Rabu, 17 Januari 2018 | 17.40 WIB
KiniNEWS>Nasional>Politik>Kader Terjerat Narkoba, Gerindra Siap Berikan Sanksi Berat

Kader Terjerat Narkoba, Gerindra Siap Berikan Sanksi Berat

Reporter : Bayu Putra | Selasa, 7 November 2017 - 10:58 WIB

IMG-27710

Wakil Ketua DPR, Fadli Zon. Kininews/Istimewa

Jakarta, kini.co.id – Partai Gerindra memilih untuk bersikap tegas, terkait kasus narkoba yang menjerat salah satu kadernya, Jero Komang Gede Swastika alias Mang Jangol.

Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon.

Menurut Fadli, Gerindra tidak memberikan toleransi sedikitpun terhadap kader-kadernya yang terjerat kasus pidana, khususnya yang terserat kasus narkoba.

“Sikap DPP sesuai arahan dari Ketua Umum Gerindra Pak Prabowo dan ikrar kader Partai Gerindra, kita tidak boleh melakukan tindakan-tindakan melawan hukum apalagi tindakan itu terkait dengan narkoba,” ungkap Fadli ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, (7/11).

Menurut Fadli, Gerindra tidak bakal memberikan pendampingan hukum kepada kader yang terseret kasus di kepolisian. Terlebih kasusnya merupakan narkoba, yang perku diberantas secara bersama-sama.

“Kita lihat kasusnya saja. Tapi kalau itu menyangkut pribadi apalagi narkoba, tidak ada ampun,” lanjut dia.

Gerindra menyerahkan kasus yang menyeret Mang Jangol kepada kepolisian. Dia percaya polisi proporsional mengusut kasus ini.

“Kita akan serahkan ke proses hukum. Tapi kalau jelas terbukti yang bersangkutan akan mendapatkan sanksi partai yang keras,” pungkasnya.

Kapolresta Denpasar Kombes Hadi Purnomo mengatakan, Wakil Ketua DPRD Bali, Jro Komang Gede Swastika alias Mang Jangol merupakan bandar besar narkoba di Bali. Hal tersebut dilontarkan karena dari penggeledahan ditemukan banyak paket narkoba di kediaman Mang Jangol.

“Bandar besar karena dia yang suplai ke masyarakat,” kata Hadi Purnomo dalam jumpa pers di Mapolresta Denpasar, Senin (6/11/2017).

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Urgensi impor beras dipertanyakan
Politik - Rabu, 17 Januari 2018 - 17:09 WIB

Urgensi impor beras dipertanyakan

Anggota DPR Sukamta menyatakan pemerintah harus mengkaji betul sebelum sebuah kebijakan yang diambil terkait impor beras.Dia mempertanyakan urgensi harus ...
DPR Minta Tidak Ada Kebijakan Asing Untuk Miliki Pulau
Politik - Rabu, 17 Januari 2018 - 16:56 WIB

DPR Minta Tidak Ada Kebijakan Asing Untuk Miliki Pulau

Menanggapi adanya penawaran kepemilikan Pulau Ajab melalui situs privateislandsonline.com, Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Lukman Edy menyatakan perlunya ketegasan ...
Ustadz ‘akhir zaman’ Zulkifli M  Ali jadi tersangka
Peristiwa - Rabu, 17 Januari 2018 - 16:45 WIB

Ustadz ‘akhir zaman’ Zulkifli M Ali jadi tersangka

Ustadz Zulkifli Muhammad Ali ditetapkan sebagai tersangka atas tuduhan sengaja menunjukkan kebencian atau ras benci kepada orang lain berdasarkan ras ...
Pemerintah Mau Impor Beras 500 Ribu Ton, DPR Panggil Mendag
Ekonomi - Rabu, 17 Januari 2018 - 14:44 WIB

Pemerintah Mau Impor Beras 500 Ribu Ton, DPR Panggil Mendag

Mengatasi mahalnya beras di tengah masyarakat, Pemerintah Indonesia memutuskan untuk melakukan impor.Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI memutuskan akan mengimpor beras sebanyak ...
Rangkap jabatan Menteri, JK: Partai bisa diurus malam
Politik - Rabu, 17 Januari 2018 - 14:38 WIB

Rangkap jabatan Menteri, JK: Partai bisa diurus malam

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan menteri yang rangkap jabatan sebagai ketua partai bisa mengurus partai pada malam hari, ...
Resmi Menjabat Sebagai KSAU, Ini Harta Kekayaan Yuyu Sutisna
Nasional - Rabu, 17 Januari 2018 - 13:57 WIB

Resmi Menjabat Sebagai KSAU, Ini Harta Kekayaan Yuyu Sutisna

Marsekal Madya Yuyu Sutisna resmi menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) menggantikan posisi Marsekal Hadi Tjahjanto yang kini menjabat ...