Senin, 26 Februari 2018 | 06.22 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Korek keterangan Minhati, lima penyidik densus 88 terbang ke Filipina

Korek keterangan Minhati, lima penyidik densus 88 terbang ke Filipina

Reporter : Zainal Bakri | Selasa, 7 November 2017 - 17:03 WIB

IMG-27724

Minhati Madrais, istri dari Omar Khayam Maute, pemimpin kelompok Maute, Filipina yang sempat menguasi kota Marawi. Istimewa

Jakarta, kini.co.id – Lima orang penyidik Densus 88/Antiteror terbang ke Filipina untuk melakukan pemeriksaan terhadap Minhati Madrais, istri Omar Khayam Maute, pimpinan kelompok Maute yang menyerang Kota Marawi, Filipina.

Selain Minhati yang ditangkap pada 5 November 2017 lalu itu, penyidik juga akan memeriksa Muhammad Ilham Syahputra yang ditangkap pada 1 November di Barangay Loksadatu.

”Iya lima orang anggota Densus telah berangkat pagi tadi ke Filipina untuk berkomunikasi dan berkoordinasi dengan otoritas Filipina, khususnya dengan kepolisian Filipina atau PNP. Itu dilakukan terkait upaya untuk bisa mengakses dan mewawancarai dua WNI ini,” ujar Kabag Penum Polri Komisaris Besar Martinus Sitompul di Mabes Polri, Selasa (7/11).

Menurutnya, pemeriksan ini penting dilakukan sebagai investigasi dan pendalaman dua WNI ini. Itu karena hingga kinii polisi belum menemukan adanya hubungan aksi-aksi teror yang ada di Indonesia selama ini dengan dua orang tersebut. Polisi ingin mendapatkan informasi-informasi lainnya.

”Tidak hanya soal keterkaitan dengan aksi-aksi teror tapi juga bagaimana yang bersangkutan itu masuk ke Filipina, kapan, dan kemudian di mana saja pergerakan mereka. Ini penting untuk diketahui oleh Polri apakah ada keterlibatan tindak pidana lain di Indonesia oleh dua WNI ini?” sambung Martinus.

Masih dilakukan profiling kepada kedua orang tersebut, termasuk mereka lahir di mana, siapa saja saudaranya, bagaimana pendidikannya, di mana saja itu, dan aktivitas-aktivitas lainnya selama berada di Indonesia.

”Kita tentu menghormati hukum yang ada di negara di mana WNI berada. Sama saja dengan WNA yang ada di Indonesia, dan kemudian melakukan pelanggaran, tentu kita lakukan proses hukum sesuai dengan hukum negara Indonesia. Yang penting bagi kita, kita bisa berkomunikasi, bisa menginvestigasi mewawancarai lebih banyak,” tandasnya. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Bawaslu berhentikan sementara Ketua Panwaslu Garut
Hukum - Minggu, 25 Februari 2018 - 19:26 WIB

Bawaslu berhentikan sementara Ketua Panwaslu Garut

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) memberhentikan sementara Ketua Panwaslu Kabupaten Garut, Heri Hasan Basri yang terjerat OTT Satgas Anti Money Politik ...
Banjir landa sejumlah wilayah di pulau Jawa
Peristiwa - Sabtu, 24 Februari 2018 - 20:58 WIB

Banjir landa sejumlah wilayah di pulau Jawa

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho mengatakan banjir melanda sejumlah daerah di ...
Jalur kereta Cirebon-Tegal sudah bisa dilintasi
Peristiwa - Sabtu, 24 Februari 2018 - 20:51 WIB

Jalur kereta Cirebon-Tegal sudah bisa dilintasi

Petak jalan rel kereta api di kilometer 185 + 500 sampai dengan 186 + 600 (Stasiun Tanjung - Stasiun Losari  ...
Puan sebut PDI-P kantongi cawapres pendamping Jokowi
Politik - Sabtu, 24 Februari 2018 - 17:25 WIB

Puan sebut PDI-P kantongi cawapres pendamping Jokowi

Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Puan Maharani mengatakan partainya telah mengantongi kriteria dan nama-nama calon wakil ...
Bangun infrastruktur, Angkasa Pura I gelontorkan Rp18,8 triliun
Ekonomi - Sabtu, 24 Februari 2018 - 17:19 WIB

Bangun infrastruktur, Angkasa Pura I gelontorkan Rp18,8 triliun

PT Angkasa Pura I (Persero) di 2018 akan menginvestasikan Rp18,8 triliun untuk membangun sejumlah infrastruktur bandar udara untuk perbaikan dan ...
PBB Tak Lolos, Yusril Kekeuh Polisikan Komisioner KPU
Hukum - Sabtu, 24 Februari 2018 - 14:17 WIB

PBB Tak Lolos, Yusril Kekeuh Polisikan Komisioner KPU

Tak terima partainya tak lolos verifikasi, Ketua Umum DPP Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Izha Mahendra kekeuh akan menyeret seluruh ...