Rabu, 17 Oktober 2018 | 11.17 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Sudah 38 juta SIM Card teregistrasi

Sudah 38 juta SIM Card teregistrasi

Reporter : Bayu Putra | Sabtu, 4 November 2017 - 15:53 WIB

IMG-27676

Diskusi Reg Data Aman ? di Kawasan Warung Daun, Jakarta, Sabtu (4/11). KiniNews/Bayu Putra.

Jakarta, kini.co.id – Pelanggan seluler yang telah mendaftarkan (registrasi) SIM Card prabayar dengan menggunakan KTP dan Kartu Keluarga (KK) ke Kominfo terus bertambah.

Sejak digulirkan 31 Oktober lalu, hingga saat ini sudah 38 juta SIM Card yang teregistrasi.

Hal ini disampaikan oleh Plt Direktur Fasilitasi Pemanfaatan Data & Dokumen Kependudukan Ditjen Dukcapil Kemendagri David Yama.

“38 juta kartu (yang sudah daftar),” kata David di Kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (4/11).

David menyebut, Kemkominfo menargetkan waktu 4 bulan bagi semua pelanggan kartu seluler untuk melakukan registrasi ulang.

“Khusus registrasi ulang memang target 4 bulan. Ada 360 juta kartu prabayar tersebar,” sambungnya.

David beranggapan dengan penataan registrasi kartu perdana diharap mampu mencegah penipuan dan menangkal kabar hoax.

Terlebih negara bisa mengetahui apabila ada pelanggaran sehingga dapat menjamin jalannya transaksi elektronik.

“Sekarang banyak sekali penipuan dari SMS hoax, hate speech bisa kita cegah. Kalau semua berbasis NIK pembangunan bisa tertata dengan baik,” tutur David.

“Negara bisa tahu (kalau ada yang tahu). Masyarakat semakin aman nyaman bertransaksi dalam pembangunan,” pungkasnya.

Sementara itu anggota Komisi I DPR RI Roy Suryo mengatakan, kabar yang menyebut data saat registrasi kartu prabayar bisa digunakan untuk kepentingan Pemilihan Presiden tahun 2019 merupakan informasi hoax yang tidak cerdas.

“Yang buat isu hoax itu tidak cerdas,” kata Anggota Komisi I DPR dari Fraksi Demokrat itu.

Pria yang juga dikenal sebagai pakar teknologi informasi itu menegaskan, tidak ada kaitan data Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan nomor Kartu Keluarga (KK) dengan kepentingan politik kelompok tertentu. 

“Saya pastikan tidak ada untuk kepentingan tahun 2019. Saya bertanggung jawab atas statement saya,” tegasnya. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Peristiwa - Rabu, 17 Oktober 2018 - 11:12 WIB

Polisi Sebut Tersangka Tak Bermaksud Tembak Kaca DPR

Peristiwa penembakan kaca kantor DPR RI sempat menghebohkan publik. Netizen pun bertanya apakah ada maksud pembunuhan atau penembakan misterius di ...
Nasional - Rabu, 17 Oktober 2018 - 09:52 WIB

Sidang IPU 139 Jenewa, Jazuli: 36 Negara Tolak Pelegalan LGBT

Anggota Komisi I DPR RI, Jazuli Juwaini menyebut dalam sidang Inter-Parliamentary Union (IPU) 139 di Jenewa sebanyak 36 negara yang ...
Hukum - Rabu, 17 Oktober 2018 - 09:15 WIB

Berkasus Lagi, KPK Pertimbangkan Tuntutan Hukuman Maksimal terhadap Billy Sindoro

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mempertimbangkan tuntutan hukuman maksimal kepada Bos Lippo Group, Billy Sindoro. Hal ini ...
- Selasa, 16 Oktober 2018 - 20:05 WIB

KPK sebut Bupati Bekasi tak sampaikan sedang hamil

Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (Jubir KPK), Febri Diansyah mengatakan bahwa selama menjalani pemeriksaan Bupati Bekasi non-aktif, Neneng Hasnah Yasin tidak ...
Peristiwa - Selasa, 16 Oktober 2018 - 19:59 WIB

Ternyata penembak gedung DPR lulus sertifikasi menembak

KETUA Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Bambang Soesatyo menuturkan bahwa terduga penembak peluru nyasar yang mengenai ruang kerja anggota DPR pada ...
Hukum - Selasa, 16 Oktober 2018 - 19:24 WIB

Meikarta, mengejar mimpi beralas upeti

OPERASI tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap sejumlah pejabat di Kabupaten Bekasi, berbuntut pada penetapan tersangka ...