Jumat, 19 Januari 2018 | 10.24 WIB
KiniNEWS>Nasional>Politik>Proyek Kereta Cepat, Roy Suryo Sebut Jokowi Dibohongi Anak Buahnya

Proyek Kereta Cepat, Roy Suryo Sebut Jokowi Dibohongi Anak Buahnya

Reporter : Bayu Putra | Rabu, 8 November 2017 - 12:00 WIB

IMG-27743

Roy Suryo. (KiniNews/Bayu Putra)

Jakarta, kini.co.id – Politisi Partai Demokrat, Roy Suryo, menyebut proyek kereta cepat Jakarta-Bandung sebagai proyek kereta cepat kecebong alias kereta cepat bohongan.

Pasalnya di pilihnya kawasan Walini Kecamatan Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat sebagai tempat groundbreaking (peletakan batu pertama) pada Januari 2016 lalu lantaran lokasi tersebut dianggap sebagai lahan yang sudah dibebaskan sehingga siap dilakukan pekerjaan.

Namun ternyata, lahan seluas 22,687 Hektar itu statusnya hanya menyewa ke PTPN VIII selama 53 tahun dan harga sewa belum di sepakati.

Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi VI yang kini di rotasi ke Komisi I DPR RI ini mengaku heran, pasalnya KCIC berani membangun di atas lahan sewa.

“Itu Fakta lagi yang terungkap Masa berani membangun Infrastuktur diatas Lahan Sewa ???,” ujar Roy Suryo melalui siaran persnya (08/11).

Anak buah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini juga merasa tak tega melihat Presiden Joko Widodo (Jokowi) di bohongi anak buahnya.

“Intinya saya justru menjaga Marwah dan Kewibawaan Presiden sebagai Kepala Negara, moso’ disodorkan tandatangan Groundbreaking dilahan yang ternyata sewa (dimana dulu tidak diungkap begitu),” katanya.

Sekedar informasi, pada selasa kemarin Direktur Manajemen Aset PTPN VIII mengatakan bahwa lahan kereta cepat Jakarta – Bandung di Walini menyewa ke PTPN VIII selama 53 tahun.

Hitungan sewa juga belum di sepakati para pihak, apakah akan dihitung sejak peletakan batu pertama yakni tahun 2016 atau tahun 2017.

Selama 53 tahun masa sewa, Pihak penyewa, KCIC diwajibkan membayar sekitar Rp 57 miliar. Akan tetapi angka tersebut belum disepakati antar kedua belah pihak. Nilai tersebut sudah diperhitungkan oleh tim penilai dengan menimbang berbagai hal.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Soal Ustadz Zulkifli, Fahri Hamzah: Orang ngomong akhir zaman aja ga boleh
Politik - Jumat, 19 Januari 2018 - 07:42 WIB

Soal Ustadz Zulkifli, Fahri Hamzah: Orang ngomong akhir zaman aja ga boleh

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah angkat bicara soal status tersangka Ustadz Zulkifli Muhammad Ali yang diduga melakukan ujaran kebencian. Menurut ...
Dana desa untuk  93 daerah siap dicairkan
Ekonomi - Jumat, 19 Januari 2018 - 07:33 WIB

Dana desa untuk 93 daerah siap dicairkan

Kementerian Keuangan menyatakan ada sekitar 25 persen daerah kota/kabupaten yang telah memenuhi syarat untuk pencairan dana desa tahap satu tahun ...
DPR dukung impor beras dengan catatan
Peristiwa - Kamis, 18 Januari 2018 - 21:49 WIB

DPR dukung impor beras dengan catatan

DPR mendukung kebijakan impor 500 ribu ton beras yang dilakukan oleh pemerintah. Hal itu disampaikan anggota Komisi VI DPR Nyat ...
Menteri Luhut ingin santri melek teknologi
Pendidikan - Kamis, 18 Januari 2018 - 21:35 WIB

Menteri Luhut ingin santri melek teknologi

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan meminta santri agar tidak buta teknologi dan mendorong mereka untuk belajar serta bekerja ...
Ustadz Zulkifli tak ditahan, dipersilahkan kembali berdakwah
Hukum - Kamis, 18 Januari 2018 - 21:02 WIB

Ustadz Zulkifli tak ditahan, dipersilahkan kembali berdakwah

Ustadz Zulkifli Muhammad Ali menjalani pemeriksaan sebagai tersangka kasus ujaran kebencian dan SARA.Diperiksa selama empat jam di Gedung Bareskrim ...
Bamsoet: Baik buruknya citra DPR tergantung media massa
Politik - Kamis, 18 Januari 2018 - 17:18 WIB

Bamsoet: Baik buruknya citra DPR tergantung media massa

Ketua DPR Bambang Soesatyo menyatakan, baik buruknya DPR sangat tergantung media massa. Karena itu, ia bertekad untuk membangun citra wakil ...