Jumat, 19 Oktober 2018 | 17.11 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Napi teroris kembali ikrar setia NKRI di Hari Pahlawan

Napi teroris kembali ikrar setia NKRI di Hari Pahlawan

Jumat, 10 November 2017 - 16:25 WIB

IMG-27800

Narapidana kasus teroris, Umar Patek (kedua dari kiri) menjadi petugas pengibar bendera saat peringatan HUT Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2017. FOTO: Istimewa

Jakarta, kini.co.id – Untuk yang kesekian kalinya, Hisyam Ali Zein alias Umar Patek alias Umar Arab, pentolan Jamaah Islamiyah (JI) yang terlibat Bom Bali I, kembali menyatakan dirinya bagian dari NKRI di Hari Pahlawan ini.

Sebelumnya Umar Patek dan seluruh kaum Jamaah Islamiyah menghendaki terwujudnya negara Islam. “Terwujudnya negara Islam adalah harga mati!” katanya tegasnya pada 25 April 2017 lalu dalam Seminar Resimen Mahasiswa Mahasurya Jawa Timur.

Tetapi langkah yang ditempuh untuk merealisasikan berdirinya negara Islam harus dengan cara-cara damai.

Sebagaimana dulu penyebar agama Islam masuk ke Indonesia.

“Bukan berarti NKRI dikudeta,” tegasnya.

Namun demikian ia mengakui keterlibatannya dalam serangkaian aksi bom di masa silam adalah kesalahan besar.

Itulah gambaran pemikiran Umar Patek dulu, nah kali ini, pekikan NKRI harga mati ia lontarkan dalam Upacara Hari Pahlawan, Jumat (10/11).

Selain Umar Patek, ada dua narapidana kasus teroris lainnya yang juga ikut upacara yakni Asep Jaya dan Ismail Yamsehu.

Bagi Umar Patek, ini bukan kali pertama mengikuti upacara hari besar nasional. Saat HUT Kemerdekaan RI, pada 17 Agustus 2017, Umar Patek bertugas sebagai pengibar bendera. 

Sementara itu di Kota Tondano, narapidana teroris, Panji Kokoh Kusumu, juga larut dalam khidmatnya peringatan Hari Pahlawan di Lapas Tondano.

Di lapas bojonegoro juga dua napi teroris Adi Margono dan Separi Anu juga ikut upacara.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sri Puguh Budi Utami memuji proses pembinaan yang dilakukan masing-masing lapas sehingga narapidana teroris bisa kembali ke pangkuan ibu pertiwi.

 Dalam proses pembinaan narapidana, petugas harus berpedoman pada filosofis Sistem Pemasyarakatan.

“Kesediaan para narapidana teroris mengikuti Upacara Hari Pahlawan menjadi bukti keberhasilan petugas dalam membina mereka di lapas agar menjadi pribadi yang lebih baik, produktif, kembali ke masyarakat sebagai manusia yang berguna, dan yang terpenting adalah kembali ke NKRI,” kata Sri Puguh dalam siaran persnya.

Direktur Pembinaan Narapidana dan Latihan Kerja Produksi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Harun Sulianto meminta petugas di lapas agar tetap semangat melakukan pembinaan kesadaran berbangsa kepada para narapidana teroris.

Menurut dia, para narapidana teroris juga harus diberikan support untuk aktif dalam pembinaan kepribadian dan kemandirian.

“Lakukan pendekatan yang bersifat kekeluargaan, persuasif, dan edukatif.dan sistematik, agar mereka menyadari kesalahannya, dan menjadi warga negara yg baik dan berguna selama dan setelah menjalani pidana,” tegas Harun.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Peristiwa - Jumat, 19 Oktober 2018 - 14:29 WIB

Ketua DPR Pastikan Insiden Peluru Nyasar Bukan Ulah Teroris

Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet) memastikan insiden peluru nyasar di beberapa ruang kerja anggota dewan tidak terkait dengan aksi ...
Hukum - Jumat, 19 Oktober 2018 - 13:51 WIB

Masa Tahanan Eks Dirut Pertamina Diperpanjang 40 Hari

Masa tahanan Eks Dirut PT Pertamina (Persero), Karen Galaila Agustiawan diperpanjang sampai 22 November 2018. Kejaksaan Agung melakukan perpanjangan masa ...
Politik - Jumat, 19 Oktober 2018 - 13:39 WIB

DPR Sebut Pemasangan Kaca Anti Peluru Bisa Batal

Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR Anton Sihombing mengatakan, wacana pemasangan kaca antipeluru di Gedung Nusantara I DPR bisa ...
Politik - Jumat, 19 Oktober 2018 - 13:30 WIB

Awas, Libatkan Anak Kampanye Politik Bisa Dipidana

Anak-anak tidak diperkenankan untuk terlibat dalam kegiatan politik. Jika para orangtua melibatkan anaknya dalam kegiatan politik seperti kampanye atau apapun, ...
Politik - Jumat, 19 Oktober 2018 - 12:06 WIB

Incar Kursi Wagub DKI, Gerindra-PKS Yakin Tetap Mesra

Sepeninggal Sandiaga Uno, kursi Wakil Gubernur DKI kini menjadi incaran. Adalah dua partai yakni PKS dan Gerindra yang kini masih ...
Politik - Jumat, 19 Oktober 2018 - 11:30 WIB

Resolusi Dunia Yang Lebih Aman, Damai, dan Berkeadilan di IPU 139

Delegasi Indonesia yang dipimpin Wakil Ketua DPR Agus Hermanto dan Fadli Zon, Ketua BKSAP Nurhayati Ali Assegaf dan Wakil Ketua ...