Tuesday, 17 July 2018 | 18.30 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>KPK imbau tamu pernikahan anak Jokowi tak memberi hadiah

KPK imbau tamu pernikahan anak Jokowi tak memberi hadiah

Reporter : Zainal Bakri | Tuesday, 7 November 2017 - 23:46 WIB

IMG-27730

Foto keluarga besar Presiden Joko Widodo dalam rangkaian prosesi pernikahan Kahiyang Ayu dan Bobby Nasution di Banjarsari, Solo, Jawa Tengah, Selasa (8/11). allseasons-photo

Jakarta, kini.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengimbau kepada para tamu pernikahan putri Presiden Jokowi, Kahiyang Ayu dengan Bobby Afif Nasution agar tidak memberikan hadiah berupa uang atau barang lainnya.

Seperti diketahui, sebanyak 8.000 tamu undangan baik dari kalangan pejabat negara, pengusaha serta kerabat pengantin yang bakal menghadiri pernikahan di Gedung Graha Saba Buana, Solo, Jawa Tengah, Rabu (8/11) ini diimbau cukup memberikan bunga.

Hal itu dilakukan agar Presiden Jokowi tak repot melaporkan hadiah pernikahan anaknya kepada Direktorat Gratifikasi KPK.

“Agar tidak buat sibuk Presiden lapor-lapor ke KPK pasca-pesta ini, ya kasih bunga saja lah cukup buat Bobby dan Kahiyang,” kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang saat dikonfirmasi, di Jakarta Selasa (7/11).

Saut menyebut, hadiah yang diterima dari teman Kahiyang dan Bobby, baik sahabat, teman sekolah atau kuliah merupakan tanda persahabatan.

Meski demikian, harus tetap dilihat apakah teman pasangan pengantin ini sudah menjadi pengusaha atau masih pelajar. Oleh karena itu, Saut mengatakan, seluruh hadiah yang diterima Kahiyang dan Bobby agar dilaporkan kepada KPK, mengingat Jokowi merupakan penyelenggara negara.

Nantinya, menurut Saut, Direktorat Gratifikasi KPK akan menilai barang-barang tersebut.

“Secara umum dilaporkan saja ke KPK biar nanti Direktorat Gratifikasi yang menilai apakah itu nanti jadi milik negara atau milik penerima karena akan ada penilaian sisi nilai berapa harganya dan lain-lain,” katanya.

Saut menjelaskan pemberian hadiah pada pernikahan Kahiyang dan Bobby dikhawatirkan menimbulkan konflik kepentingan. Apalagi, yang memberikan hadiah kepada Kahiyang dan Bobby, tak menutup kemungkinan dari seorang pejabat negara.

“Yang dikhawatirkan dari sebuah pemberian ialah benturan kepentingan atau conflict of interest (COI) dari seseorang yang makan gaji dari negara. Jadi menolak apapun pemberian ketika seseorang yang sudah menjabat itu yang direkomendasikan KPK,” jelasnya.

Untuk itu, Saut juga menghimbau kepada penyelenggara negara termasuk Jokowi lebih baik menolak segala macam pemberian agar tak menimbulkan ketergantungan yang pada akhirnya berpotensi memunculkan korupsi, kolusi dan nepotisme.

“Jadi lebih baik ditolak segala bentuk pemberian, karena akan ada potensi ketergantungan,” katanya.

Saut juga menyampaikan selamat kepada Jokowi dan berdoa untuk Kahiyang dan Bobby yang akan menempuh hidup baru.

“Dari saya buat Kahiyang dan Bobby teriring doa dan selamat menempuh hidup baru. Sedang buat Pak Presiden saya ucapkan selamat menunggu cucu lainnya. Salam integritas,” tegasnya. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Hukum - Tuesday, 27 March 2018 - 18:22 WIB

KPK Tahan Tujuh Tersangka Kasus Suap DPRD Malang

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung menahan tujuh tersangka kasus dugaan korupsi Malang, Jawa Timur.Ketujuh orang yang dimaksud antara lain enam ...
Peristiwa - Tuesday, 27 March 2018 - 17:47 WIB

Arief Hidayat kembali dilantik jadi hakim MK

Presiden Jokowi kembali melantik Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat sebagai hakim konstitusi untuk periode kedua, masa bakti 2018-2023. Arief mengucapkan sumpahnya ...
Politik - Tuesday, 27 March 2018 - 17:28 WIB

Bahas RKP 2019, DPD berharap program pemerintah tepat sasaran

Dewan Perwakilan Daerah (DPD) melihat masih banyak kebijakan pembangunan di daerah yang tidak tepat sasaran. Untuk itu, diharapkan pemerintah dapat ...
Politik - Tuesday, 27 March 2018 - 17:18 WIB

PKS siapkan sembilan nama untuk kalahkan Jokowi di Pilpres 2019

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menyatakan ada sembilan nama yang siap ditawarkan untuk posisi calon presiden atau calon ...
Politik - Tuesday, 27 March 2018 - 16:56 WIB

Awasi Pemilu 2019, Bawaslu Mulai Buka Pendaftaran Pemantau

Tahapan pelaksaan Pemilu legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 sudah mulai berjalan. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pun mulai membuka ...
Hukum - Tuesday, 27 March 2018 - 16:48 WIB

Tiga Kandidat Deputi Penindakan Jalani Tes Akhir

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengantongi nama-nama calon Deputi Penindakan usai ditinggal Inspektur Heru Winarko yang diangkat Presiden Joko Widodo ...
Place your ads here...