Rabu, 17 Oktober 2018 | 11.17 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Kahiyang Putri Jokowi Lepas Masa Lajang, Ini Kata KPK

Kahiyang Putri Jokowi Lepas Masa Lajang, Ini Kata KPK

Reporter : Restu Fadilah | Rabu, 8 November 2017 - 07:24 WIB

IMG-27735

Foto keluarga besar Presiden Joko Widodo dalam rangkaian prosesi pernikahan Kahiyang Ayu dan Bobby Nasution di Banjarsari, Solo, Jawa Tengah, Selasa (8/11). allseasons-photo

Jakarta, kini.co.id – Putri semata wayang Presiden Joko Widodo (Jokowi) yaitu Kahiyang Ayu akan melepas lajang, hari ini, Rabu, (8/11/2017). Dia akan dinikaih oleh Bobby Nasution.

Akad nikah Kahiyang dan Bobby akan diselenggarakan di Graha Saba Buana, Jalan Letjen Suprapto, Solo, Rabu (8/11/2017) pukul 09.00 WIB.

Mahar pernikahan adalah seperangkat alat salat dan 80 gram emas. Pernikahan Kahiyang dan Bobby rencananya akan dicatat oleh Ketua KUA Banjarsari, Basir.

Saksi pernikahan adalah Wapres Jusuf Kalla dari pihak keluarga Kahiyang dan Menko Perekonomian Darmin Nasution dari pihak keluarga Bobby. Selain itu, akad nikah keduanya akan disaksikan oleh sejumlah tokoh.

Tidak hanya itu, sedikitnya ada 8.000 tamu undangan, baik dari kalangan pejabat negara, pengusaha serta kerabat pengantin, yang bakal hadir pada pernikahan mantan Walikota Solo ini.

Pernikahan Kahiyang anak orang nomor satu di Indonesia ini pun mendapatkan sorotan dari sejumlah pihak. Tak terkecuali dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang mengimbau agar tamu undangan yang hadir ke pernikahan Kahiyang-Bobby cukup memberikan bunga.

Tujuannya agar Jokowi tak repot melaporkan hadiah pernikahan anaknya kepada Direktorat Gratifikasi KPK.

“Agar tidak buat sibuk Presiden lapor-lapor ke KPK pasca-pesta ini, ya kasih bunga sajalah cukup buat Bobby dan Kahiyang,” katanya.

Sementara itu, bila hadiah tersebut datangnya dari teman Kahiyang dan Bobby, baik sahabat, teman sekolah atau kuliah, itu merupakan tanda persahabatan.

Meskipun demikian, sambung Saut, harus tetap dilihat apakah teman mereka berdua sudah menjadi pengusaha atau masih pelajar.

Pasalnya pemberian hadiah pada pernikahan Kahiyang dan Bobby dikhawatirkan menimbulkan konflik kepentingan.

Karena yang memberikan hadiah kepada Kahiyang dan Bobby, tak menutup kemungkinan dari seorang pejabat negara.

“Jadi menolak apapun pemberian ketika seseorang yang sudah menjabat itu yang direkomendasikan eh KPK,” ujar Saut.

Meskipun demikian, Saut menyampaikan doa dan mengucapkan selamat menempuh hidup baru.

“Dari saya buat Kahiyang dan Bobby teriring doa dan selamat menempuh hidup baru. Sedang buat Pak Presiden saya ucapkan selamat menunggu cucu lainnya. Salam integritas,” pungkasnya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Peristiwa - Rabu, 17 Oktober 2018 - 11:12 WIB

Polisi Sebut Tersangka Tak Bermaksud Tembak Kaca DPR

Peristiwa penembakan kaca kantor DPR RI sempat menghebohkan publik. Netizen pun bertanya apakah ada maksud pembunuhan atau penembakan misterius di ...
Nasional - Rabu, 17 Oktober 2018 - 09:52 WIB

Sidang IPU 139 Jenewa, Jazuli: 36 Negara Tolak Pelegalan LGBT

Anggota Komisi I DPR RI, Jazuli Juwaini menyebut dalam sidang Inter-Parliamentary Union (IPU) 139 di Jenewa sebanyak 36 negara yang ...
Hukum - Rabu, 17 Oktober 2018 - 09:15 WIB

Berkasus Lagi, KPK Pertimbangkan Tuntutan Hukuman Maksimal terhadap Billy Sindoro

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mempertimbangkan tuntutan hukuman maksimal kepada Bos Lippo Group, Billy Sindoro. Hal ini ...
- Selasa, 16 Oktober 2018 - 20:05 WIB

KPK sebut Bupati Bekasi tak sampaikan sedang hamil

Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (Jubir KPK), Febri Diansyah mengatakan bahwa selama menjalani pemeriksaan Bupati Bekasi non-aktif, Neneng Hasnah Yasin tidak ...
Peristiwa - Selasa, 16 Oktober 2018 - 19:59 WIB

Ternyata penembak gedung DPR lulus sertifikasi menembak

KETUA Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Bambang Soesatyo menuturkan bahwa terduga penembak peluru nyasar yang mengenai ruang kerja anggota DPR pada ...
Hukum - Selasa, 16 Oktober 2018 - 19:24 WIB

Meikarta, mengejar mimpi beralas upeti

OPERASI tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap sejumlah pejabat di Kabupaten Bekasi, berbuntut pada penetapan tersangka ...