Jumat, 19 Januari 2018 | 10.21 WIB
KiniNEWS>Nasional>Ekonomi>Kemenhub Diminta Tinjau Kembali Penutupan Perlintasan Kereta Api

Kemenhub Diminta Tinjau Kembali Penutupan Perlintasan Kereta Api

Reporter : Bayu Putra | Senin, 6 November 2017 - 14:21 WIB

IMG-27689

Kereta api listrik (kininews/ist)

Jakarta, kini.co.id – Politisi PDI Perjuangan Darmadi Durianto meminta Kementerian Perhubungan untuk meninjau kembali penutupan sejumlah ruas jalan perlintasan kereta api.

Pasalnya, kebijakan yang bertujuan untuk keselamatan para pengguna jalan ini, justru meresahkan masyarakat, dan mengganggu kegiatan ekonomi.

“Berdasarkan pengaduan masyarakat yang saya terima, penutupan akses jalan yang melintasi rel kereta api, selain menyebabkan kemacetan juga menghambat kegiatan ekonomi, khususnya ekonomi kerakyatan,” ujar Anggota DPR-RI, Darmadi Durianto di Jakarta, (6/11).

Seharusnya Dirjen Perkeretapian Kemenhub, kata Darmadi, sebelum menutup akses jalan perlintas kereta api, duduk bersama masyarakat sekitar lokasi, dan melakukan sosialisasi serta mencari solusi terbaik.

“Harus dipikirkan plus dan minusnya akibat penutupan tersebut, jangan sampai tujuan baik Kemenhub untuk melindungi pengguna jalan, justru malah merugikan pengguna jalan itu sendiri, bahkan efeknya mengganggu kegiatan ekonomi masyarakat,” kata dia.

“Presiden Jokowi saat ini sedang fokus membangun berbagai infrastruktur yang bertujuan menggerakan roda perekonomian, jangan sampai ada kebijakan yang justru menghambat kegiatan ekonomi,” sambung Bendahara Umum Megawati Institute ini.

Menurut Darmadi, terganggunya ekonomi kerakyatan akibat penutupan akses jalan di perlintasan kereta api tersebut, terlihat sepinya pembeli di tempat usaha sekitar lokasi.

“Warteg, warung kelontong, dan usaha mikro lainnya otomatis sepi pembeli, belum lagi dampak kemacetan yang juga menghambat jalur distribusi. Saat ini banyak pelaku usaha mengeluhkan pasar yang sepi, janganlah ditambah beban dengan hal seperti ini, tolong ditinjau kembali kebijakan yang membuat masyarakat menjadi resah, karena saya rasa masih ada cara lain selain menutup akses jalan,” paparnya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Soal Ustadz Zulkifli, Fahri Hamzah: Orang ngomong akhir zaman aja ga boleh
Politik - Jumat, 19 Januari 2018 - 07:42 WIB

Soal Ustadz Zulkifli, Fahri Hamzah: Orang ngomong akhir zaman aja ga boleh

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah angkat bicara soal status tersangka Ustadz Zulkifli Muhammad Ali yang diduga melakukan ujaran kebencian. Menurut ...
Dana desa untuk  93 daerah siap dicairkan
Ekonomi - Jumat, 19 Januari 2018 - 07:33 WIB

Dana desa untuk 93 daerah siap dicairkan

Kementerian Keuangan menyatakan ada sekitar 25 persen daerah kota/kabupaten yang telah memenuhi syarat untuk pencairan dana desa tahap satu tahun ...
DPR dukung impor beras dengan catatan
Peristiwa - Kamis, 18 Januari 2018 - 21:49 WIB

DPR dukung impor beras dengan catatan

DPR mendukung kebijakan impor 500 ribu ton beras yang dilakukan oleh pemerintah. Hal itu disampaikan anggota Komisi VI DPR Nyat ...
Menteri Luhut ingin santri melek teknologi
Pendidikan - Kamis, 18 Januari 2018 - 21:35 WIB

Menteri Luhut ingin santri melek teknologi

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan meminta santri agar tidak buta teknologi dan mendorong mereka untuk belajar serta bekerja ...
Ustadz Zulkifli tak ditahan, dipersilahkan kembali berdakwah
Hukum - Kamis, 18 Januari 2018 - 21:02 WIB

Ustadz Zulkifli tak ditahan, dipersilahkan kembali berdakwah

Ustadz Zulkifli Muhammad Ali menjalani pemeriksaan sebagai tersangka kasus ujaran kebencian dan SARA.Diperiksa selama empat jam di Gedung Bareskrim ...
Bamsoet: Baik buruknya citra DPR tergantung media massa
Politik - Kamis, 18 Januari 2018 - 17:18 WIB

Bamsoet: Baik buruknya citra DPR tergantung media massa

Ketua DPR Bambang Soesatyo menyatakan, baik buruknya DPR sangat tergantung media massa. Karena itu, ia bertekad untuk membangun citra wakil ...