Tuesday, 17 July 2018 | 18.41 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Sudah 38 juta SIM Card teregistrasi

Sudah 38 juta SIM Card teregistrasi

Reporter : Bayu Putra | Saturday, 4 November 2017 - 15:53 WIB

IMG-27676

Diskusi Reg Data Aman ? di Kawasan Warung Daun, Jakarta, Sabtu (4/11). KiniNews/Bayu Putra.

Jakarta, kini.co.id – Pelanggan seluler yang telah mendaftarkan (registrasi) SIM Card prabayar dengan menggunakan KTP dan Kartu Keluarga (KK) ke Kominfo terus bertambah.

Sejak digulirkan 31 Oktober lalu, hingga saat ini sudah 38 juta SIM Card yang teregistrasi.

Hal ini disampaikan oleh Plt Direktur Fasilitasi Pemanfaatan Data & Dokumen Kependudukan Ditjen Dukcapil Kemendagri David Yama.

“38 juta kartu (yang sudah daftar),” kata David di Kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (4/11).

David menyebut, Kemkominfo menargetkan waktu 4 bulan bagi semua pelanggan kartu seluler untuk melakukan registrasi ulang.

“Khusus registrasi ulang memang target 4 bulan. Ada 360 juta kartu prabayar tersebar,” sambungnya.

David beranggapan dengan penataan registrasi kartu perdana diharap mampu mencegah penipuan dan menangkal kabar hoax.

Terlebih negara bisa mengetahui apabila ada pelanggaran sehingga dapat menjamin jalannya transaksi elektronik.

“Sekarang banyak sekali penipuan dari SMS hoax, hate speech bisa kita cegah. Kalau semua berbasis NIK pembangunan bisa tertata dengan baik,” tutur David.

“Negara bisa tahu (kalau ada yang tahu). Masyarakat semakin aman nyaman bertransaksi dalam pembangunan,” pungkasnya.

Sementara itu anggota Komisi I DPR RI Roy Suryo mengatakan, kabar yang menyebut data saat registrasi kartu prabayar bisa digunakan untuk kepentingan Pemilihan Presiden tahun 2019 merupakan informasi hoax yang tidak cerdas.

“Yang buat isu hoax itu tidak cerdas,” kata Anggota Komisi I DPR dari Fraksi Demokrat itu.

Pria yang juga dikenal sebagai pakar teknologi informasi itu menegaskan, tidak ada kaitan data Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan nomor Kartu Keluarga (KK) dengan kepentingan politik kelompok tertentu. 

“Saya pastikan tidak ada untuk kepentingan tahun 2019. Saya bertanggung jawab atas statement saya,” tegasnya. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Hukum - Tuesday, 27 March 2018 - 18:22 WIB

KPK Tahan Tujuh Tersangka Kasus Suap DPRD Malang

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung menahan tujuh tersangka kasus dugaan korupsi Malang, Jawa Timur.Ketujuh orang yang dimaksud antara lain enam ...
Peristiwa - Tuesday, 27 March 2018 - 17:47 WIB

Arief Hidayat kembali dilantik jadi hakim MK

Presiden Jokowi kembali melantik Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat sebagai hakim konstitusi untuk periode kedua, masa bakti 2018-2023. Arief mengucapkan sumpahnya ...
Politik - Tuesday, 27 March 2018 - 17:28 WIB

Bahas RKP 2019, DPD berharap program pemerintah tepat sasaran

Dewan Perwakilan Daerah (DPD) melihat masih banyak kebijakan pembangunan di daerah yang tidak tepat sasaran. Untuk itu, diharapkan pemerintah dapat ...
Politik - Tuesday, 27 March 2018 - 17:18 WIB

PKS siapkan sembilan nama untuk kalahkan Jokowi di Pilpres 2019

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menyatakan ada sembilan nama yang siap ditawarkan untuk posisi calon presiden atau calon ...
Politik - Tuesday, 27 March 2018 - 16:56 WIB

Awasi Pemilu 2019, Bawaslu Mulai Buka Pendaftaran Pemantau

Tahapan pelaksaan Pemilu legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 sudah mulai berjalan. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pun mulai membuka ...
Hukum - Tuesday, 27 March 2018 - 16:48 WIB

Tiga Kandidat Deputi Penindakan Jalani Tes Akhir

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengantongi nama-nama calon Deputi Penindakan usai ditinggal Inspektur Heru Winarko yang diangkat Presiden Joko Widodo ...
Place your ads here...