Rabu, 17 Januari 2018 | 17.35 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Yordania siap galang kerjasama dengan BNPT

Yordania siap galang kerjasama dengan BNPT

Reporter : Zainal Bakri | Selasa, 7 November 2017 - 17:27 WIB

IMG-27727

Kepala BNPT Komjen Suhardi Alius, ,Raja Yordania, Abdullah . KiniNews/Yudi Ardianysh

Jakarta, kini.co.id – Pemerintah Yordania menyatakan kesiapannya untuk menjalin kerjasama dengan Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT).

Pasalnya, dengan pendekatan soft approach yang digunakan BNPT, Yordiana mengaku terkesan dengan pendekatan tersebut karena dinilai unik.

Demikian hal itu disampaikan Kepala BNPT Komisaris Jenderal Suhardi Alius yang baru saja selesai melakukan kunjungannya ke Yordania.

Pada kunjungannya ke Yordani itu, Suhardi bertemu dengan Raja Yordania Raja Abdullah II, Mendagri Yordania Ghalib Al Zu’bi, serta pejabat lainnya.

“Menteri Dalam Negeri ‘Ghalib Al Zu’bi sebelum menjabat memiliki banyak pengalaman menghadapi isu-isu keamanan, beliau terkesan dan menilai pendekatan tersebut  ‘unik’,” terang Suhardi, dalam keterangannya kepada kini.co.id di Jakarta, Selasa (7/11).

Disebutkan Suhardi kunjungannya ke Yordania tidak laian bertujuan untuk memperkuat kerja sama internasional membahas upaya penanggulangan terorisme.

Dikatakannya, setelah menemui Kepala Negara dan Menteri Dalam Negeri Yordania dalam kunjungan kerja ke Yordania tersebut, mantan Kapolda Jawa Barat beserta delegasi Indonesia selanjutnya dijadwalkan akan menemui Kepala Intelijen Yordania.

Hadir dalam pertemuan tersebut Kepala BNPT didampingi oleh Sekretaris Utama BNPT, Mayjen TNI R. Gautama Wiranegara, Deputi Bidang Pencegahan, Perlindungan, dan Deradikalisasi BNPT, Mayjen TNI Abdul Rahman Kadir, Direktur Kerjasama Bilateral, Brigadir Jenderal Budiono Sandi, Direktur Penindakan, Brigadir Jenderal Torik Triyono, dan Dubes RI untuk Kerajaan Yordania dan Palestina, Andy Rachmianto.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Urgensi impor beras dipertanyakan
Politik - Rabu, 17 Januari 2018 - 17:09 WIB

Urgensi impor beras dipertanyakan

Anggota DPR Sukamta menyatakan pemerintah harus mengkaji betul sebelum sebuah kebijakan yang diambil terkait impor beras.Dia mempertanyakan urgensi harus ...
DPR Minta Tidak Ada Kebijakan Asing Untuk Miliki Pulau
Politik - Rabu, 17 Januari 2018 - 16:56 WIB

DPR Minta Tidak Ada Kebijakan Asing Untuk Miliki Pulau

Menanggapi adanya penawaran kepemilikan Pulau Ajab melalui situs privateislandsonline.com, Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Lukman Edy menyatakan perlunya ketegasan ...
Ustadz ‘akhir zaman’ Zulkifli M  Ali jadi tersangka
Peristiwa - Rabu, 17 Januari 2018 - 16:45 WIB

Ustadz ‘akhir zaman’ Zulkifli M Ali jadi tersangka

Ustadz Zulkifli Muhammad Ali ditetapkan sebagai tersangka atas tuduhan sengaja menunjukkan kebencian atau ras benci kepada orang lain berdasarkan ras ...
Pemerintah Mau Impor Beras 500 Ribu Ton, DPR Panggil Mendag
Ekonomi - Rabu, 17 Januari 2018 - 14:44 WIB

Pemerintah Mau Impor Beras 500 Ribu Ton, DPR Panggil Mendag

Mengatasi mahalnya beras di tengah masyarakat, Pemerintah Indonesia memutuskan untuk melakukan impor.Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI memutuskan akan mengimpor beras sebanyak ...
Rangkap jabatan Menteri, JK: Partai bisa diurus malam
Politik - Rabu, 17 Januari 2018 - 14:38 WIB

Rangkap jabatan Menteri, JK: Partai bisa diurus malam

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan menteri yang rangkap jabatan sebagai ketua partai bisa mengurus partai pada malam hari, ...
Resmi Menjabat Sebagai KSAU, Ini Harta Kekayaan Yuyu Sutisna
Nasional - Rabu, 17 Januari 2018 - 13:57 WIB

Resmi Menjabat Sebagai KSAU, Ini Harta Kekayaan Yuyu Sutisna

Marsekal Madya Yuyu Sutisna resmi menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) menggantikan posisi Marsekal Hadi Tjahjanto yang kini menjabat ...