Rabu, 17 Januari 2018 | 17.30 WIB
KiniNEWS>Nasional>Politik>PPP tolak Daniel dampingi Ridwan Kamil

PPP tolak Daniel dampingi Ridwan Kamil

Reporter : Bayu Putra | Jumat, 10 November 2017 - 11:37 WIB

IMG-27791

Wakil Sekjen DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Achmad Baidowi. Istimewa.

Jakarta, kini.co.id – Wakil Sekjen DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Achmad Baidowi menolak keinginan Partai Golkar yang menyodorkan nama Daniel Muttaqien untuk mendampingi Ridwan Kamil di Pilkada Jawa Barat 2018.

“Masih tetap kita mengusung Uu Ruzhanul Ulum. Persoalan Golkar mengusung nama lain, itu haknya Golkar. Cuma kami mengingatkan bahwa tanpa Golkar pun, koalisi ini sudah cukup tiket untuk RK. Tapi kalau dengan Golkar, Alhamdulillah berarti dapat tambahan mesin politik,” kata Baidowi saat dihubungi di Jakarta, (10/11).

Soal wakil, kata Baidowi, partai pendukung Ridwan Kamil kembali ke kesepakatan informal awal bahwa wakil itu dianalisis melalui hasil survei.

“Kita serahkan ke RK salah satu acuannya hasil survei. PPP menghormati kesepakatan itu maka menyodorkan nama Uu itu juga berdasarkan hasil survei yang cukup bagus. Beberapa lembaga survei. Bahkan dibandingkan dengan Daniel, Pak Uu masih di atasnya,” katanya.

Dari hasil survei sementara, Anggota Komisi II ini mengklaim nama bupati Tasik Malaya Uu masih di atas Daniel.

“Enggak banyak sih. Selisih satu persenan. Daniel 0, sekian, Uu 1 sekian (persen-red). Baru muncul. Nanti kalau disurvei lagi, beda lagi,” katanya.

Ia juga menilai Uu sudah jauh-jauh hari sudah melakukan pendekatan kepada masyarakat Jawa Barat.

“Pak Uu sudah lakukan sosialisasi dan komunikasi ke bawah terkait pencalonan dirinya,” ucap Baidowi.

Menurutnya, untuk pendamping Ridwan Kamil di Jawa Barat harus memperhatikan koalisi nasionalisme Islam.

“Jadi kalau Pak Daniel dengan RK, sama-sama nasionalis. Sementara kalau pak Uu merepresentasikan kalangan santri, Islam. Jadi kalau RK sama Uu, ya pas. Itu komposisi yang pas,” tandasnya. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Urgensi impor beras dipertanyakan
Politik - Rabu, 17 Januari 2018 - 17:09 WIB

Urgensi impor beras dipertanyakan

Anggota DPR Sukamta menyatakan pemerintah harus mengkaji betul sebelum sebuah kebijakan yang diambil terkait impor beras.Dia mempertanyakan urgensi harus ...
DPR Minta Tidak Ada Kebijakan Asing Untuk Miliki Pulau
Politik - Rabu, 17 Januari 2018 - 16:56 WIB

DPR Minta Tidak Ada Kebijakan Asing Untuk Miliki Pulau

Menanggapi adanya penawaran kepemilikan Pulau Ajab melalui situs privateislandsonline.com, Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Lukman Edy menyatakan perlunya ketegasan ...
Ustadz ‘akhir zaman’ Zulkifli M  Ali jadi tersangka
Peristiwa - Rabu, 17 Januari 2018 - 16:45 WIB

Ustadz ‘akhir zaman’ Zulkifli M Ali jadi tersangka

Ustadz Zulkifli Muhammad Ali ditetapkan sebagai tersangka atas tuduhan sengaja menunjukkan kebencian atau ras benci kepada orang lain berdasarkan ras ...
Pemerintah Mau Impor Beras 500 Ribu Ton, DPR Panggil Mendag
Ekonomi - Rabu, 17 Januari 2018 - 14:44 WIB

Pemerintah Mau Impor Beras 500 Ribu Ton, DPR Panggil Mendag

Mengatasi mahalnya beras di tengah masyarakat, Pemerintah Indonesia memutuskan untuk melakukan impor.Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI memutuskan akan mengimpor beras sebanyak ...
Rangkap jabatan Menteri, JK: Partai bisa diurus malam
Politik - Rabu, 17 Januari 2018 - 14:38 WIB

Rangkap jabatan Menteri, JK: Partai bisa diurus malam

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan menteri yang rangkap jabatan sebagai ketua partai bisa mengurus partai pada malam hari, ...
Resmi Menjabat Sebagai KSAU, Ini Harta Kekayaan Yuyu Sutisna
Nasional - Rabu, 17 Januari 2018 - 13:57 WIB

Resmi Menjabat Sebagai KSAU, Ini Harta Kekayaan Yuyu Sutisna

Marsekal Madya Yuyu Sutisna resmi menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) menggantikan posisi Marsekal Hadi Tjahjanto yang kini menjabat ...