Rabu, 17 Oktober 2018 | 11.16 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>KPK Akui Keluarkan Sprindik Baru untuk Kasus e-KTP

KPK Akui Keluarkan Sprindik Baru untuk Kasus e-KTP

Reporter : Restu Fadilah | Selasa, 7 November 2017 - 16:51 WIB

IMG-27723

Juru bicara KPK Febri Diansyah. Foto: Antara/Sigid Kurniawan

Jakarta, kini.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (Jubir KPK) membenarkan pihaknya telah mengeluarkan surat perintah penyidikan (spirndik) baru.

Jubir KPK, Febri Diansyah mengatakan sprindik tersebut dikeluarkan pada akhir Oktober 2017 untuk kasus korupsi pengadaan e-KTP (Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik).

“Jadi ada surat perintah penyidikan baru di akhir Oktober untuk kasus e-KTP,” tuturnya di Jakarta, Selasa, (7/11).

Febri juga membenarkan di sprindik tersebut sudah ada nama tersangkanya.

Namun Febri belum mau menyebutkan siapa tersangkanya termasuk apa peran dari tersangka tersebut di kasus yang telah merugikan keuangan negara hingga Rp 2 triliun itu.

“Benar sudah ada tersangka baru dalam kasus e-KTP ini. Namun siapa, perannya apa saja, dan rincian lebih lanjut nanti akan kami sampaikan secara lebih lengkap pada konferensi pers yang akan kami umumkan,” kata Febri.

Diketahui, Senin, 6 November 2017, publik dihebohkan oleh beredarnya foto Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) atas nama Setya Novanto.

Dalam foto SPDP yang bagian atasnya tertulis nama KPK itu juga menyebut bahwa Sprindik terhadap Ketua DPR atau mantan Ketua Fraksi Partai Golkar itu sudah diterbitkan pada 31 Oktober 2017.

Dikonfirmasi hal tersebut, mantan aktivis ICW itu belum mau membeberkannya.

“Soal SPDP yang beredar atau soal nama tersangka atau peran yang lain kami belum bisa konfirmasi hal itu hari ini,” pungkasnya.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Peristiwa - Rabu, 17 Oktober 2018 - 11:12 WIB

Polisi Sebut Tersangka Tak Bermaksud Tembak Kaca DPR

Peristiwa penembakan kaca kantor DPR RI sempat menghebohkan publik. Netizen pun bertanya apakah ada maksud pembunuhan atau penembakan misterius di ...
Nasional - Rabu, 17 Oktober 2018 - 09:52 WIB

Sidang IPU 139 Jenewa, Jazuli: 36 Negara Tolak Pelegalan LGBT

Anggota Komisi I DPR RI, Jazuli Juwaini menyebut dalam sidang Inter-Parliamentary Union (IPU) 139 di Jenewa sebanyak 36 negara yang ...
Hukum - Rabu, 17 Oktober 2018 - 09:15 WIB

Berkasus Lagi, KPK Pertimbangkan Tuntutan Hukuman Maksimal terhadap Billy Sindoro

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mempertimbangkan tuntutan hukuman maksimal kepada Bos Lippo Group, Billy Sindoro. Hal ini ...
- Selasa, 16 Oktober 2018 - 20:05 WIB

KPK sebut Bupati Bekasi tak sampaikan sedang hamil

Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (Jubir KPK), Febri Diansyah mengatakan bahwa selama menjalani pemeriksaan Bupati Bekasi non-aktif, Neneng Hasnah Yasin tidak ...
Peristiwa - Selasa, 16 Oktober 2018 - 19:59 WIB

Ternyata penembak gedung DPR lulus sertifikasi menembak

KETUA Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Bambang Soesatyo menuturkan bahwa terduga penembak peluru nyasar yang mengenai ruang kerja anggota DPR pada ...
Hukum - Selasa, 16 Oktober 2018 - 19:24 WIB

Meikarta, mengejar mimpi beralas upeti

OPERASI tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap sejumlah pejabat di Kabupaten Bekasi, berbuntut pada penetapan tersangka ...