Rabu, 17 Oktober 2018 | 11.18 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Sebar Video Seks Sadis, Komplotan Gay Diringkus Polisi

Sebar Video Seks Sadis, Komplotan Gay Diringkus Polisi

Reporter : Yudi Andriansyah | Kamis, 9 November 2017 - 13:30 WIB

IMG-27767

Ilustrasi

Jakarta, kini.co.id – Pelaku seks abnormal masih terus berkeliaran di dunia maya mencoba menunjukkan eksistensi dan menjaring korban baru.

Mereka pun mulai berani menyebarkan video mesum dengan konten kekerasan seperti bondage, discipline, sadism dan masochism (BDSM).

Alhasil para pelaku pun berhasil diciduk aparat setelah menyebarkan video mesum ke sejumlah grup facebook.

Awalnya, netter merasa resah dengan konten dewasa yang dibagikan salahsatu akun facebook ke dalam grup tersebut. Sehingga banyak yang mengadu ke Siber Patroli Bareskrim Polri.

“Ini ada keluhan-keluhan dari Netizen kepada Siber Patroli Bareskrim Polri,” ujar Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto, Kamis (9/11/2017).

Ia menerangkan Polri telah melakukan penangkapan terhadap pelaku penyebaran video dan foto dengan konten asusila sesama jenis dengan klasifikasi BDSM (Bondage, Discipline, sadism, masochism) yaitu hubungan sesksual yang melibatkan kekerasan fisik pada Selasa 7 Nov 2017 pukul 14.30 WIB.

Adapun tersangka yang diringkus polisi adalah E alias AM (42), NH (30), RH dan ER.

Keempat tersangka memainkan peran sebagai slave dan master dalam video mesum yang mereka sebar.

Polisi mengamankan beberapa barang bukti seperti dua unit Handphone, memory card dan barang-barang seperti tali, borgol, karet, rompi, sumpit, hingga pecutan.

Setyo mengatakan dari hasil pemeriksaan para pelaku, AM yang berperan sebagai master 1 menyebarkan vidio tersebut melalui akun Facebook, hal ini mencari peminat baru.

“Modus operandi AM dengan sengaja mempisting video dan foto berkonten asusila BDSM melalui akun Facebook emirjkt (sebagai master) kepada berbagai grup Facebook BDSM baik dalam dan luar negeri untuk mencari peminat baru,” tambahnya.

Setyo menjabarkan, dalam video tersebut yakni Master 1,2 dan Slave 1, 2 melakukan adegan BSDM.

“Empat tersangka beperan sebagai master dan slave dengan berbgai adegan BSDM meliputi Bodage (ikatan), waxing (tetesan lilin panas), Whiping (cambukan), Doggy Style (jilatan), punching (pukulan) dll kemudian diakhiri dengan hubungan badan atau onani,” ujarnya.

Sementara persebaran video-video seks sadis itu dilakukan ke 17 grup Facebok BDSM Indonesia dengan member sebanyak 26.650 dan 20 grup Facebook internasional dengan member mencapai 48.913 sehingga total 75.563 member.

Sehingga mereka dipersangkakan Pasal 45 Ayat (1) UU No 19 tahun 2016 tentang UU ITE ini ancamannya 6 tahun dan atau Pasal 36 uu No 44 tahun 2008 tentang pornografi dengan ancaman hukuman 10 tahun.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Peristiwa - Rabu, 17 Oktober 2018 - 11:12 WIB

Polisi Sebut Tersangka Tak Bermaksud Tembak Kaca DPR

Peristiwa penembakan kaca kantor DPR RI sempat menghebohkan publik. Netizen pun bertanya apakah ada maksud pembunuhan atau penembakan misterius di ...
Nasional - Rabu, 17 Oktober 2018 - 09:52 WIB

Sidang IPU 139 Jenewa, Jazuli: 36 Negara Tolak Pelegalan LGBT

Anggota Komisi I DPR RI, Jazuli Juwaini menyebut dalam sidang Inter-Parliamentary Union (IPU) 139 di Jenewa sebanyak 36 negara yang ...
Hukum - Rabu, 17 Oktober 2018 - 09:15 WIB

Berkasus Lagi, KPK Pertimbangkan Tuntutan Hukuman Maksimal terhadap Billy Sindoro

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mempertimbangkan tuntutan hukuman maksimal kepada Bos Lippo Group, Billy Sindoro. Hal ini ...
- Selasa, 16 Oktober 2018 - 20:05 WIB

KPK sebut Bupati Bekasi tak sampaikan sedang hamil

Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (Jubir KPK), Febri Diansyah mengatakan bahwa selama menjalani pemeriksaan Bupati Bekasi non-aktif, Neneng Hasnah Yasin tidak ...
Peristiwa - Selasa, 16 Oktober 2018 - 19:59 WIB

Ternyata penembak gedung DPR lulus sertifikasi menembak

KETUA Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Bambang Soesatyo menuturkan bahwa terduga penembak peluru nyasar yang mengenai ruang kerja anggota DPR pada ...
Hukum - Selasa, 16 Oktober 2018 - 19:24 WIB

Meikarta, mengejar mimpi beralas upeti

OPERASI tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap sejumlah pejabat di Kabupaten Bekasi, berbuntut pada penetapan tersangka ...