Senin, 26 Februari 2018 | 05.55 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Mangkir Lagi, KPK Cari Cara Hadirkan Sjamsul Nursalim dan Istri

Mangkir Lagi, KPK Cari Cara Hadirkan Sjamsul Nursalim dan Istri

Reporter : Fadilah | Rabu, 8 November 2017 - 11:28 WIB

IMG-27742

Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi. KiniNews/Dok

Jakarta, kini.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mencari cara untuk bisa menghadirkan pasangan suami istri (pasutri) Sjamsul Nursalim dan Itjih Nursalim ke dalam pemeriksaan kasus korupsi penerbitan Surat Keterangan Lunas Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (SKL BLBI).

“Ada problem memang dalam perkara ini karena dua saksi tersebut ada di Singapura. Sehingga ada aturan hukum yang berbeda dan batasan kewenangan KPK ketika tidak ada di wilayah Indonesia. Karena itu kami akan mencari jalan keluar yang sesuai mekanisme kerja sama internasional misalnya namun tidak terlalu lama agar penanganan perkara ini tidak tertunda-tunda nantinya,” tutur Jubir KPK, Febri Diansyah di Jakarta, Rabu, (8/11/2017).

Diketahui terakhir penyidik KPK melakukan pemanggilan terhadap keduanya pada Senin, (6/11/2017).

Keduanya akan diperiksa sebagai saksi untuk Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

Adapun pemanggilan pada hari itu merupakan yang kedua kali. Dalam pemanggilan tersebut, keduanya kompak untuk tidak memenuhi panggilan penyidik lemban antirasuah ini.

Dalam kasus ini, KPK baru menetapkan satu orang sbagai tersangka. Dia adalah Syafruddin Arsyad Tumenggung.

KPK menduga Tumenggung telah menguntungkan diri sendiri, atau orang lain atau korporasi dengan cara menyalahgunakan wewenang, kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatannya atau kedudukannya yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara hingga Rp 4,58 triliun dengan penerbitan SKL BLBI untuk BDNI (Bank Dagang Nasional Indonesia).

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Bawaslu berhentikan sementara Ketua Panwaslu Garut
Hukum - Minggu, 25 Februari 2018 - 19:26 WIB

Bawaslu berhentikan sementara Ketua Panwaslu Garut

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) memberhentikan sementara Ketua Panwaslu Kabupaten Garut, Heri Hasan Basri yang terjerat OTT Satgas Anti Money Politik ...
Banjir landa sejumlah wilayah di pulau Jawa
Peristiwa - Sabtu, 24 Februari 2018 - 20:58 WIB

Banjir landa sejumlah wilayah di pulau Jawa

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho mengatakan banjir melanda sejumlah daerah di ...
Jalur kereta Cirebon-Tegal sudah bisa dilintasi
Peristiwa - Sabtu, 24 Februari 2018 - 20:51 WIB

Jalur kereta Cirebon-Tegal sudah bisa dilintasi

Petak jalan rel kereta api di kilometer 185 + 500 sampai dengan 186 + 600 (Stasiun Tanjung - Stasiun Losari  ...
Puan sebut PDI-P kantongi cawapres pendamping Jokowi
Politik - Sabtu, 24 Februari 2018 - 17:25 WIB

Puan sebut PDI-P kantongi cawapres pendamping Jokowi

Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Puan Maharani mengatakan partainya telah mengantongi kriteria dan nama-nama calon wakil ...
Bangun infrastruktur, Angkasa Pura I gelontorkan Rp18,8 triliun
Ekonomi - Sabtu, 24 Februari 2018 - 17:19 WIB

Bangun infrastruktur, Angkasa Pura I gelontorkan Rp18,8 triliun

PT Angkasa Pura I (Persero) di 2018 akan menginvestasikan Rp18,8 triliun untuk membangun sejumlah infrastruktur bandar udara untuk perbaikan dan ...
PBB Tak Lolos, Yusril Kekeuh Polisikan Komisioner KPU
Hukum - Sabtu, 24 Februari 2018 - 14:17 WIB

PBB Tak Lolos, Yusril Kekeuh Polisikan Komisioner KPU

Tak terima partainya tak lolos verifikasi, Ketua Umum DPP Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Izha Mahendra kekeuh akan menyeret seluruh ...