Sabtu, 18 November 2017 | 07.55 WIB
KiniNEWS>Nasional>Ekonomi>Kemenhub Diminta Tinjau Kembali Penutupan Perlintasan Kereta Api

Kemenhub Diminta Tinjau Kembali Penutupan Perlintasan Kereta Api

Reporter : Bayu Putra | Senin, 6 November 2017 - 14:21 WIB

IMG-27689

Kereta api listrik (kininews/ist)

Jakarta, kini.co.id – Politisi PDI Perjuangan Darmadi Durianto meminta Kementerian Perhubungan untuk meninjau kembali penutupan sejumlah ruas jalan perlintasan kereta api.

Pasalnya, kebijakan yang bertujuan untuk keselamatan para pengguna jalan ini, justru meresahkan masyarakat, dan mengganggu kegiatan ekonomi.

“Berdasarkan pengaduan masyarakat yang saya terima, penutupan akses jalan yang melintasi rel kereta api, selain menyebabkan kemacetan juga menghambat kegiatan ekonomi, khususnya ekonomi kerakyatan,” ujar Anggota DPR-RI, Darmadi Durianto di Jakarta, (6/11).

Seharusnya Dirjen Perkeretapian Kemenhub, kata Darmadi, sebelum menutup akses jalan perlintas kereta api, duduk bersama masyarakat sekitar lokasi, dan melakukan sosialisasi serta mencari solusi terbaik.

“Harus dipikirkan plus dan minusnya akibat penutupan tersebut, jangan sampai tujuan baik Kemenhub untuk melindungi pengguna jalan, justru malah merugikan pengguna jalan itu sendiri, bahkan efeknya mengganggu kegiatan ekonomi masyarakat,” kata dia.

“Presiden Jokowi saat ini sedang fokus membangun berbagai infrastruktur yang bertujuan menggerakan roda perekonomian, jangan sampai ada kebijakan yang justru menghambat kegiatan ekonomi,” sambung Bendahara Umum Megawati Institute ini.

Menurut Darmadi, terganggunya ekonomi kerakyatan akibat penutupan akses jalan di perlintasan kereta api tersebut, terlihat sepinya pembeli di tempat usaha sekitar lokasi.

“Warteg, warung kelontong, dan usaha mikro lainnya otomatis sepi pembeli, belum lagi dampak kemacetan yang juga menghambat jalur distribusi. Saat ini banyak pelaku usaha mengeluhkan pasar yang sepi, janganlah ditambah beban dengan hal seperti ini, tolong ditinjau kembali kebijakan yang membuat masyarakat menjadi resah, karena saya rasa masih ada cara lain selain menutup akses jalan,” paparnya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Buka Munas KAHMI, Jokowi singgung tantangan Negara
Politik - Jumat, 17 November 2017 - 21:59 WIB

Buka Munas KAHMI, Jokowi singgung tantangan Negara

Presiden Jokowi mengaku berbahagia hadir di tengah anggota KAHMI yang terkenal dengan orang-orang yang memiliki kehandalan di segala bidang."KAHMI ...
Mahfud MD tegaskan sikap politik KAHMI independen
Politik - Jumat, 17 November 2017 - 21:06 WIB

Mahfud MD tegaskan sikap politik KAHMI independen

Ketua Umum Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI), Prof Mahfud MD menegaskan sikap politik organisasinya yang independen dan netral kepada ...
Agar tak kabur lagi, IPW sarankan KPK borgol Setnov
Hukum - Jumat, 17 November 2017 - 19:59 WIB

Agar tak kabur lagi, IPW sarankan KPK borgol Setnov

Indonesia Police Watch (IPW) menilai kasus kecelakaan tunggal yang menimpa Ketua DPR Setya Novanto menjadi blessing in disguise (berkah tersembunyi) bagi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).Pasalnya, PK ...
14 Parpol calon peserta Pemilu 2019 harus perbaiki pendaftaran
Politik - Jumat, 17 November 2017 - 19:39 WIB

14 Parpol calon peserta Pemilu 2019 harus perbaiki pendaftaran

Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyampaikan hasil penelitian administrasi terhadap dokumen 14 partai politik (parpol) calon peserta pemilu 2019.Adapun, 14 ...
Warga Diminta Tidak Bertransaksi dengan Valuta Asing
Ekonomi - Jumat, 17 November 2017 - 17:10 WIB

Warga Diminta Tidak Bertransaksi dengan Valuta Asing

Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo mengimbau masyarakat menggunakan transaksi di dalam negeri menggunakan Rupiah bukan valuta asing.Hal ini mengingat ...
Ini penjelasan Pemred Metro TV soal Hilman Mattauch
Peristiwa - Jumat, 17 November 2017 - 15:46 WIB

Ini penjelasan Pemred Metro TV soal Hilman Mattauch

Pihak Metro TV memberikan klarifikasinya terkait status Hilman Mattauch yang menyupiri Setya Novanto menggunakan mobil Toyota Fortuner B 1732 ZLO ...