Rabu, 17 Januari 2018 | 17.48 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>KPK imbau tamu pernikahan anak Jokowi tak memberi hadiah

KPK imbau tamu pernikahan anak Jokowi tak memberi hadiah

Reporter : Zainal Bakri | Selasa, 7 November 2017 - 23:46 WIB

IMG-27730

Foto keluarga besar Presiden Joko Widodo dalam rangkaian prosesi pernikahan Kahiyang Ayu dan Bobby Nasution di Banjarsari, Solo, Jawa Tengah, Selasa (8/11). allseasons-photo

Jakarta, kini.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengimbau kepada para tamu pernikahan putri Presiden Jokowi, Kahiyang Ayu dengan Bobby Afif Nasution agar tidak memberikan hadiah berupa uang atau barang lainnya.

Seperti diketahui, sebanyak 8.000 tamu undangan baik dari kalangan pejabat negara, pengusaha serta kerabat pengantin yang bakal menghadiri pernikahan di Gedung Graha Saba Buana, Solo, Jawa Tengah, Rabu (8/11) ini diimbau cukup memberikan bunga.

Hal itu dilakukan agar Presiden Jokowi tak repot melaporkan hadiah pernikahan anaknya kepada Direktorat Gratifikasi KPK.

“Agar tidak buat sibuk Presiden lapor-lapor ke KPK pasca-pesta ini, ya kasih bunga saja lah cukup buat Bobby dan Kahiyang,” kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang saat dikonfirmasi, di Jakarta Selasa (7/11).

Saut menyebut, hadiah yang diterima dari teman Kahiyang dan Bobby, baik sahabat, teman sekolah atau kuliah merupakan tanda persahabatan.

Meski demikian, harus tetap dilihat apakah teman pasangan pengantin ini sudah menjadi pengusaha atau masih pelajar. Oleh karena itu, Saut mengatakan, seluruh hadiah yang diterima Kahiyang dan Bobby agar dilaporkan kepada KPK, mengingat Jokowi merupakan penyelenggara negara.

Nantinya, menurut Saut, Direktorat Gratifikasi KPK akan menilai barang-barang tersebut.

“Secara umum dilaporkan saja ke KPK biar nanti Direktorat Gratifikasi yang menilai apakah itu nanti jadi milik negara atau milik penerima karena akan ada penilaian sisi nilai berapa harganya dan lain-lain,” katanya.

Saut menjelaskan pemberian hadiah pada pernikahan Kahiyang dan Bobby dikhawatirkan menimbulkan konflik kepentingan. Apalagi, yang memberikan hadiah kepada Kahiyang dan Bobby, tak menutup kemungkinan dari seorang pejabat negara.

“Yang dikhawatirkan dari sebuah pemberian ialah benturan kepentingan atau conflict of interest (COI) dari seseorang yang makan gaji dari negara. Jadi menolak apapun pemberian ketika seseorang yang sudah menjabat itu yang direkomendasikan KPK,” jelasnya.

Untuk itu, Saut juga menghimbau kepada penyelenggara negara termasuk Jokowi lebih baik menolak segala macam pemberian agar tak menimbulkan ketergantungan yang pada akhirnya berpotensi memunculkan korupsi, kolusi dan nepotisme.

“Jadi lebih baik ditolak segala bentuk pemberian, karena akan ada potensi ketergantungan,” katanya.

Saut juga menyampaikan selamat kepada Jokowi dan berdoa untuk Kahiyang dan Bobby yang akan menempuh hidup baru.

“Dari saya buat Kahiyang dan Bobby teriring doa dan selamat menempuh hidup baru. Sedang buat Pak Presiden saya ucapkan selamat menunggu cucu lainnya. Salam integritas,” tegasnya. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Urgensi impor beras dipertanyakan
Politik - Rabu, 17 Januari 2018 - 17:09 WIB

Urgensi impor beras dipertanyakan

Anggota DPR Sukamta menyatakan pemerintah harus mengkaji betul sebelum sebuah kebijakan yang diambil terkait impor beras.Dia mempertanyakan urgensi harus ...
DPR Minta Tidak Ada Kebijakan Asing Untuk Miliki Pulau
Politik - Rabu, 17 Januari 2018 - 16:56 WIB

DPR Minta Tidak Ada Kebijakan Asing Untuk Miliki Pulau

Menanggapi adanya penawaran kepemilikan Pulau Ajab melalui situs privateislandsonline.com, Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Lukman Edy menyatakan perlunya ketegasan ...
Ustadz ‘akhir zaman’ Zulkifli M  Ali jadi tersangka
Peristiwa - Rabu, 17 Januari 2018 - 16:45 WIB

Ustadz ‘akhir zaman’ Zulkifli M Ali jadi tersangka

Ustadz Zulkifli Muhammad Ali ditetapkan sebagai tersangka atas tuduhan sengaja menunjukkan kebencian atau ras benci kepada orang lain berdasarkan ras ...
Pemerintah Mau Impor Beras 500 Ribu Ton, DPR Panggil Mendag
Ekonomi - Rabu, 17 Januari 2018 - 14:44 WIB

Pemerintah Mau Impor Beras 500 Ribu Ton, DPR Panggil Mendag

Mengatasi mahalnya beras di tengah masyarakat, Pemerintah Indonesia memutuskan untuk melakukan impor.Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI memutuskan akan mengimpor beras sebanyak ...
Rangkap jabatan Menteri, JK: Partai bisa diurus malam
Politik - Rabu, 17 Januari 2018 - 14:38 WIB

Rangkap jabatan Menteri, JK: Partai bisa diurus malam

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan menteri yang rangkap jabatan sebagai ketua partai bisa mengurus partai pada malam hari, ...
Resmi Menjabat Sebagai KSAU, Ini Harta Kekayaan Yuyu Sutisna
Nasional - Rabu, 17 Januari 2018 - 13:57 WIB

Resmi Menjabat Sebagai KSAU, Ini Harta Kekayaan Yuyu Sutisna

Marsekal Madya Yuyu Sutisna resmi menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) menggantikan posisi Marsekal Hadi Tjahjanto yang kini menjabat ...