Monday, 23 July 2018 | 14.44 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Menangkan Gugatan, Anak Pendiri Bank KOPRAH: Papah Kami Tak Ambil Hak Rakyat

Menangkan Gugatan, Anak Pendiri Bank KOPRAH: Papah Kami Tak Ambil Hak Rakyat

Reporter : Bayu Putra | Sunday, 5 November 2017 - 14:45 WIB

IMG-27678

Jakarta, kini.co.id – Pihak penggugat Taty Djuairiah dan Irene Ratnawati Rusli merupakan anak pendiri Bank Kopra yang saat ini berganti nama menjadi PT Bank Danamon Indonesia Tbk berharap menang dalam persidangan yang digelar di PN Jakarta Selatan.

“Menang, dalam hal ini Danamon mengakui ayah kami sebagai pendiri dan pemilik saham bank Kopra,” Katanya di Jakarta, Sabtu (4/11) kemarin.

Dikatakannya ia teringat pesan almarhum ayahnya yang berpesan agar tidak mengambil hak rakyat.

“Papah tidak mengambil hak rakyat, dan papa berpesan ‘Im still the owner of the Bank, one day you can’t get it.” katanya lagi.

Sementara itu, Kuasa hukum pihak penggugat Hasanuddin Nasution mengatakan kemenangan itu sudah diprediksikan.

“Kemengan ini kami sudah sebutkan sejak awal ia (Ibu Taty) datang bertemu saya pertama kali,” ujarnya.

Pasalnya kata dia hampir semua poin dalam persidangan cukup bagus.

“Pertama bukti yang kedua saksi spesifik, mengenai keperdataan ibu Taty ini sangat berurut, dari bukti-bukti dan saksi kita yakin menang,” katanya.

Hasanuddin juga mengatakan kalau sejarah itu harus beraturan.

“Kalau orang lahir itulah akta kelahirannya dan disitu haruslah ada nama almarhum Daud Badaruddin itu sebagai pendiri sekaligus pengurus bank tersebut dan juga sebagai pemegang saham Menurut saya itu. Yang utama pak Rusli Ali diartikan sebagai pengurus bank sebagai presiden komisaris dan juga sebagai pemegang saham dan juga sebagai pendiri,” tegasnya.

Ia memaparkan, dalam rapat pemegang saham 4 Juli tahun 1964 kepada siapa pun termasuk kepada keluarganya tidak ada satupun yang mengatakan bahwa kedua orang pendiri bank Koprah tersebut menjual sahamnya.

“Ini ada saksi fakta mengatakan, Pemegang saham terbesar Bank Danamon waktu itu yang namanya Usman Atmajaya yang dalam perkara ini juga menjadi tergugat mengatakan persoalan Badarudin almarhum dengan Rusli menjadi duri dalam dagingnya kalau itu belum selesai,” katanya.

Sebelum usai, Taty melanjutkan, “Jangan sekali-sekali melupakan sejarah, di dalam darah bank Danamon mengalir darah bank Koprah/ bank Persatuan Nasional mengalir darah Daud Badaruddin dan Rusli Halil. Kita tidak memperburuk citra bank Danamon, kita itu justru menjadikan bank yang bermartabat di mata masyarakat dengan cara menyampaikan kebenaran,” tegasnya.

Selain itu beredar pesan text yang mengetahui sebagai Direktur (Independen) dan Sekretaris Perusahaan Rita Mirasari yang sekaligus juru bicara bank Danamon, berikut isi pesannya.

“Terkait gugatan oleh pihak yang mengaku sebagai ahli waris pendiri Bank Kopra Indonesia, menurut catatan yang ada pada Danamon, gugatan itu tidak benar. 

Setelah Bank Kopra Indonesia berganti nama menjadi Bank Persatuan Nasional yang kemudian lalu berganti nama menjadi Bank Danamon Indonesia, kepemilikan saham atas nama almarhum Daud Badaruddin dan Roesli Halik tersebut sudah tidak ada.

Kami sampaikan bahwa seluruh kegiatan operasional perbankan di Danamon akan tetap berjalan secara normal untuk melayani Bapak/Ibu dan para nasabah kami dengan sebaik-baiknya.

Danamon akan senantiasa patuh dan menghormati proses hukum yang berlangsung.”

Sekedar informasi, hingga berita ini diturunkan pihak bank Danamon belum dapat di konfirmasi, selain itu perkara ini tercatat dengan No. 909/Pdt.G/2016/PN JKT.SEL di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Hukum - Tuesday, 27 March 2018 - 18:22 WIB

KPK Tahan Tujuh Tersangka Kasus Suap DPRD Malang

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung menahan tujuh tersangka kasus dugaan korupsi Malang, Jawa Timur.Ketujuh orang yang dimaksud antara lain enam ...
Peristiwa - Tuesday, 27 March 2018 - 17:47 WIB

Arief Hidayat kembali dilantik jadi hakim MK

Presiden Jokowi kembali melantik Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat sebagai hakim konstitusi untuk periode kedua, masa bakti 2018-2023. Arief mengucapkan sumpahnya ...
Politik - Tuesday, 27 March 2018 - 17:28 WIB

Bahas RKP 2019, DPD berharap program pemerintah tepat sasaran

Dewan Perwakilan Daerah (DPD) melihat masih banyak kebijakan pembangunan di daerah yang tidak tepat sasaran. Untuk itu, diharapkan pemerintah dapat ...
Politik - Tuesday, 27 March 2018 - 17:18 WIB

PKS siapkan sembilan nama untuk kalahkan Jokowi di Pilpres 2019

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menyatakan ada sembilan nama yang siap ditawarkan untuk posisi calon presiden atau calon ...
Politik - Tuesday, 27 March 2018 - 16:56 WIB

Awasi Pemilu 2019, Bawaslu Mulai Buka Pendaftaran Pemantau

Tahapan pelaksaan Pemilu legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 sudah mulai berjalan. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pun mulai membuka ...
Hukum - Tuesday, 27 March 2018 - 16:48 WIB

Tiga Kandidat Deputi Penindakan Jalani Tes Akhir

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengantongi nama-nama calon Deputi Penindakan usai ditinggal Inspektur Heru Winarko yang diangkat Presiden Joko Widodo ...
Place your ads here...