Kamis, 18 Oktober 2018 | 04.41 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Mangkir Lagi, KPK Cari Cara Hadirkan Sjamsul Nursalim dan Istri

Mangkir Lagi, KPK Cari Cara Hadirkan Sjamsul Nursalim dan Istri

Reporter : Restu Fadilah | Rabu, 8 November 2017 - 11:28 WIB

IMG-27742

Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi. KiniNews/Dok

Jakarta, kini.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mencari cara untuk bisa menghadirkan pasangan suami istri (pasutri) Sjamsul Nursalim dan Itjih Nursalim ke dalam pemeriksaan kasus korupsi penerbitan Surat Keterangan Lunas Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (SKL BLBI).

“Ada problem memang dalam perkara ini karena dua saksi tersebut ada di Singapura. Sehingga ada aturan hukum yang berbeda dan batasan kewenangan KPK ketika tidak ada di wilayah Indonesia. Karena itu kami akan mencari jalan keluar yang sesuai mekanisme kerja sama internasional misalnya namun tidak terlalu lama agar penanganan perkara ini tidak tertunda-tunda nantinya,” tutur Jubir KPK, Febri Diansyah di Jakarta, Rabu, (8/11/2017).

Diketahui terakhir penyidik KPK melakukan pemanggilan terhadap keduanya pada Senin, (6/11/2017).

Keduanya akan diperiksa sebagai saksi untuk Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

Adapun pemanggilan pada hari itu merupakan yang kedua kali. Dalam pemanggilan tersebut, keduanya kompak untuk tidak memenuhi panggilan penyidik lemban antirasuah ini.

Dalam kasus ini, KPK baru menetapkan satu orang sbagai tersangka. Dia adalah Syafruddin Arsyad Tumenggung.

KPK menduga Tumenggung telah menguntungkan diri sendiri, atau orang lain atau korporasi dengan cara menyalahgunakan wewenang, kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatannya atau kedudukannya yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara hingga Rp 4,58 triliun dengan penerbitan SKL BLBI untuk BDNI (Bank Dagang Nasional Indonesia).

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Peristiwa - Rabu, 17 Oktober 2018 - 18:28 WIB

Setelah 34 tahun, Tabloid BOLA berhenti terbit

TABLOID BOLA mengumumkan bakal menerbitkan edisi terakhirnya masing-masing pada hari Jumat (19/10) dan Selasa (23/10). Kepastian pemberhentian publikasi berdasarkan cuitan ...
Hukum - Rabu, 17 Oktober 2018 - 16:00 WIB

Tim Satgas KPK Geledah Matahari Tower Milik Lippo Group

Tim satgas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ternyata masih melakukan srangkaian penindakan di lapangan terkait kasus suap perizinan proyek pembangunan Meikarta.Mereka ...
Politik - Rabu, 17 Oktober 2018 - 15:57 WIB

Dana Saksi Tanggungan Parpol, Bukan Negara

Indonesia Corruption Watch (ICW) menolak keras usulan Komisi II DPR RI agar dana saksi dari parpol pada Pemilu 2019 ditanggung ...
Hukum - Rabu, 17 Oktober 2018 - 15:40 WIB

Soal Meikarta, KPK Buka Kemungkinan Tersangkakan Lippo Group

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka kemungkinan menjerat Lippo Group selaku korporasi sebagai tersangka. Hal ini lantaran KPK memiliki komitmen yang ...
Peristiwa - Rabu, 17 Oktober 2018 - 14:01 WIB

Ruang DPR Ditembak Lagi, Ini Kata Ibas

Para anggota DPR RI kembali digegerkan dengan penembakan lewat kaca ruangan.Kali ini korbannya adalah ruang kerja 1008, yang ditempati Vivi ...
Peristiwa - Rabu, 17 Oktober 2018 - 13:44 WIB

Pengakuan Kader PAN Soal Penembakan di Ruangannya

Ruang kerja anggota DPR RI dari Fraksi PAN Totok Daryanto dihantam peluru. Peristiwa penembakan itu terjadi di lantai 20 nomor ...