Rabu, 17 Januari 2018 | 17.25 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Sambil Tertawa, Setya Novanto Sebut Ganjar Pranowo Ngarang

Sambil Tertawa, Setya Novanto Sebut Ganjar Pranowo Ngarang

Reporter : Fadilah | Jumat, 3 November 2017 - 12:09 WIB

IMG-27639

Ketua DPR Setya Novanto meninggalkan ruang sidang seusai bersaksi dalam sidang kasus korupsi KTP elektronik (KTP-el) dengan terdakwa Andi Agustinus alias Andi Narogong di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jumat (3/11). Antara/Hafid Mubarak A.

Jakarta, kini.co.id – Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto yang hadir memenuhi panggilan Jaksa KPK dalam sidang kasus e-KTP, mengakui pernah bertemu dengan politisi PDIP Ganjar Pranowo di Bandara Internasional I Ngurah Rai, Denpasar Bali.

Namun, Novanto membantah jika pertemuan keduanya tersebut membahas mengenai e-KTP.

“Memang tidak dibicarakan. Kita ketemu biasa saja,” kata Novanto di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jalan Bungur Besar, Jakarta Pusat, Jumat (3/11).

Anggota majelis hakim kemudian mengulang pernyataan Ganjar Pranowo saat bersaksi di persidangan e-KTP beberapa waktu lalu.

Hakim mengatakan bahwa Ganjar saat itu menyebutkan diminta Setya Novanto agar tidak bersikap keras saat pembahasan e-KTP.

“Saudara pernah menyampaikan agar Pak Ganjar dalam membahas anggaran e-KTP, tidak perlu keras-keras?” tanya hakim kepada Novanto.

“Tidak benar, Yang Mulia. Ngarang itu,” katanya sambil tertawa.

Untuk diketahui, sebelumnya Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengakui pernah diminta oleh Ketua DPR Setya Novanto agar tak galak-galak dalam pembahasan proyek pengadaan e-KTP pada kurun waktu 2010-2011.

Namun Ganjar mengaku tidak tahu sebab Novanto berpesan agar tidak galak. Politikus PDI Perjuangan itu menganggap dirinya bukanlah sebagai sosok yang galak.

“Tidak tahu. Kayanya saya tidak galak deh,” kata Ganjar saat itu. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Urgensi impor beras dipertanyakan
Politik - Rabu, 17 Januari 2018 - 17:09 WIB

Urgensi impor beras dipertanyakan

Anggota DPR Sukamta menyatakan pemerintah harus mengkaji betul sebelum sebuah kebijakan yang diambil terkait impor beras.Dia mempertanyakan urgensi harus ...
DPR Minta Tidak Ada Kebijakan Asing Untuk Miliki Pulau
Politik - Rabu, 17 Januari 2018 - 16:56 WIB

DPR Minta Tidak Ada Kebijakan Asing Untuk Miliki Pulau

Menanggapi adanya penawaran kepemilikan Pulau Ajab melalui situs privateislandsonline.com, Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Lukman Edy menyatakan perlunya ketegasan ...
Ustadz ‘akhir zaman’ Zulkifli M  Ali jadi tersangka
Peristiwa - Rabu, 17 Januari 2018 - 16:45 WIB

Ustadz ‘akhir zaman’ Zulkifli M Ali jadi tersangka

Ustadz Zulkifli Muhammad Ali ditetapkan sebagai tersangka atas tuduhan sengaja menunjukkan kebencian atau ras benci kepada orang lain berdasarkan ras ...
Pemerintah Mau Impor Beras 500 Ribu Ton, DPR Panggil Mendag
Ekonomi - Rabu, 17 Januari 2018 - 14:44 WIB

Pemerintah Mau Impor Beras 500 Ribu Ton, DPR Panggil Mendag

Mengatasi mahalnya beras di tengah masyarakat, Pemerintah Indonesia memutuskan untuk melakukan impor.Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI memutuskan akan mengimpor beras sebanyak ...
Rangkap jabatan Menteri, JK: Partai bisa diurus malam
Politik - Rabu, 17 Januari 2018 - 14:38 WIB

Rangkap jabatan Menteri, JK: Partai bisa diurus malam

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan menteri yang rangkap jabatan sebagai ketua partai bisa mengurus partai pada malam hari, ...
Resmi Menjabat Sebagai KSAU, Ini Harta Kekayaan Yuyu Sutisna
Nasional - Rabu, 17 Januari 2018 - 13:57 WIB

Resmi Menjabat Sebagai KSAU, Ini Harta Kekayaan Yuyu Sutisna

Marsekal Madya Yuyu Sutisna resmi menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) menggantikan posisi Marsekal Hadi Tjahjanto yang kini menjabat ...