Rabu, 17 Januari 2018 | 17.49 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Sudah 38 juta SIM Card teregistrasi

Sudah 38 juta SIM Card teregistrasi

Reporter : Bayu Putra | Sabtu, 4 November 2017 - 15:53 WIB

IMG-27676

Diskusi Reg Data Aman ? di Kawasan Warung Daun, Jakarta, Sabtu (4/11). KiniNews/Bayu Putra.

Jakarta, kini.co.id – Pelanggan seluler yang telah mendaftarkan (registrasi) SIM Card prabayar dengan menggunakan KTP dan Kartu Keluarga (KK) ke Kominfo terus bertambah.

Sejak digulirkan 31 Oktober lalu, hingga saat ini sudah 38 juta SIM Card yang teregistrasi.

Hal ini disampaikan oleh Plt Direktur Fasilitasi Pemanfaatan Data & Dokumen Kependudukan Ditjen Dukcapil Kemendagri David Yama.

“38 juta kartu (yang sudah daftar),” kata David di Kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (4/11).

David menyebut, Kemkominfo menargetkan waktu 4 bulan bagi semua pelanggan kartu seluler untuk melakukan registrasi ulang.

“Khusus registrasi ulang memang target 4 bulan. Ada 360 juta kartu prabayar tersebar,” sambungnya.

David beranggapan dengan penataan registrasi kartu perdana diharap mampu mencegah penipuan dan menangkal kabar hoax.

Terlebih negara bisa mengetahui apabila ada pelanggaran sehingga dapat menjamin jalannya transaksi elektronik.

“Sekarang banyak sekali penipuan dari SMS hoax, hate speech bisa kita cegah. Kalau semua berbasis NIK pembangunan bisa tertata dengan baik,” tutur David.

“Negara bisa tahu (kalau ada yang tahu). Masyarakat semakin aman nyaman bertransaksi dalam pembangunan,” pungkasnya.

Sementara itu anggota Komisi I DPR RI Roy Suryo mengatakan, kabar yang menyebut data saat registrasi kartu prabayar bisa digunakan untuk kepentingan Pemilihan Presiden tahun 2019 merupakan informasi hoax yang tidak cerdas.

“Yang buat isu hoax itu tidak cerdas,” kata Anggota Komisi I DPR dari Fraksi Demokrat itu.

Pria yang juga dikenal sebagai pakar teknologi informasi itu menegaskan, tidak ada kaitan data Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan nomor Kartu Keluarga (KK) dengan kepentingan politik kelompok tertentu. 

“Saya pastikan tidak ada untuk kepentingan tahun 2019. Saya bertanggung jawab atas statement saya,” tegasnya. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Urgensi impor beras dipertanyakan
Politik - Rabu, 17 Januari 2018 - 17:09 WIB

Urgensi impor beras dipertanyakan

Anggota DPR Sukamta menyatakan pemerintah harus mengkaji betul sebelum sebuah kebijakan yang diambil terkait impor beras.Dia mempertanyakan urgensi harus ...
DPR Minta Tidak Ada Kebijakan Asing Untuk Miliki Pulau
Politik - Rabu, 17 Januari 2018 - 16:56 WIB

DPR Minta Tidak Ada Kebijakan Asing Untuk Miliki Pulau

Menanggapi adanya penawaran kepemilikan Pulau Ajab melalui situs privateislandsonline.com, Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Lukman Edy menyatakan perlunya ketegasan ...
Ustadz ‘akhir zaman’ Zulkifli M  Ali jadi tersangka
Peristiwa - Rabu, 17 Januari 2018 - 16:45 WIB

Ustadz ‘akhir zaman’ Zulkifli M Ali jadi tersangka

Ustadz Zulkifli Muhammad Ali ditetapkan sebagai tersangka atas tuduhan sengaja menunjukkan kebencian atau ras benci kepada orang lain berdasarkan ras ...
Pemerintah Mau Impor Beras 500 Ribu Ton, DPR Panggil Mendag
Ekonomi - Rabu, 17 Januari 2018 - 14:44 WIB

Pemerintah Mau Impor Beras 500 Ribu Ton, DPR Panggil Mendag

Mengatasi mahalnya beras di tengah masyarakat, Pemerintah Indonesia memutuskan untuk melakukan impor.Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI memutuskan akan mengimpor beras sebanyak ...
Rangkap jabatan Menteri, JK: Partai bisa diurus malam
Politik - Rabu, 17 Januari 2018 - 14:38 WIB

Rangkap jabatan Menteri, JK: Partai bisa diurus malam

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan menteri yang rangkap jabatan sebagai ketua partai bisa mengurus partai pada malam hari, ...
Resmi Menjabat Sebagai KSAU, Ini Harta Kekayaan Yuyu Sutisna
Nasional - Rabu, 17 Januari 2018 - 13:57 WIB

Resmi Menjabat Sebagai KSAU, Ini Harta Kekayaan Yuyu Sutisna

Marsekal Madya Yuyu Sutisna resmi menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) menggantikan posisi Marsekal Hadi Tjahjanto yang kini menjabat ...