Kamis, 18 Oktober 2018 | 04.39 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Dua Kali Mangkir, Novanto Akhirnya Hadir Disidang e-KTP

Dua Kali Mangkir, Novanto Akhirnya Hadir Disidang e-KTP

Reporter : Restu Fadilah | Jumat, 3 November 2017 - 11:05 WIB

IMG-27635

Ketua DPR Setya Novanto dalam sidang kesaksiannya untuk Andi Agustinus alias Andi Narogong di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Jumat (3/11). Antara.

Jakarta, kini.co.id – Sidang lanjutan perkara korupsi dalam pengadaan e-KTP (Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik) dengan terdakwa Andi Agustinus alias Andi Narogong dilanjutkan hari ini, Jumat, (3/11).

Dalam sidang kali ini, Jaksa Penuntut Umum KPK kembali memanggil Ketua DPR Setya Novanto sebagai saksi untuk didengarkan keterangannya.

Novanto dikabarkan hadir dalam pemanggilan tersebut.

“Hadir, hadir,” kata kuasa hukum Setya Novanto Fredrich Yunadi saat dihubungi wartawan, di Jakarta, Jumat (3/11).

Fredrich tidak bisa menjawab waktu kehadiran Novanto.

Ia beralasan, kewenangan waktu berada di kliennya selaku saksi. Namun, Fredrich memastikan akan mendampingi Novanto dalam pemanggilan kali ini.

Selain memanggil Novanto, JPU KPK juga memanggil sejumlah saksi lainnya. Mereka adalah mantan Direktur PT Murakabi Sejahtera, Irvanto Hendra Pambudi, Direktur PT Quadra Solution, Anang Sugiana Sudiharjo, Deniarto Suhartono, Staf keuangan PT Sandipala Arthapura, Fajri Agus Setyawan, Kasubag Perbendaharaan Sesditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri, Junaidi, mantan panitia pemeriksa dan penerimaan barang Kementerian Dalam Negeri, Endah Lestari serta Kepala Bagian Umum Setditjen Dukcapil Kemendagri Rudy Indrato Raden.

Pemanggilan terhadap Setya Novanto sebagai saksi merupakan yang ketiga kalinya, sebelumnha Ketua Umum Partai Golkar ini tidak memenuhi panggilan JPU KPK untuk bersaksi di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin (9/10).

Kemudian, Novanto kembali mangkir pada Jumat (20/10) dengan alasan ada kegiatan lain. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Peristiwa - Rabu, 17 Oktober 2018 - 18:28 WIB

Setelah 34 tahun, Tabloid BOLA berhenti terbit

TABLOID BOLA mengumumkan bakal menerbitkan edisi terakhirnya masing-masing pada hari Jumat (19/10) dan Selasa (23/10). Kepastian pemberhentian publikasi berdasarkan cuitan ...
Hukum - Rabu, 17 Oktober 2018 - 16:00 WIB

Tim Satgas KPK Geledah Matahari Tower Milik Lippo Group

Tim satgas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ternyata masih melakukan srangkaian penindakan di lapangan terkait kasus suap perizinan proyek pembangunan Meikarta.Mereka ...
Politik - Rabu, 17 Oktober 2018 - 15:57 WIB

Dana Saksi Tanggungan Parpol, Bukan Negara

Indonesia Corruption Watch (ICW) menolak keras usulan Komisi II DPR RI agar dana saksi dari parpol pada Pemilu 2019 ditanggung ...
Hukum - Rabu, 17 Oktober 2018 - 15:40 WIB

Soal Meikarta, KPK Buka Kemungkinan Tersangkakan Lippo Group

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka kemungkinan menjerat Lippo Group selaku korporasi sebagai tersangka. Hal ini lantaran KPK memiliki komitmen yang ...
Peristiwa - Rabu, 17 Oktober 2018 - 14:01 WIB

Ruang DPR Ditembak Lagi, Ini Kata Ibas

Para anggota DPR RI kembali digegerkan dengan penembakan lewat kaca ruangan.Kali ini korbannya adalah ruang kerja 1008, yang ditempati Vivi ...
Peristiwa - Rabu, 17 Oktober 2018 - 13:44 WIB

Pengakuan Kader PAN Soal Penembakan di Ruangannya

Ruang kerja anggota DPR RI dari Fraksi PAN Totok Daryanto dihantam peluru. Peristiwa penembakan itu terjadi di lantai 20 nomor ...