Monday, 23 July 2018 | 14.40 WIB
KiniNEWS>Nasional>Politik>Proyek Kereta Cepat, Roy Suryo Sebut Jokowi Dibohongi Anak Buahnya

Proyek Kereta Cepat, Roy Suryo Sebut Jokowi Dibohongi Anak Buahnya

Reporter : Bayu Putra | Wednesday, 8 November 2017 - 12:00 WIB

IMG-27743

Roy Suryo. (KiniNews/Bayu Putra)

Jakarta, kini.co.id – Politisi Partai Demokrat, Roy Suryo, menyebut proyek kereta cepat Jakarta-Bandung sebagai proyek kereta cepat kecebong alias kereta cepat bohongan.

Pasalnya di pilihnya kawasan Walini Kecamatan Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat sebagai tempat groundbreaking (peletakan batu pertama) pada Januari 2016 lalu lantaran lokasi tersebut dianggap sebagai lahan yang sudah dibebaskan sehingga siap dilakukan pekerjaan.

Namun ternyata, lahan seluas 22,687 Hektar itu statusnya hanya menyewa ke PTPN VIII selama 53 tahun dan harga sewa belum di sepakati.

Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi VI yang kini di rotasi ke Komisi I DPR RI ini mengaku heran, pasalnya KCIC berani membangun di atas lahan sewa.

“Itu Fakta lagi yang terungkap Masa berani membangun Infrastuktur diatas Lahan Sewa ???,” ujar Roy Suryo melalui siaran persnya (08/11).

Anak buah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini juga merasa tak tega melihat Presiden Joko Widodo (Jokowi) di bohongi anak buahnya.

“Intinya saya justru menjaga Marwah dan Kewibawaan Presiden sebagai Kepala Negara, moso’ disodorkan tandatangan Groundbreaking dilahan yang ternyata sewa (dimana dulu tidak diungkap begitu),” katanya.

Sekedar informasi, pada selasa kemarin Direktur Manajemen Aset PTPN VIII mengatakan bahwa lahan kereta cepat Jakarta – Bandung di Walini menyewa ke PTPN VIII selama 53 tahun.

Hitungan sewa juga belum di sepakati para pihak, apakah akan dihitung sejak peletakan batu pertama yakni tahun 2016 atau tahun 2017.

Selama 53 tahun masa sewa, Pihak penyewa, KCIC diwajibkan membayar sekitar Rp 57 miliar. Akan tetapi angka tersebut belum disepakati antar kedua belah pihak. Nilai tersebut sudah diperhitungkan oleh tim penilai dengan menimbang berbagai hal.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Hukum - Tuesday, 27 March 2018 - 18:22 WIB

KPK Tahan Tujuh Tersangka Kasus Suap DPRD Malang

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung menahan tujuh tersangka kasus dugaan korupsi Malang, Jawa Timur.Ketujuh orang yang dimaksud antara lain enam ...
Peristiwa - Tuesday, 27 March 2018 - 17:47 WIB

Arief Hidayat kembali dilantik jadi hakim MK

Presiden Jokowi kembali melantik Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat sebagai hakim konstitusi untuk periode kedua, masa bakti 2018-2023. Arief mengucapkan sumpahnya ...
Politik - Tuesday, 27 March 2018 - 17:28 WIB

Bahas RKP 2019, DPD berharap program pemerintah tepat sasaran

Dewan Perwakilan Daerah (DPD) melihat masih banyak kebijakan pembangunan di daerah yang tidak tepat sasaran. Untuk itu, diharapkan pemerintah dapat ...
Politik - Tuesday, 27 March 2018 - 17:18 WIB

PKS siapkan sembilan nama untuk kalahkan Jokowi di Pilpres 2019

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menyatakan ada sembilan nama yang siap ditawarkan untuk posisi calon presiden atau calon ...
Politik - Tuesday, 27 March 2018 - 16:56 WIB

Awasi Pemilu 2019, Bawaslu Mulai Buka Pendaftaran Pemantau

Tahapan pelaksaan Pemilu legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 sudah mulai berjalan. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pun mulai membuka ...
Hukum - Tuesday, 27 March 2018 - 16:48 WIB

Tiga Kandidat Deputi Penindakan Jalani Tes Akhir

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengantongi nama-nama calon Deputi Penindakan usai ditinggal Inspektur Heru Winarko yang diangkat Presiden Joko Widodo ...
Place your ads here...