Senin, 26 Februari 2018 | 06.13 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Napi teroris kembali ikrar setia NKRI di Hari Pahlawan

Napi teroris kembali ikrar setia NKRI di Hari Pahlawan

Jumat, 10 November 2017 - 16:25 WIB

IMG-27800

Narapidana kasus teroris, Umar Patek (kedua dari kiri) menjadi petugas pengibar bendera saat peringatan HUT Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2017. FOTO: Istimewa

Jakarta, kini.co.id – Untuk yang kesekian kalinya, Hisyam Ali Zein alias Umar Patek alias Umar Arab, pentolan Jamaah Islamiyah (JI) yang terlibat Bom Bali I, kembali menyatakan dirinya bagian dari NKRI di Hari Pahlawan ini.

Sebelumnya Umar Patek dan seluruh kaum Jamaah Islamiyah menghendaki terwujudnya negara Islam. “Terwujudnya negara Islam adalah harga mati!” katanya tegasnya pada 25 April 2017 lalu dalam Seminar Resimen Mahasiswa Mahasurya Jawa Timur.

Tetapi langkah yang ditempuh untuk merealisasikan berdirinya negara Islam harus dengan cara-cara damai.

Sebagaimana dulu penyebar agama Islam masuk ke Indonesia.

“Bukan berarti NKRI dikudeta,” tegasnya.

Namun demikian ia mengakui keterlibatannya dalam serangkaian aksi bom di masa silam adalah kesalahan besar.

Itulah gambaran pemikiran Umar Patek dulu, nah kali ini, pekikan NKRI harga mati ia lontarkan dalam Upacara Hari Pahlawan, Jumat (10/11).

Selain Umar Patek, ada dua narapidana kasus teroris lainnya yang juga ikut upacara yakni Asep Jaya dan Ismail Yamsehu.

Bagi Umar Patek, ini bukan kali pertama mengikuti upacara hari besar nasional. Saat HUT Kemerdekaan RI, pada 17 Agustus 2017, Umar Patek bertugas sebagai pengibar bendera. 

Sementara itu di Kota Tondano, narapidana teroris, Panji Kokoh Kusumu, juga larut dalam khidmatnya peringatan Hari Pahlawan di Lapas Tondano.

Di lapas bojonegoro juga dua napi teroris Adi Margono dan Separi Anu juga ikut upacara.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sri Puguh Budi Utami memuji proses pembinaan yang dilakukan masing-masing lapas sehingga narapidana teroris bisa kembali ke pangkuan ibu pertiwi.

 Dalam proses pembinaan narapidana, petugas harus berpedoman pada filosofis Sistem Pemasyarakatan.

“Kesediaan para narapidana teroris mengikuti Upacara Hari Pahlawan menjadi bukti keberhasilan petugas dalam membina mereka di lapas agar menjadi pribadi yang lebih baik, produktif, kembali ke masyarakat sebagai manusia yang berguna, dan yang terpenting adalah kembali ke NKRI,” kata Sri Puguh dalam siaran persnya.

Direktur Pembinaan Narapidana dan Latihan Kerja Produksi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Harun Sulianto meminta petugas di lapas agar tetap semangat melakukan pembinaan kesadaran berbangsa kepada para narapidana teroris.

Menurut dia, para narapidana teroris juga harus diberikan support untuk aktif dalam pembinaan kepribadian dan kemandirian.

“Lakukan pendekatan yang bersifat kekeluargaan, persuasif, dan edukatif.dan sistematik, agar mereka menyadari kesalahannya, dan menjadi warga negara yg baik dan berguna selama dan setelah menjalani pidana,” tegas Harun.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Bawaslu berhentikan sementara Ketua Panwaslu Garut
Hukum - Minggu, 25 Februari 2018 - 19:26 WIB

Bawaslu berhentikan sementara Ketua Panwaslu Garut

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) memberhentikan sementara Ketua Panwaslu Kabupaten Garut, Heri Hasan Basri yang terjerat OTT Satgas Anti Money Politik ...
Banjir landa sejumlah wilayah di pulau Jawa
Peristiwa - Sabtu, 24 Februari 2018 - 20:58 WIB

Banjir landa sejumlah wilayah di pulau Jawa

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho mengatakan banjir melanda sejumlah daerah di ...
Jalur kereta Cirebon-Tegal sudah bisa dilintasi
Peristiwa - Sabtu, 24 Februari 2018 - 20:51 WIB

Jalur kereta Cirebon-Tegal sudah bisa dilintasi

Petak jalan rel kereta api di kilometer 185 + 500 sampai dengan 186 + 600 (Stasiun Tanjung - Stasiun Losari  ...
Puan sebut PDI-P kantongi cawapres pendamping Jokowi
Politik - Sabtu, 24 Februari 2018 - 17:25 WIB

Puan sebut PDI-P kantongi cawapres pendamping Jokowi

Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Puan Maharani mengatakan partainya telah mengantongi kriteria dan nama-nama calon wakil ...
Bangun infrastruktur, Angkasa Pura I gelontorkan Rp18,8 triliun
Ekonomi - Sabtu, 24 Februari 2018 - 17:19 WIB

Bangun infrastruktur, Angkasa Pura I gelontorkan Rp18,8 triliun

PT Angkasa Pura I (Persero) di 2018 akan menginvestasikan Rp18,8 triliun untuk membangun sejumlah infrastruktur bandar udara untuk perbaikan dan ...
PBB Tak Lolos, Yusril Kekeuh Polisikan Komisioner KPU
Hukum - Sabtu, 24 Februari 2018 - 14:17 WIB

PBB Tak Lolos, Yusril Kekeuh Polisikan Komisioner KPU

Tak terima partainya tak lolos verifikasi, Ketua Umum DPP Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Izha Mahendra kekeuh akan menyeret seluruh ...