Monday, 23 July 2018 | 14.43 WIB
KiniNEWS>Nasional>Politik>Gula industri bocor ke pasaran, DPR: Penegak hukum tak berdaya

Gula industri bocor ke pasaran, DPR: Penegak hukum tak berdaya

Reporter : Bayu Putra | Friday, 3 November 2017 - 17:32 WIB

IMG-27662

Ilustrasi gula pasir. ANTARA/Adhitya Hendra

Jakarta, kini.co.id – Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) Komisi VI DPR dari Fraksi Gerindra, Abdul Wachid mengungkapkan, bocornya gula rafinasi yang notabenenya diperuntukkan bagi industri makanan dan minuman ke pasaran sebenarnya sudah lama terjadi.

Demikian disampaikan Wachid saat menanggapi kasus bocornya gula rafinasi ke sejumlah hotel dan cafe baru-baru ini.

“Gula rafinasi sudah lama beredar di hotel- hotel dan cafe-cafe bahkan di toko-toko ritel seperti Alfamart, Indomart. Padahal gula rafinasi hanya untuk industri Mamin, tapi anehnya penegak hukum seakan akan tidak berdaya,” tandas Ketua Umum Asosiasi Petani Tebu Republik Indonesia (APTRI) itu saat dihubungi di Jakarta,┬áJumat (3/11).

Menyikapi hal tersebut, Ketua DPD Gerindra Jateng itu pun mendesak agar aparat penegak hukum bertindak secepatnya.

“Kalau perlu Reskrimsus turun operasi ke mini market-mini market sekarang, pasti akan dapat,” tegasnya.

“Saya katakan demikian karena gula lokal yang untuk konsumsi rumah tangga dari awal giling bulan Mei 2017 sampai sekarang masih menumpuk di gudang-gudang pabrik gula yang jumlahnya kurang lebih masih ada 800 ribu ton. Karena pasar di isi gula rafinasi yang berasal dari raw sugar import,” sambungnya.

Tak hanya itu, Wachid juga menduga adanya praktik kotor dalam import gula rafinasi saat ini.

Untuk itulah, kata dia, semua aparat penegak hukum harus turun tangan memeriksa instansi-instansi terkait guna mengetahui persoalan yang sesungguhnya mengenai import gula ini.

“Kalau perlu KPK dan Polri turun, cek bongkar import raw sugar import yang datanya ada di Perdagangan dan Bea Cukai. Karena dengan banjirnya gula rafinasi ini jangan-jangan import raw sugarnya melebihi Kuota,” ungkapnya.

Seperti diketahui, Bareskrim Polri menetapkan Direktur Utama PT Crown Pratama berinisial BB sebagai tersangka atas kasus penyimpangan distribusi gula rafinasi ke 56 hotel dan cafe mewah.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Hukum - Tuesday, 27 March 2018 - 18:22 WIB

KPK Tahan Tujuh Tersangka Kasus Suap DPRD Malang

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung menahan tujuh tersangka kasus dugaan korupsi Malang, Jawa Timur.Ketujuh orang yang dimaksud antara lain enam ...
Peristiwa - Tuesday, 27 March 2018 - 17:47 WIB

Arief Hidayat kembali dilantik jadi hakim MK

Presiden Jokowi kembali melantik Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat sebagai hakim konstitusi untuk periode kedua, masa bakti 2018-2023. Arief mengucapkan sumpahnya ...
Politik - Tuesday, 27 March 2018 - 17:28 WIB

Bahas RKP 2019, DPD berharap program pemerintah tepat sasaran

Dewan Perwakilan Daerah (DPD) melihat masih banyak kebijakan pembangunan di daerah yang tidak tepat sasaran. Untuk itu, diharapkan pemerintah dapat ...
Politik - Tuesday, 27 March 2018 - 17:18 WIB

PKS siapkan sembilan nama untuk kalahkan Jokowi di Pilpres 2019

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menyatakan ada sembilan nama yang siap ditawarkan untuk posisi calon presiden atau calon ...
Politik - Tuesday, 27 March 2018 - 16:56 WIB

Awasi Pemilu 2019, Bawaslu Mulai Buka Pendaftaran Pemantau

Tahapan pelaksaan Pemilu legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 sudah mulai berjalan. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pun mulai membuka ...
Hukum - Tuesday, 27 March 2018 - 16:48 WIB

Tiga Kandidat Deputi Penindakan Jalani Tes Akhir

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengantongi nama-nama calon Deputi Penindakan usai ditinggal Inspektur Heru Winarko yang diangkat Presiden Joko Widodo ...
Place your ads here...