Rabu, 17 Oktober 2018 | 13.27 WIB
KiniNEWS>Nasional>Politik>Proyek Kereta Cepat, Roy Suryo Sebut Jokowi Dibohongi Anak Buahnya

Proyek Kereta Cepat, Roy Suryo Sebut Jokowi Dibohongi Anak Buahnya

Reporter : Bayu Putra | Rabu, 8 November 2017 - 12:00 WIB

IMG-27743

Roy Suryo. (KiniNews/Bayu Putra)

Jakarta, kini.co.id – Politisi Partai Demokrat, Roy Suryo, menyebut proyek kereta cepat Jakarta-Bandung sebagai proyek kereta cepat kecebong alias kereta cepat bohongan.

Pasalnya di pilihnya kawasan Walini Kecamatan Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat sebagai tempat groundbreaking (peletakan batu pertama) pada Januari 2016 lalu lantaran lokasi tersebut dianggap sebagai lahan yang sudah dibebaskan sehingga siap dilakukan pekerjaan.

Namun ternyata, lahan seluas 22,687 Hektar itu statusnya hanya menyewa ke PTPN VIII selama 53 tahun dan harga sewa belum di sepakati.

Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi VI yang kini di rotasi ke Komisi I DPR RI ini mengaku heran, pasalnya KCIC berani membangun di atas lahan sewa.

“Itu Fakta lagi yang terungkap Masa berani membangun Infrastuktur diatas Lahan Sewa ???,” ujar Roy Suryo melalui siaran persnya (08/11).

Anak buah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini juga merasa tak tega melihat Presiden Joko Widodo (Jokowi) di bohongi anak buahnya.

“Intinya saya justru menjaga Marwah dan Kewibawaan Presiden sebagai Kepala Negara, moso’ disodorkan tandatangan Groundbreaking dilahan yang ternyata sewa (dimana dulu tidak diungkap begitu),” katanya.

Sekedar informasi, pada selasa kemarin Direktur Manajemen Aset PTPN VIII mengatakan bahwa lahan kereta cepat Jakarta – Bandung di Walini menyewa ke PTPN VIII selama 53 tahun.

Hitungan sewa juga belum di sepakati para pihak, apakah akan dihitung sejak peletakan batu pertama yakni tahun 2016 atau tahun 2017.

Selama 53 tahun masa sewa, Pihak penyewa, KCIC diwajibkan membayar sekitar Rp 57 miliar. Akan tetapi angka tersebut belum disepakati antar kedua belah pihak. Nilai tersebut sudah diperhitungkan oleh tim penilai dengan menimbang berbagai hal.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Politik - Rabu, 17 Oktober 2018 - 11:54 WIB

Kalau Sukses di Jabar, PAN Bisa Menangkan Prabowo-Sandi

Ketua Umum Partai PAN, Zulkifli Hassan mengatakan jika PAN sukses menang di Jawa Barat, maka mereka akan bisa memenangkan Prabowo-Sandi ...
Peristiwa - Rabu, 17 Oktober 2018 - 11:12 WIB

Polisi Sebut Tersangka Tak Bermaksud Tembak Kaca DPR

Peristiwa penembakan kaca kantor DPR RI sempat menghebohkan publik. Netizen pun bertanya apakah ada maksud pembunuhan atau penembakan misterius di ...
Nasional - Rabu, 17 Oktober 2018 - 09:52 WIB

Sidang IPU 139 Jenewa, Jazuli: 36 Negara Tolak Pelegalan LGBT

Anggota Komisi I DPR RI, Jazuli Juwaini menyebut dalam sidang Inter-Parliamentary Union (IPU) 139 di Jenewa sebanyak 36 negara yang ...
Hukum - Rabu, 17 Oktober 2018 - 09:15 WIB

Berkasus Lagi, KPK Pertimbangkan Tuntutan Hukuman Maksimal terhadap Billy Sindoro

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mempertimbangkan tuntutan hukuman maksimal kepada Bos Lippo Group, Billy Sindoro. Hal ini ...
- Selasa, 16 Oktober 2018 - 20:05 WIB

KPK sebut Bupati Bekasi tak sampaikan sedang hamil

Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (Jubir KPK), Febri Diansyah mengatakan bahwa selama menjalani pemeriksaan Bupati Bekasi non-aktif, Neneng Hasnah Yasin tidak ...
Peristiwa - Selasa, 16 Oktober 2018 - 19:59 WIB

Ternyata penembak gedung DPR lulus sertifikasi menembak

KETUA Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Bambang Soesatyo menuturkan bahwa terduga penembak peluru nyasar yang mengenai ruang kerja anggota DPR pada ...