Selasa, 21 November 2017 | 17.08 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Eddy Rumpoko Yakin Bisa Menangkan Praperadilan

Eddy Rumpoko Yakin Bisa Menangkan Praperadilan

Reporter : Fadilah | Senin, 6 November 2017 - 14:23 WIB

IMG-27690

Kuasa Hukum Eddy Rumpoko, Agus Dwi Warsono. (KiniNews/Fadillah)

Jakarta, kini.co.id – Kuasa Hukum Eddy Rumpoko yaitu Agus Dwi Warsono yakin bisa memenangkan sidang praperadilan atas penangkapan dan penetapan tersangka terhadap kliennya.

“Sebab OTT (Operasi Tangkap Tangan) yang diajukan oleh KPK itu tidak atas dasar hukum,” katanya.

Menurutnya lembaga antirasuah tidak memiliki dua alat bukti permulaan yang cukup dalam menjerat kliennya ke pusaran kasus suap pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintahan Kota Batu, Jawa Timur, tahun anggaran 2017.

Hal tersebut mengacu kepada berita acara penyitaan yang disita itu adalah mobil Alphard yang seolah-olah itu adalah hadiah yang datangnya dari Filipus Djap atas nama PT Duta Selaras.

“Padahal PT Duta Selaras sudah tidak ada hubungan dengan pak Eddy karena terhitung sejak 2012, pak Eddy sudah menjual seluruh sahamnya,” katanya.

Agus menegaskan, hal itu bisa dicek di LHKPN Eddy. Laporan harta kekayaan pejabat negara itu sudah dilaporkan dihabisbukukan dengan laporan per 1 Juli 2015. Padahal, dalam pemeriksaan, Mobil Alphard untuk Edy kabarnya dibeli oleh Filipus tahun 2016.

“Sekarang ini yang jadi pertanyaan bahkan PT duta selaras melalui Dirut melaporkan ada penggunaan dokumen palsu atau pembelian kendaraan mobil Alphard,” kata Agus.

Agus juga menduga ada ketidakprofesionalan di dalam konteks penyelidikan.

Agus meyakini, OTT hanya sebagai alat bagi KPK untuk memenuhi alat bukti. OTT itu pun akhirnya memicu itu penahanan, penetapan tersangka itu adalah tidak berdasarkan hukum.

Agus menilai, ketidakpahaman itu yang menjadi pemicu kesalahan OTT terhadap Eddy.

“Ini kita akan ungkap semua di persidangan. Ada ketidakprofesionalan. Kami menduga ada ketidakprofesionalan komisioner KPK dalam menetapkan pak Edy. Intinya itu,” pungkas Agus.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Pilgub Jatim, Khofifah-Emil Dardak diusung Demokrat
Politik - Selasa, 21 November 2017 - 15:58 WIB

Pilgub Jatim, Khofifah-Emil Dardak diusung Demokrat

Foto Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elistianto Dardak didampingi Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dan Ketua DPD Jatim ...
Takut Dilaporkan ke Polisi, Farhat Abbas Minta Perlindungan KPK
Hukum - Selasa, 21 November 2017 - 14:57 WIB

Takut Dilaporkan ke Polisi, Farhat Abbas Minta Perlindungan KPK

Pengacara Farhat Abbas memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan menjalani pemeriksaan kurang lebih dua jam.Farhat Abbas memenuhi panggilan ...
KPK ingin geledah DPR, Agus Hermanto: Harus ada ijin
Politik - Selasa, 21 November 2017 - 14:53 WIB

KPK ingin geledah DPR, Agus Hermanto: Harus ada ijin

Wakil Ketua DPR Agus Hermanto mengatakan niat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang ingin menggeledah DPR terutama ruang kerja Ketua DPR ...
Jetstar operasikan penerbangan perdana ke Okinawa
Ekonomi - Selasa, 21 November 2017 - 14:47 WIB

Jetstar operasikan penerbangan perdana ke Okinawa

Penerbangan perdana Jetstar Asia 3K791 dari Singapura ke Okinawa hari ini, Selasa (21/11) mendarat di Naha International Airport. Penerbangan ini ...
Hingga akhir tahun, Citilink targetkan 13 juta penumpang
Ekonomi - Selasa, 21 November 2017 - 14:17 WIB

Hingga akhir tahun, Citilink targetkan 13 juta penumpang

PT Citilink Indonesia menargetkan jumlah penumpang mencapai 13 juta hingga akhir tahun 2017, hingga September 2017 lalu, jumlah penumpang Citilink ...
Polisi surati KPK untuk periksa Setya Novanto
Peristiwa - Selasa, 21 November 2017 - 13:38 WIB

Polisi surati KPK untuk periksa Setya Novanto

Kepolisian Daerah Polda Metro Jaya melayangkan surat izin untuk melakukan pemeriksaan terhadap Ketua DPR Setya Novanto yang kini menjadi tahanan ...