Selasa, 21 November 2017 | 17.08 WIB
KiniNEWS>Nasional>Pendidikan>Jumlah penderita kanker tertinggi di dunia, Pemeritah perlu cara baru

Jumlah penderita kanker tertinggi di dunia, Pemeritah perlu cara baru

Reporter : Bayu Putra | Jumat, 10 November 2017 - 14:29 WIB

IMG-27798

Irma Suryani, Anggota Komisi IX DPR dari Fraksi NasDem. KiniNews/NasDem.

Jakarta, kini.co.id – Perempuan sangat rawan terhadap penyakit kanker terutama kanker serviks.

Di Indonesia, penyakit ini telah menyumbang kematian yang cukup besar. Dari data Riset Kesehatan Dasar Kementerian Kesehatan disebutkan, setiap harinya 58 wanita terkena kanker serviks, dan 26 wanita di antaranya meninggal dunia.   Data dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) juga menyebutkan, Indonesia menjadi negara dengan jumlah penderita kanker serviks dengan angka tertinggi di dunia.

“Setiap hari ada 40 perempuan yang terdiagnosa kanker serviks atau kanker mulut rahim ini. Sebanyak 20 di antaranya meninggal. Karena penyakit ini sangat mematikan maka harus ada upaya yang massif dalam pencegahannya,” kata anggota Komisi IX DPR Amelia Anggraini saat membuka acara Bakti Sosial Tes IVA Gratis di Gondangdia Lama, Jakarta Pusat, Jumat (10/11).   Menurutnya, yang menjadi persoalan kemudian adalah data BPJS Kesehatan menyebutkan, tahun 2016 lalu Rawat Jalan Tingkat Lanjutan (RJTL) untuk kanker serviks mencapai 12.820 kasus dengan total biaya sekitar Rp 56,5 miliar.

Sementara di tingkat Rawat Inap Tingkat Lanjutan (RITL), tercatat 6.938 kasus dengan total biaya sekitar Rp 87,1 miliar.

“Tetapi, adanya BPJS Kesehatan pun ternyata belum cukup menanggung beban biaya pasien kanker,” ungkapnya.   Menurut politisi NasDem ini, kenyataan tersebut membuat pemerintah harus memikirkan cara baru untuk menangani pasien penyakit kanker di Indonesia.

“Cara yang memang harus bisa menekan peningkatan penderita kanker, terutama kanker serviks di Indonesia,” imbuh Amelia.   Dalam hematnya, kegiatan-kegiatan preventif harus semakin digalakkan oleh pemerintah sebagai salah satu cara menekan penderita kanker serviks.   “Seperti tes IVA gratis ini, bisa menjadi cara untuk mengurangi angka penderita kanker serviks. Selain itu juga bisa mengurangi biaya penanganan sehingga bisa membantu mengurangi defisit anggara BPJS,” tandasnya. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Pilgub Jatim, Khofifah-Emil Dardak diusung Demokrat
Politik - Selasa, 21 November 2017 - 15:58 WIB

Pilgub Jatim, Khofifah-Emil Dardak diusung Demokrat

Foto Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elistianto Dardak didampingi Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dan Ketua DPD Jatim ...
Takut Dilaporkan ke Polisi, Farhat Abbas Minta Perlindungan KPK
Hukum - Selasa, 21 November 2017 - 14:57 WIB

Takut Dilaporkan ke Polisi, Farhat Abbas Minta Perlindungan KPK

Pengacara Farhat Abbas memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan menjalani pemeriksaan kurang lebih dua jam.Farhat Abbas memenuhi panggilan ...
KPK ingin geledah DPR, Agus Hermanto: Harus ada ijin
Politik - Selasa, 21 November 2017 - 14:53 WIB

KPK ingin geledah DPR, Agus Hermanto: Harus ada ijin

Wakil Ketua DPR Agus Hermanto mengatakan niat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang ingin menggeledah DPR terutama ruang kerja Ketua DPR ...
Jetstar operasikan penerbangan perdana ke Okinawa
Ekonomi - Selasa, 21 November 2017 - 14:47 WIB

Jetstar operasikan penerbangan perdana ke Okinawa

Penerbangan perdana Jetstar Asia 3K791 dari Singapura ke Okinawa hari ini, Selasa (21/11) mendarat di Naha International Airport. Penerbangan ini ...
Hingga akhir tahun, Citilink targetkan 13 juta penumpang
Ekonomi - Selasa, 21 November 2017 - 14:17 WIB

Hingga akhir tahun, Citilink targetkan 13 juta penumpang

PT Citilink Indonesia menargetkan jumlah penumpang mencapai 13 juta hingga akhir tahun 2017, hingga September 2017 lalu, jumlah penumpang Citilink ...
Polisi surati KPK untuk periksa Setya Novanto
Peristiwa - Selasa, 21 November 2017 - 13:38 WIB

Polisi surati KPK untuk periksa Setya Novanto

Kepolisian Daerah Polda Metro Jaya melayangkan surat izin untuk melakukan pemeriksaan terhadap Ketua DPR Setya Novanto yang kini menjadi tahanan ...