Jumat, 19 Oktober 2018 | 17.12 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Korek keterangan Minhati, lima penyidik densus 88 terbang ke Filipina

Korek keterangan Minhati, lima penyidik densus 88 terbang ke Filipina

Reporter : Zainal Bakri | Selasa, 7 November 2017 - 17:03 WIB

IMG-27724

Minhati Madrais, istri dari Omar Khayam Maute, pemimpin kelompok Maute, Filipina yang sempat menguasi kota Marawi. Istimewa

Jakarta, kini.co.id – Lima orang penyidik Densus 88/Antiteror terbang ke Filipina untuk melakukan pemeriksaan terhadap Minhati Madrais, istri Omar Khayam Maute, pimpinan kelompok Maute yang menyerang Kota Marawi, Filipina.

Selain Minhati yang ditangkap pada 5 November 2017 lalu itu, penyidik juga akan memeriksa Muhammad Ilham Syahputra yang ditangkap pada 1 November di Barangay Loksadatu.

”Iya lima orang anggota Densus telah berangkat pagi tadi ke Filipina untuk berkomunikasi dan berkoordinasi dengan otoritas Filipina, khususnya dengan kepolisian Filipina atau PNP. Itu dilakukan terkait upaya untuk bisa mengakses dan mewawancarai dua WNI ini,” ujar Kabag Penum Polri Komisaris Besar Martinus Sitompul di Mabes Polri, Selasa (7/11).

Menurutnya, pemeriksan ini penting dilakukan sebagai investigasi dan pendalaman dua WNI ini. Itu karena hingga kinii polisi belum menemukan adanya hubungan aksi-aksi teror yang ada di Indonesia selama ini dengan dua orang tersebut. Polisi ingin mendapatkan informasi-informasi lainnya.

”Tidak hanya soal keterkaitan dengan aksi-aksi teror tapi juga bagaimana yang bersangkutan itu masuk ke Filipina, kapan, dan kemudian di mana saja pergerakan mereka. Ini penting untuk diketahui oleh Polri apakah ada keterlibatan tindak pidana lain di Indonesia oleh dua WNI ini?” sambung Martinus.

Masih dilakukan profiling kepada kedua orang tersebut, termasuk mereka lahir di mana, siapa saja saudaranya, bagaimana pendidikannya, di mana saja itu, dan aktivitas-aktivitas lainnya selama berada di Indonesia.

”Kita tentu menghormati hukum yang ada di negara di mana WNI berada. Sama saja dengan WNA yang ada di Indonesia, dan kemudian melakukan pelanggaran, tentu kita lakukan proses hukum sesuai dengan hukum negara Indonesia. Yang penting bagi kita, kita bisa berkomunikasi, bisa menginvestigasi mewawancarai lebih banyak,” tandasnya. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Peristiwa - Jumat, 19 Oktober 2018 - 14:29 WIB

Ketua DPR Pastikan Insiden Peluru Nyasar Bukan Ulah Teroris

Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet) memastikan insiden peluru nyasar di beberapa ruang kerja anggota dewan tidak terkait dengan aksi ...
Hukum - Jumat, 19 Oktober 2018 - 13:51 WIB

Masa Tahanan Eks Dirut Pertamina Diperpanjang 40 Hari

Masa tahanan Eks Dirut PT Pertamina (Persero), Karen Galaila Agustiawan diperpanjang sampai 22 November 2018. Kejaksaan Agung melakukan perpanjangan masa ...
Politik - Jumat, 19 Oktober 2018 - 13:39 WIB

DPR Sebut Pemasangan Kaca Anti Peluru Bisa Batal

Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR Anton Sihombing mengatakan, wacana pemasangan kaca antipeluru di Gedung Nusantara I DPR bisa ...
Politik - Jumat, 19 Oktober 2018 - 13:30 WIB

Awas, Libatkan Anak Kampanye Politik Bisa Dipidana

Anak-anak tidak diperkenankan untuk terlibat dalam kegiatan politik. Jika para orangtua melibatkan anaknya dalam kegiatan politik seperti kampanye atau apapun, ...
Politik - Jumat, 19 Oktober 2018 - 12:06 WIB

Incar Kursi Wagub DKI, Gerindra-PKS Yakin Tetap Mesra

Sepeninggal Sandiaga Uno, kursi Wakil Gubernur DKI kini menjadi incaran. Adalah dua partai yakni PKS dan Gerindra yang kini masih ...
Politik - Jumat, 19 Oktober 2018 - 11:30 WIB

Resolusi Dunia Yang Lebih Aman, Damai, dan Berkeadilan di IPU 139

Delegasi Indonesia yang dipimpin Wakil Ketua DPR Agus Hermanto dan Fadli Zon, Ketua BKSAP Nurhayati Ali Assegaf dan Wakil Ketua ...