Rabu, 17 Oktober 2018 | 13.27 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Menangkan Gugatan, Anak Pendiri Bank KOPRAH: Papah Kami Tak Ambil Hak Rakyat

Menangkan Gugatan, Anak Pendiri Bank KOPRAH: Papah Kami Tak Ambil Hak Rakyat

Reporter : Bayu Putra | Minggu, 5 November 2017 - 14:45 WIB

IMG-27678

Jakarta, kini.co.id – Pihak penggugat Taty Djuairiah dan Irene Ratnawati Rusli merupakan anak pendiri Bank Kopra yang saat ini berganti nama menjadi PT Bank Danamon Indonesia Tbk berharap menang dalam persidangan yang digelar di PN Jakarta Selatan.

“Menang, dalam hal ini Danamon mengakui ayah kami sebagai pendiri dan pemilik saham bank Kopra,” Katanya di Jakarta, Sabtu (4/11) kemarin.

Dikatakannya ia teringat pesan almarhum ayahnya yang berpesan agar tidak mengambil hak rakyat.

“Papah tidak mengambil hak rakyat, dan papa berpesan ‘Im still the owner of the Bank, one day you can’t get it.” katanya lagi.

Sementara itu, Kuasa hukum pihak penggugat Hasanuddin Nasution mengatakan kemenangan itu sudah diprediksikan.

“Kemengan ini kami sudah sebutkan sejak awal ia (Ibu Taty) datang bertemu saya pertama kali,” ujarnya.

Pasalnya kata dia hampir semua poin dalam persidangan cukup bagus.

“Pertama bukti yang kedua saksi spesifik, mengenai keperdataan ibu Taty ini sangat berurut, dari bukti-bukti dan saksi kita yakin menang,” katanya.

Hasanuddin juga mengatakan kalau sejarah itu harus beraturan.

“Kalau orang lahir itulah akta kelahirannya dan disitu haruslah ada nama almarhum Daud Badaruddin itu sebagai pendiri sekaligus pengurus bank tersebut dan juga sebagai pemegang saham Menurut saya itu. Yang utama pak Rusli Ali diartikan sebagai pengurus bank sebagai presiden komisaris dan juga sebagai pemegang saham dan juga sebagai pendiri,” tegasnya.

Ia memaparkan, dalam rapat pemegang saham 4 Juli tahun 1964 kepada siapa pun termasuk kepada keluarganya tidak ada satupun yang mengatakan bahwa kedua orang pendiri bank Koprah tersebut menjual sahamnya.

“Ini ada saksi fakta mengatakan, Pemegang saham terbesar Bank Danamon waktu itu yang namanya Usman Atmajaya yang dalam perkara ini juga menjadi tergugat mengatakan persoalan Badarudin almarhum dengan Rusli menjadi duri dalam dagingnya kalau itu belum selesai,” katanya.

Sebelum usai, Taty melanjutkan, “Jangan sekali-sekali melupakan sejarah, di dalam darah bank Danamon mengalir darah bank Koprah/ bank Persatuan Nasional mengalir darah Daud Badaruddin dan Rusli Halil. Kita tidak memperburuk citra bank Danamon, kita itu justru menjadikan bank yang bermartabat di mata masyarakat dengan cara menyampaikan kebenaran,” tegasnya.

Selain itu beredar pesan text yang mengetahui sebagai Direktur (Independen) dan Sekretaris Perusahaan Rita Mirasari yang sekaligus juru bicara bank Danamon, berikut isi pesannya.

“Terkait gugatan oleh pihak yang mengaku sebagai ahli waris pendiri Bank Kopra Indonesia, menurut catatan yang ada pada Danamon, gugatan itu tidak benar. 

Setelah Bank Kopra Indonesia berganti nama menjadi Bank Persatuan Nasional yang kemudian lalu berganti nama menjadi Bank Danamon Indonesia, kepemilikan saham atas nama almarhum Daud Badaruddin dan Roesli Halik tersebut sudah tidak ada.

Kami sampaikan bahwa seluruh kegiatan operasional perbankan di Danamon akan tetap berjalan secara normal untuk melayani Bapak/Ibu dan para nasabah kami dengan sebaik-baiknya.

Danamon akan senantiasa patuh dan menghormati proses hukum yang berlangsung.”

Sekedar informasi, hingga berita ini diturunkan pihak bank Danamon belum dapat di konfirmasi, selain itu perkara ini tercatat dengan No. 909/Pdt.G/2016/PN JKT.SEL di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Politik - Rabu, 17 Oktober 2018 - 11:54 WIB

Kalau Sukses di Jabar, PAN Bisa Menangkan Prabowo-Sandi

Ketua Umum Partai PAN, Zulkifli Hassan mengatakan jika PAN sukses menang di Jawa Barat, maka mereka akan bisa memenangkan Prabowo-Sandi ...
Peristiwa - Rabu, 17 Oktober 2018 - 11:12 WIB

Polisi Sebut Tersangka Tak Bermaksud Tembak Kaca DPR

Peristiwa penembakan kaca kantor DPR RI sempat menghebohkan publik. Netizen pun bertanya apakah ada maksud pembunuhan atau penembakan misterius di ...
Nasional - Rabu, 17 Oktober 2018 - 09:52 WIB

Sidang IPU 139 Jenewa, Jazuli: 36 Negara Tolak Pelegalan LGBT

Anggota Komisi I DPR RI, Jazuli Juwaini menyebut dalam sidang Inter-Parliamentary Union (IPU) 139 di Jenewa sebanyak 36 negara yang ...
Hukum - Rabu, 17 Oktober 2018 - 09:15 WIB

Berkasus Lagi, KPK Pertimbangkan Tuntutan Hukuman Maksimal terhadap Billy Sindoro

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mempertimbangkan tuntutan hukuman maksimal kepada Bos Lippo Group, Billy Sindoro. Hal ini ...
- Selasa, 16 Oktober 2018 - 20:05 WIB

KPK sebut Bupati Bekasi tak sampaikan sedang hamil

Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (Jubir KPK), Febri Diansyah mengatakan bahwa selama menjalani pemeriksaan Bupati Bekasi non-aktif, Neneng Hasnah Yasin tidak ...
Peristiwa - Selasa, 16 Oktober 2018 - 19:59 WIB

Ternyata penembak gedung DPR lulus sertifikasi menembak

KETUA Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Bambang Soesatyo menuturkan bahwa terduga penembak peluru nyasar yang mengenai ruang kerja anggota DPR pada ...