Rabu, 17 Januari 2018 | 17.30 WIB
KiniNEWS>Nasional>Politik>Fenomena Paradise Papers, Menkeu Diminta Tangani Serius

Fenomena Paradise Papers, Menkeu Diminta Tangani Serius

Reporter : Bayu Putra | Sabtu, 11 November 2017 - 12:59 WIB

IMG-27817

Paradise papers. (Ilustrasi)

Jakarta, kini.co.id – Dunia dihebohkan dengan beredarnya orang-orang kaya yang dinilai melakukan penghindaran pajak, kali ini bertajuk Paradise Papers.

Berdasarkan data yang dipublikasi oleh International Consortium of Investigative Journalist (ICIJ) terdapat nama-nama pengusaha asal Indonesia yang masuk dalam paradise papers.

Atas dasar itu, pemerintah diminta untuk secepatnya dengan serius menelusuri dan menyelidiki data tersebut. Sehingga, dapat diketahui motif dari kasus ini.

Anggota Komisi XI DPR Hendrawan Pratikno mengatakan, siapapun yang menempatkan dananya yang cukup besar di luar negeri dengan trik canggih, karena mempunyai agenda penting. Maka, pemerintah, dalam hal ini Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk segera mendapatkan hasil dari penulusuran atas temuan paradise papers.

“Sri Mulyani perlu meneliti ini, apalagi sudah berjanji untuk menelusurinya. Jadi, kita tunggu saja bagaimana hasil dari penelusuran Sri Mulyani itu terhadap paradise papers,” katanya dalam acara talkshow Polemik SINDO Trijaya di Warung Daun Cikini, Jakarta, (11/11).

Dia meyakini setelah dilakukan penelusuran lebih dalam, maka akan ditemukan nama-nama pengusaha lain selain dari yang beredar saat ini. “Mungkin nama yang dimunculkan yang seksi-seksi lebih dulu,” imbuhnya.

Menurutnya, potensi kerugian yang dialami negara sangat besar. Hal ini berkaca pada kejadian sebelumnya saat muncul panama papers, di mana ketika UU Tax Amnest disahkan dan dijalankan, dana yang diperoleh dari deklarasi harta luar negeri mencapai Rp1.031 triliun dan dana repatriasi tembus Rp147 triliun.

“Jadi, banyak misterius dari kehidupan orang-orang kaya di Indonesia. Memang mengurusi orang kaya ini repot tapi cukup menghasilkan,” imbuh Hendrawan.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Urgensi impor beras dipertanyakan
Politik - Rabu, 17 Januari 2018 - 17:09 WIB

Urgensi impor beras dipertanyakan

Anggota DPR Sukamta menyatakan pemerintah harus mengkaji betul sebelum sebuah kebijakan yang diambil terkait impor beras.Dia mempertanyakan urgensi harus ...
DPR Minta Tidak Ada Kebijakan Asing Untuk Miliki Pulau
Politik - Rabu, 17 Januari 2018 - 16:56 WIB

DPR Minta Tidak Ada Kebijakan Asing Untuk Miliki Pulau

Menanggapi adanya penawaran kepemilikan Pulau Ajab melalui situs privateislandsonline.com, Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Lukman Edy menyatakan perlunya ketegasan ...
Ustadz ‘akhir zaman’ Zulkifli M  Ali jadi tersangka
Peristiwa - Rabu, 17 Januari 2018 - 16:45 WIB

Ustadz ‘akhir zaman’ Zulkifli M Ali jadi tersangka

Ustadz Zulkifli Muhammad Ali ditetapkan sebagai tersangka atas tuduhan sengaja menunjukkan kebencian atau ras benci kepada orang lain berdasarkan ras ...
Pemerintah Mau Impor Beras 500 Ribu Ton, DPR Panggil Mendag
Ekonomi - Rabu, 17 Januari 2018 - 14:44 WIB

Pemerintah Mau Impor Beras 500 Ribu Ton, DPR Panggil Mendag

Mengatasi mahalnya beras di tengah masyarakat, Pemerintah Indonesia memutuskan untuk melakukan impor.Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI memutuskan akan mengimpor beras sebanyak ...
Rangkap jabatan Menteri, JK: Partai bisa diurus malam
Politik - Rabu, 17 Januari 2018 - 14:38 WIB

Rangkap jabatan Menteri, JK: Partai bisa diurus malam

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan menteri yang rangkap jabatan sebagai ketua partai bisa mengurus partai pada malam hari, ...
Resmi Menjabat Sebagai KSAU, Ini Harta Kekayaan Yuyu Sutisna
Nasional - Rabu, 17 Januari 2018 - 13:57 WIB

Resmi Menjabat Sebagai KSAU, Ini Harta Kekayaan Yuyu Sutisna

Marsekal Madya Yuyu Sutisna resmi menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) menggantikan posisi Marsekal Hadi Tjahjanto yang kini menjabat ...