Sabtu, 18 November 2017 | 07.57 WIB
KiniNEWS>Nasional>Politik>Proyek Kereta Cepat, Roy Suryo Sebut Jokowi Dibohongi Anak Buahnya

Proyek Kereta Cepat, Roy Suryo Sebut Jokowi Dibohongi Anak Buahnya

Reporter : Bayu Putra | Rabu, 8 November 2017 - 12:00 WIB

IMG-27743

Roy Suryo. (KiniNews/Bayu Putra)

Jakarta, kini.co.id – Politisi Partai Demokrat, Roy Suryo, menyebut proyek kereta cepat Jakarta-Bandung sebagai proyek kereta cepat kecebong alias kereta cepat bohongan.

Pasalnya di pilihnya kawasan Walini Kecamatan Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat sebagai tempat groundbreaking (peletakan batu pertama) pada Januari 2016 lalu lantaran lokasi tersebut dianggap sebagai lahan yang sudah dibebaskan sehingga siap dilakukan pekerjaan.

Namun ternyata, lahan seluas 22,687 Hektar itu statusnya hanya menyewa ke PTPN VIII selama 53 tahun dan harga sewa belum di sepakati.

Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi VI yang kini di rotasi ke Komisi I DPR RI ini mengaku heran, pasalnya KCIC berani membangun di atas lahan sewa.

“Itu Fakta lagi yang terungkap Masa berani membangun Infrastuktur diatas Lahan Sewa ???,” ujar Roy Suryo melalui siaran persnya (08/11).

Anak buah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini juga merasa tak tega melihat Presiden Joko Widodo (Jokowi) di bohongi anak buahnya.

“Intinya saya justru menjaga Marwah dan Kewibawaan Presiden sebagai Kepala Negara, moso’ disodorkan tandatangan Groundbreaking dilahan yang ternyata sewa (dimana dulu tidak diungkap begitu),” katanya.

Sekedar informasi, pada selasa kemarin Direktur Manajemen Aset PTPN VIII mengatakan bahwa lahan kereta cepat Jakarta – Bandung di Walini menyewa ke PTPN VIII selama 53 tahun.

Hitungan sewa juga belum di sepakati para pihak, apakah akan dihitung sejak peletakan batu pertama yakni tahun 2016 atau tahun 2017.

Selama 53 tahun masa sewa, Pihak penyewa, KCIC diwajibkan membayar sekitar Rp 57 miliar. Akan tetapi angka tersebut belum disepakati antar kedua belah pihak. Nilai tersebut sudah diperhitungkan oleh tim penilai dengan menimbang berbagai hal.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Buka Munas KAHMI, Jokowi singgung tantangan Negara
Politik - Jumat, 17 November 2017 - 21:59 WIB

Buka Munas KAHMI, Jokowi singgung tantangan Negara

Presiden Jokowi mengaku berbahagia hadir di tengah anggota KAHMI yang terkenal dengan orang-orang yang memiliki kehandalan di segala bidang."KAHMI ...
Mahfud MD tegaskan sikap politik KAHMI independen
Politik - Jumat, 17 November 2017 - 21:06 WIB

Mahfud MD tegaskan sikap politik KAHMI independen

Ketua Umum Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI), Prof Mahfud MD menegaskan sikap politik organisasinya yang independen dan netral kepada ...
Agar tak kabur lagi, IPW sarankan KPK borgol Setnov
Hukum - Jumat, 17 November 2017 - 19:59 WIB

Agar tak kabur lagi, IPW sarankan KPK borgol Setnov

Indonesia Police Watch (IPW) menilai kasus kecelakaan tunggal yang menimpa Ketua DPR Setya Novanto menjadi blessing in disguise (berkah tersembunyi) bagi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).Pasalnya, PK ...
14 Parpol calon peserta Pemilu 2019 harus perbaiki pendaftaran
Politik - Jumat, 17 November 2017 - 19:39 WIB

14 Parpol calon peserta Pemilu 2019 harus perbaiki pendaftaran

Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyampaikan hasil penelitian administrasi terhadap dokumen 14 partai politik (parpol) calon peserta pemilu 2019.Adapun, 14 ...
Warga Diminta Tidak Bertransaksi dengan Valuta Asing
Ekonomi - Jumat, 17 November 2017 - 17:10 WIB

Warga Diminta Tidak Bertransaksi dengan Valuta Asing

Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo mengimbau masyarakat menggunakan transaksi di dalam negeri menggunakan Rupiah bukan valuta asing.Hal ini mengingat ...
Ini penjelasan Pemred Metro TV soal Hilman Mattauch
Peristiwa - Jumat, 17 November 2017 - 15:46 WIB

Ini penjelasan Pemred Metro TV soal Hilman Mattauch

Pihak Metro TV memberikan klarifikasinya terkait status Hilman Mattauch yang menyupiri Setya Novanto menggunakan mobil Toyota Fortuner B 1732 ZLO ...