Sabtu, 18 November 2017 | 07.56 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Siap Diperiksa, Saut: ‘Paling Saya Ga Dihukum Hati’

Siap Diperiksa, Saut: ‘Paling Saya Ga Dihukum Hati’

Reporter : Fadilah | Jumat, 10 November 2017 - 10:31 WIB

IMG-27785

Dirjen Pajak, Ken Dwijugiasteadi didampingi Wakil Ketua KPK Saut Situmorang memberikan keterangan pers soal dana desa di Gedung KPk, Selasa (8/8). KiniNews/Fadilah.

Jakarta, kini.co.id – Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang yang menjadi salah satu sasaran yang dibidik oleh Bareskrim Polri yang dikaitkan dengan kasus dugaan surat palsu pencegahan ke luar negeri terhadap Setya Novanto.

Menganggapi hal itu, Saut mengaku tak gentar menghadapi proses hukum yang sedang dilakukan oleh Bareskrim.

Dia pun tak khawatir dengan ancaman hukum atas kasus dugaan yang sebelumnya dilayangkan oleh salah satu tim kuasa hukum Novanto.

Laporan itu saat ini  sudah ditingkatkan ke penyidikan oleh Bareskrim Polri.‎ Saut berseloroh, hukuman pidana dalam kasus yang disangkakan kepada dirinya dan Ketua KPK Agus Rahardjo serta sejumlah penyidik lainnya itu tak sampai dihukum mati. 

“Saya dilaporin, kalau dipenjara paling-paling dihukum berapa? dua tahun, ya tidak hukuman matikan,” katanya di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Jumat, (10/11).

Surat yang menjadi objek kasus itu berkaitan dengan permintaan pencegahan ke luar negeri (LN) untuk Setnov pada 2 Oktober 2017 lalu.

Dokumen itu dikirimkan KPK ke Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM.

Terkait hal itu, Saut menegaskan tidak ada yang salah dalam prosedur permintaan pencegahan itu.

Surat keimigrasian tersebut ditandatangani oleh Saut setelah mendapat persetujuan dari 4 pimpinan KPK lain.

“Ya sudah (sesuai prosedur) dong emang kita egaliternya disini jalan dan kemudian itukan pimpinan yang lain juga harus setuju gitu. Cumakan waktu itu pak Agus lagi di luar jadi yah saya tandatangankan begitu biasanya,” pungkas Saut. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Buka Munas KAHMI, Jokowi singgung tantangan Negara
Politik - Jumat, 17 November 2017 - 21:59 WIB

Buka Munas KAHMI, Jokowi singgung tantangan Negara

Presiden Jokowi mengaku berbahagia hadir di tengah anggota KAHMI yang terkenal dengan orang-orang yang memiliki kehandalan di segala bidang."KAHMI ...
Mahfud MD tegaskan sikap politik KAHMI independen
Politik - Jumat, 17 November 2017 - 21:06 WIB

Mahfud MD tegaskan sikap politik KAHMI independen

Ketua Umum Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI), Prof Mahfud MD menegaskan sikap politik organisasinya yang independen dan netral kepada ...
Agar tak kabur lagi, IPW sarankan KPK borgol Setnov
Hukum - Jumat, 17 November 2017 - 19:59 WIB

Agar tak kabur lagi, IPW sarankan KPK borgol Setnov

Indonesia Police Watch (IPW) menilai kasus kecelakaan tunggal yang menimpa Ketua DPR Setya Novanto menjadi blessing in disguise (berkah tersembunyi) bagi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).Pasalnya, PK ...
14 Parpol calon peserta Pemilu 2019 harus perbaiki pendaftaran
Politik - Jumat, 17 November 2017 - 19:39 WIB

14 Parpol calon peserta Pemilu 2019 harus perbaiki pendaftaran

Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyampaikan hasil penelitian administrasi terhadap dokumen 14 partai politik (parpol) calon peserta pemilu 2019.Adapun, 14 ...
Warga Diminta Tidak Bertransaksi dengan Valuta Asing
Ekonomi - Jumat, 17 November 2017 - 17:10 WIB

Warga Diminta Tidak Bertransaksi dengan Valuta Asing

Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo mengimbau masyarakat menggunakan transaksi di dalam negeri menggunakan Rupiah bukan valuta asing.Hal ini mengingat ...
Ini penjelasan Pemred Metro TV soal Hilman Mattauch
Peristiwa - Jumat, 17 November 2017 - 15:46 WIB

Ini penjelasan Pemred Metro TV soal Hilman Mattauch

Pihak Metro TV memberikan klarifikasinya terkait status Hilman Mattauch yang menyupiri Setya Novanto menggunakan mobil Toyota Fortuner B 1732 ZLO ...