Rabu, 17 Oktober 2018 | 13.27 WIB
KiniNEWS>Nasional>Politik>Gula industri bocor ke pasaran, DPR: Penegak hukum tak berdaya

Gula industri bocor ke pasaran, DPR: Penegak hukum tak berdaya

Reporter : Bayu Putra | Jumat, 3 November 2017 - 17:32 WIB

IMG-27662

Ilustrasi gula pasir. ANTARA/Adhitya Hendra

Jakarta, kini.co.id – Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) Komisi VI DPR dari Fraksi Gerindra, Abdul Wachid mengungkapkan, bocornya gula rafinasi yang notabenenya diperuntukkan bagi industri makanan dan minuman ke pasaran sebenarnya sudah lama terjadi.

Demikian disampaikan Wachid saat menanggapi kasus bocornya gula rafinasi ke sejumlah hotel dan cafe baru-baru ini.

“Gula rafinasi sudah lama beredar di hotel- hotel dan cafe-cafe bahkan di toko-toko ritel seperti Alfamart, Indomart. Padahal gula rafinasi hanya untuk industri Mamin, tapi anehnya penegak hukum seakan akan tidak berdaya,” tandas Ketua Umum Asosiasi Petani Tebu Republik Indonesia (APTRI) itu saat dihubungi di Jakarta,┬áJumat (3/11).

Menyikapi hal tersebut, Ketua DPD Gerindra Jateng itu pun mendesak agar aparat penegak hukum bertindak secepatnya.

“Kalau perlu Reskrimsus turun operasi ke mini market-mini market sekarang, pasti akan dapat,” tegasnya.

“Saya katakan demikian karena gula lokal yang untuk konsumsi rumah tangga dari awal giling bulan Mei 2017 sampai sekarang masih menumpuk di gudang-gudang pabrik gula yang jumlahnya kurang lebih masih ada 800 ribu ton. Karena pasar di isi gula rafinasi yang berasal dari raw sugar import,” sambungnya.

Tak hanya itu, Wachid juga menduga adanya praktik kotor dalam import gula rafinasi saat ini.

Untuk itulah, kata dia, semua aparat penegak hukum harus turun tangan memeriksa instansi-instansi terkait guna mengetahui persoalan yang sesungguhnya mengenai import gula ini.

“Kalau perlu KPK dan Polri turun, cek bongkar import raw sugar import yang datanya ada di Perdagangan dan Bea Cukai. Karena dengan banjirnya gula rafinasi ini jangan-jangan import raw sugarnya melebihi Kuota,” ungkapnya.

Seperti diketahui, Bareskrim Polri menetapkan Direktur Utama PT Crown Pratama berinisial BB sebagai tersangka atas kasus penyimpangan distribusi gula rafinasi ke 56 hotel dan cafe mewah.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Politik - Rabu, 17 Oktober 2018 - 11:54 WIB

Kalau Sukses di Jabar, PAN Bisa Menangkan Prabowo-Sandi

Ketua Umum Partai PAN, Zulkifli Hassan mengatakan jika PAN sukses menang di Jawa Barat, maka mereka akan bisa memenangkan Prabowo-Sandi ...
Peristiwa - Rabu, 17 Oktober 2018 - 11:12 WIB

Polisi Sebut Tersangka Tak Bermaksud Tembak Kaca DPR

Peristiwa penembakan kaca kantor DPR RI sempat menghebohkan publik. Netizen pun bertanya apakah ada maksud pembunuhan atau penembakan misterius di ...
Nasional - Rabu, 17 Oktober 2018 - 09:52 WIB

Sidang IPU 139 Jenewa, Jazuli: 36 Negara Tolak Pelegalan LGBT

Anggota Komisi I DPR RI, Jazuli Juwaini menyebut dalam sidang Inter-Parliamentary Union (IPU) 139 di Jenewa sebanyak 36 negara yang ...
Hukum - Rabu, 17 Oktober 2018 - 09:15 WIB

Berkasus Lagi, KPK Pertimbangkan Tuntutan Hukuman Maksimal terhadap Billy Sindoro

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mempertimbangkan tuntutan hukuman maksimal kepada Bos Lippo Group, Billy Sindoro. Hal ini ...
- Selasa, 16 Oktober 2018 - 20:05 WIB

KPK sebut Bupati Bekasi tak sampaikan sedang hamil

Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (Jubir KPK), Febri Diansyah mengatakan bahwa selama menjalani pemeriksaan Bupati Bekasi non-aktif, Neneng Hasnah Yasin tidak ...
Peristiwa - Selasa, 16 Oktober 2018 - 19:59 WIB

Ternyata penembak gedung DPR lulus sertifikasi menembak

KETUA Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Bambang Soesatyo menuturkan bahwa terduga penembak peluru nyasar yang mengenai ruang kerja anggota DPR pada ...