Rabu, 17 Oktober 2018 | 11.18 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Siap Diperiksa, Saut: ‘Paling Saya Ga Dihukum Hati’

Siap Diperiksa, Saut: ‘Paling Saya Ga Dihukum Hati’

Reporter : Restu Fadilah | Jumat, 10 November 2017 - 10:31 WIB

IMG-27785

Dirjen Pajak, Ken Dwijugiasteadi didampingi Wakil Ketua KPK Saut Situmorang memberikan keterangan pers soal dana desa di Gedung KPk, Selasa (8/8). KiniNews/Fadilah.

Jakarta, kini.co.id – Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang yang menjadi salah satu sasaran yang dibidik oleh Bareskrim Polri yang dikaitkan dengan kasus dugaan surat palsu pencegahan ke luar negeri terhadap Setya Novanto.

Menganggapi hal itu, Saut mengaku tak gentar menghadapi proses hukum yang sedang dilakukan oleh Bareskrim.

Dia pun tak khawatir dengan ancaman hukum atas kasus dugaan yang sebelumnya dilayangkan oleh salah satu tim kuasa hukum Novanto.

Laporan itu saat ini  sudah ditingkatkan ke penyidikan oleh Bareskrim Polri.‎ Saut berseloroh, hukuman pidana dalam kasus yang disangkakan kepada dirinya dan Ketua KPK Agus Rahardjo serta sejumlah penyidik lainnya itu tak sampai dihukum mati. 

“Saya dilaporin, kalau dipenjara paling-paling dihukum berapa? dua tahun, ya tidak hukuman matikan,” katanya di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Jumat, (10/11).

Surat yang menjadi objek kasus itu berkaitan dengan permintaan pencegahan ke luar negeri (LN) untuk Setnov pada 2 Oktober 2017 lalu.

Dokumen itu dikirimkan KPK ke Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM.

Terkait hal itu, Saut menegaskan tidak ada yang salah dalam prosedur permintaan pencegahan itu.

Surat keimigrasian tersebut ditandatangani oleh Saut setelah mendapat persetujuan dari 4 pimpinan KPK lain.

“Ya sudah (sesuai prosedur) dong emang kita egaliternya disini jalan dan kemudian itukan pimpinan yang lain juga harus setuju gitu. Cumakan waktu itu pak Agus lagi di luar jadi yah saya tandatangankan begitu biasanya,” pungkas Saut. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Peristiwa - Rabu, 17 Oktober 2018 - 11:12 WIB

Polisi Sebut Tersangka Tak Bermaksud Tembak Kaca DPR

Peristiwa penembakan kaca kantor DPR RI sempat menghebohkan publik. Netizen pun bertanya apakah ada maksud pembunuhan atau penembakan misterius di ...
Nasional - Rabu, 17 Oktober 2018 - 09:52 WIB

Sidang IPU 139 Jenewa, Jazuli: 36 Negara Tolak Pelegalan LGBT

Anggota Komisi I DPR RI, Jazuli Juwaini menyebut dalam sidang Inter-Parliamentary Union (IPU) 139 di Jenewa sebanyak 36 negara yang ...
Hukum - Rabu, 17 Oktober 2018 - 09:15 WIB

Berkasus Lagi, KPK Pertimbangkan Tuntutan Hukuman Maksimal terhadap Billy Sindoro

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mempertimbangkan tuntutan hukuman maksimal kepada Bos Lippo Group, Billy Sindoro. Hal ini ...
- Selasa, 16 Oktober 2018 - 20:05 WIB

KPK sebut Bupati Bekasi tak sampaikan sedang hamil

Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (Jubir KPK), Febri Diansyah mengatakan bahwa selama menjalani pemeriksaan Bupati Bekasi non-aktif, Neneng Hasnah Yasin tidak ...
Peristiwa - Selasa, 16 Oktober 2018 - 19:59 WIB

Ternyata penembak gedung DPR lulus sertifikasi menembak

KETUA Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Bambang Soesatyo menuturkan bahwa terduga penembak peluru nyasar yang mengenai ruang kerja anggota DPR pada ...
Hukum - Selasa, 16 Oktober 2018 - 19:24 WIB

Meikarta, mengejar mimpi beralas upeti

OPERASI tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap sejumlah pejabat di Kabupaten Bekasi, berbuntut pada penetapan tersangka ...