Jumat, 19 Januari 2018 | 10.22 WIB
KiniNEWS>Nasional>Politik>Gula industri bocor ke pasaran, DPR: Penegak hukum tak berdaya

Gula industri bocor ke pasaran, DPR: Penegak hukum tak berdaya

Reporter : Bayu Putra | Jumat, 3 November 2017 - 17:32 WIB

IMG-27662

Ilustrasi gula pasir. ANTARA/Adhitya Hendra

Jakarta, kini.co.id – Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) Komisi VI DPR dari Fraksi Gerindra, Abdul Wachid mengungkapkan, bocornya gula rafinasi yang notabenenya diperuntukkan bagi industri makanan dan minuman ke pasaran sebenarnya sudah lama terjadi.

Demikian disampaikan Wachid saat menanggapi kasus bocornya gula rafinasi ke sejumlah hotel dan cafe baru-baru ini.

“Gula rafinasi sudah lama beredar di hotel- hotel dan cafe-cafe bahkan di toko-toko ritel seperti Alfamart, Indomart. Padahal gula rafinasi hanya untuk industri Mamin, tapi anehnya penegak hukum seakan akan tidak berdaya,” tandas Ketua Umum Asosiasi Petani Tebu Republik Indonesia (APTRI) itu saat dihubungi di Jakarta,┬áJumat (3/11).

Menyikapi hal tersebut, Ketua DPD Gerindra Jateng itu pun mendesak agar aparat penegak hukum bertindak secepatnya.

“Kalau perlu Reskrimsus turun operasi ke mini market-mini market sekarang, pasti akan dapat,” tegasnya.

“Saya katakan demikian karena gula lokal yang untuk konsumsi rumah tangga dari awal giling bulan Mei 2017 sampai sekarang masih menumpuk di gudang-gudang pabrik gula yang jumlahnya kurang lebih masih ada 800 ribu ton. Karena pasar di isi gula rafinasi yang berasal dari raw sugar import,” sambungnya.

Tak hanya itu, Wachid juga menduga adanya praktik kotor dalam import gula rafinasi saat ini.

Untuk itulah, kata dia, semua aparat penegak hukum harus turun tangan memeriksa instansi-instansi terkait guna mengetahui persoalan yang sesungguhnya mengenai import gula ini.

“Kalau perlu KPK dan Polri turun, cek bongkar import raw sugar import yang datanya ada di Perdagangan dan Bea Cukai. Karena dengan banjirnya gula rafinasi ini jangan-jangan import raw sugarnya melebihi Kuota,” ungkapnya.

Seperti diketahui, Bareskrim Polri menetapkan Direktur Utama PT Crown Pratama berinisial BB sebagai tersangka atas kasus penyimpangan distribusi gula rafinasi ke 56 hotel dan cafe mewah.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Soal Ustadz Zulkifli, Fahri Hamzah: Orang ngomong akhir zaman aja ga boleh
Politik - Jumat, 19 Januari 2018 - 07:42 WIB

Soal Ustadz Zulkifli, Fahri Hamzah: Orang ngomong akhir zaman aja ga boleh

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah angkat bicara soal status tersangka Ustadz Zulkifli Muhammad Ali yang diduga melakukan ujaran kebencian. Menurut ...
Dana desa untuk  93 daerah siap dicairkan
Ekonomi - Jumat, 19 Januari 2018 - 07:33 WIB

Dana desa untuk 93 daerah siap dicairkan

Kementerian Keuangan menyatakan ada sekitar 25 persen daerah kota/kabupaten yang telah memenuhi syarat untuk pencairan dana desa tahap satu tahun ...
DPR dukung impor beras dengan catatan
Peristiwa - Kamis, 18 Januari 2018 - 21:49 WIB

DPR dukung impor beras dengan catatan

DPR mendukung kebijakan impor 500 ribu ton beras yang dilakukan oleh pemerintah. Hal itu disampaikan anggota Komisi VI DPR Nyat ...
Menteri Luhut ingin santri melek teknologi
Pendidikan - Kamis, 18 Januari 2018 - 21:35 WIB

Menteri Luhut ingin santri melek teknologi

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan meminta santri agar tidak buta teknologi dan mendorong mereka untuk belajar serta bekerja ...
Ustadz Zulkifli tak ditahan, dipersilahkan kembali berdakwah
Hukum - Kamis, 18 Januari 2018 - 21:02 WIB

Ustadz Zulkifli tak ditahan, dipersilahkan kembali berdakwah

Ustadz Zulkifli Muhammad Ali menjalani pemeriksaan sebagai tersangka kasus ujaran kebencian dan SARA.Diperiksa selama empat jam di Gedung Bareskrim ...
Bamsoet: Baik buruknya citra DPR tergantung media massa
Politik - Kamis, 18 Januari 2018 - 17:18 WIB

Bamsoet: Baik buruknya citra DPR tergantung media massa

Ketua DPR Bambang Soesatyo menyatakan, baik buruknya DPR sangat tergantung media massa. Karena itu, ia bertekad untuk membangun citra wakil ...