Tuesday, 17 July 2018 | 18.46 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Sebar Video Seks Sadis, Komplotan Gay Diringkus Polisi

Sebar Video Seks Sadis, Komplotan Gay Diringkus Polisi

Reporter : Yudi Andriansyah | Thursday, 9 November 2017 - 13:30 WIB

IMG-27767

Ilustrasi

Jakarta, kini.co.id – Pelaku seks abnormal masih terus berkeliaran di dunia maya mencoba menunjukkan eksistensi dan menjaring korban baru.

Mereka pun mulai berani menyebarkan video mesum dengan konten kekerasan seperti bondage, discipline, sadism dan masochism (BDSM).

Alhasil para pelaku pun berhasil diciduk aparat setelah menyebarkan video mesum ke sejumlah grup facebook.

Awalnya, netter merasa resah dengan konten dewasa yang dibagikan salahsatu akun facebook ke dalam grup tersebut. Sehingga banyak yang mengadu ke Siber Patroli Bareskrim Polri.

“Ini ada keluhan-keluhan dari Netizen kepada Siber Patroli Bareskrim Polri,” ujar Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto, Kamis (9/11/2017).

Ia menerangkan Polri telah melakukan penangkapan terhadap pelaku penyebaran video dan foto dengan konten asusila sesama jenis dengan klasifikasi BDSM (Bondage, Discipline, sadism, masochism) yaitu hubungan sesksual yang melibatkan kekerasan fisik pada Selasa 7 Nov 2017 pukul 14.30 WIB.

Adapun tersangka yang diringkus polisi adalah E alias AM (42), NH (30), RH dan ER.

Keempat tersangka memainkan peran sebagai slave dan master dalam video mesum yang mereka sebar.

Polisi mengamankan beberapa barang bukti seperti dua unit Handphone, memory card dan barang-barang seperti tali, borgol, karet, rompi, sumpit, hingga pecutan.

Setyo mengatakan dari hasil pemeriksaan para pelaku, AM yang berperan sebagai master 1 menyebarkan vidio tersebut melalui akun Facebook, hal ini mencari peminat baru.

“Modus operandi AM dengan sengaja mempisting video dan foto berkonten asusila BDSM melalui akun Facebook emirjkt (sebagai master) kepada berbagai grup Facebook BDSM baik dalam dan luar negeri untuk mencari peminat baru,” tambahnya.

Setyo menjabarkan, dalam video tersebut yakni Master 1,2 dan Slave 1, 2 melakukan adegan BSDM.

“Empat tersangka beperan sebagai master dan slave dengan berbgai adegan BSDM meliputi Bodage (ikatan), waxing (tetesan lilin panas), Whiping (cambukan), Doggy Style (jilatan), punching (pukulan) dll kemudian diakhiri dengan hubungan badan atau onani,” ujarnya.

Sementara persebaran video-video seks sadis itu dilakukan ke 17 grup Facebok BDSM Indonesia dengan member sebanyak 26.650 dan 20 grup Facebook internasional dengan member mencapai 48.913 sehingga total 75.563 member.

Sehingga mereka dipersangkakan Pasal 45 Ayat (1) UU No 19 tahun 2016 tentang UU ITE ini ancamannya 6 tahun dan atau Pasal 36 uu No 44 tahun 2008 tentang pornografi dengan ancaman hukuman 10 tahun.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Hukum - Tuesday, 27 March 2018 - 18:22 WIB

KPK Tahan Tujuh Tersangka Kasus Suap DPRD Malang

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung menahan tujuh tersangka kasus dugaan korupsi Malang, Jawa Timur.Ketujuh orang yang dimaksud antara lain enam ...
Peristiwa - Tuesday, 27 March 2018 - 17:47 WIB

Arief Hidayat kembali dilantik jadi hakim MK

Presiden Jokowi kembali melantik Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat sebagai hakim konstitusi untuk periode kedua, masa bakti 2018-2023. Arief mengucapkan sumpahnya ...
Politik - Tuesday, 27 March 2018 - 17:28 WIB

Bahas RKP 2019, DPD berharap program pemerintah tepat sasaran

Dewan Perwakilan Daerah (DPD) melihat masih banyak kebijakan pembangunan di daerah yang tidak tepat sasaran. Untuk itu, diharapkan pemerintah dapat ...
Politik - Tuesday, 27 March 2018 - 17:18 WIB

PKS siapkan sembilan nama untuk kalahkan Jokowi di Pilpres 2019

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menyatakan ada sembilan nama yang siap ditawarkan untuk posisi calon presiden atau calon ...
Politik - Tuesday, 27 March 2018 - 16:56 WIB

Awasi Pemilu 2019, Bawaslu Mulai Buka Pendaftaran Pemantau

Tahapan pelaksaan Pemilu legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 sudah mulai berjalan. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pun mulai membuka ...
Hukum - Tuesday, 27 March 2018 - 16:48 WIB

Tiga Kandidat Deputi Penindakan Jalani Tes Akhir

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengantongi nama-nama calon Deputi Penindakan usai ditinggal Inspektur Heru Winarko yang diangkat Presiden Joko Widodo ...
Place your ads here...