamping terus dievaluasi

Jumat, 3 November 2017 - 06:52 WIB

IMG-27631

Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo. (Ist)

Jakarta, kini.co.id – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo mengatakan evaluasi pendamping dana desa dilakukan tiap tiga bulan sekali untuk mengetahui kinerjanya.

“Di sistem pengawasan juga kalau ada pendamping ternyata tidak ‘fit’, tidak bagus performanya, setiap tiga bulan ada evaluasi,” kata Eko di Jakarta, Kamis (2/11).

Kementerian Desa PDTT akan mendapatkan laporan dari desa dan pemerintah daerah apabila ada pendamping desa yang dinilai memiliki kinerja yang kurang baik.

Dengan begitu, Kemendes PDTT, bisa melakukan evaluasi dan akan memberhentikan pendamping yang bersangkutan jika memang tak berkinerja dengan baik.

“Tahun lalu kita juga memberhentikan lebih 1.200 pendamping desa yang tidak perform. Kita dapat feedback dari daerah mereka bisa bekerja atau tidak membantu seperti yang diharapkan,” jelas Eko.

Pemerintah akan menggelontorkan Rp60 triliun untuk transfer dana desa pada 2018 ke seluruh desa di Indonesia.

Eko memastikan rekrutmen pendamping dana desa tidak ada dari “titipan orang” yang berpotensi menyalahgunakan dana desa tersebut.

“Tahun ini kita perbaiki lagi rekrutmen secara online, jadi transparan. Jadi sudah nggak mungkin lagi ada titipan-titipan bisa, karena itu dilakukan secara online dan dilakukan oleh universitas,” kata Eko Putro di kantor Kemenko PMK Jakarta, Kamis (2/11).

Eko menjelaskan saat ini Kementerian Desa PDTT sudah tidak melakukan rekrutmen untuk pendamping dana desa. Rekrutmen tersebut kini diserahkan pada pemerintah provinsi dan perguruan tinggi untuk menjaga kualitas dan kompetensi pendamping.

Selain itu Eko juga memaparkan para calon pendamping desa terus diberikan pelatihan agar bisa memahami dan memenuhi segala persoalan yang dibutuhkan tiap desa.

“Pendampingan terus. Sampai sekarang masih dalam proses pelatihan untuk tenaga ahli di berbagai tempat di Indonesia. Tujuannya untuk memastikan kualitas pendamping agar bisa memenuhi kebutuhan desa,”tandasnya.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Peristiwa - Jumat, 19 Oktober 2018 - 14:29 WIB

Ketua DPR Pastikan Insiden Peluru Nyasar Bukan Ulah Teroris

Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet) memastikan insiden peluru nyasar di beberapa ruang kerja anggota dewan tidak terkait dengan aksi ...
Hukum - Jumat, 19 Oktober 2018 - 13:51 WIB

Masa Tahanan Eks Dirut Pertamina Diperpanjang 40 Hari

Masa tahanan Eks Dirut PT Pertamina (Persero), Karen Galaila Agustiawan diperpanjang sampai 22 November 2018. Kejaksaan Agung melakukan perpanjangan masa ...
Politik - Jumat, 19 Oktober 2018 - 13:39 WIB

DPR Sebut Pemasangan Kaca Anti Peluru Bisa Batal

Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR Anton Sihombing mengatakan, wacana pemasangan kaca antipeluru di Gedung Nusantara I DPR bisa ...
Politik - Jumat, 19 Oktober 2018 - 13:30 WIB

Awas, Libatkan Anak Kampanye Politik Bisa Dipidana

Anak-anak tidak diperkenankan untuk terlibat dalam kegiatan politik. Jika para orangtua melibatkan anaknya dalam kegiatan politik seperti kampanye atau apapun, ...
Politik - Jumat, 19 Oktober 2018 - 12:06 WIB

Incar Kursi Wagub DKI, Gerindra-PKS Yakin Tetap Mesra

Sepeninggal Sandiaga Uno, kursi Wakil Gubernur DKI kini menjadi incaran. Adalah dua partai yakni PKS dan Gerindra yang kini masih ...
Politik - Jumat, 19 Oktober 2018 - 11:30 WIB

Resolusi Dunia Yang Lebih Aman, Damai, dan Berkeadilan di IPU 139

Delegasi Indonesia yang dipimpin Wakil Ketua DPR Agus Hermanto dan Fadli Zon, Ketua BKSAP Nurhayati Ali Assegaf dan Wakil Ketua ...