Sabtu, 18 November 2017 | 07.53 WIB
KiniNEWS>Nasional>Politik>Fenomena Paradise Papers, Menkeu Diminta Tangani Serius

Fenomena Paradise Papers, Menkeu Diminta Tangani Serius

Reporter : Bayu Putra | Sabtu, 11 November 2017 - 12:59 WIB

IMG-27817

Paradise papers. (Ilustrasi)

Jakarta, kini.co.id – Dunia dihebohkan dengan beredarnya orang-orang kaya yang dinilai melakukan penghindaran pajak, kali ini bertajuk Paradise Papers.

Berdasarkan data yang dipublikasi oleh International Consortium of Investigative Journalist (ICIJ) terdapat nama-nama pengusaha asal Indonesia yang masuk dalam paradise papers.

Atas dasar itu, pemerintah diminta untuk secepatnya dengan serius menelusuri dan menyelidiki data tersebut. Sehingga, dapat diketahui motif dari kasus ini.

Anggota Komisi XI DPR Hendrawan Pratikno mengatakan, siapapun yang menempatkan dananya yang cukup besar di luar negeri dengan trik canggih, karena mempunyai agenda penting. Maka, pemerintah, dalam hal ini Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk segera mendapatkan hasil dari penulusuran atas temuan paradise papers.

“Sri Mulyani perlu meneliti ini, apalagi sudah berjanji untuk menelusurinya. Jadi, kita tunggu saja bagaimana hasil dari penelusuran Sri Mulyani itu terhadap paradise papers,” katanya dalam acara talkshow Polemik SINDO Trijaya di Warung Daun Cikini, Jakarta, (11/11).

Dia meyakini setelah dilakukan penelusuran lebih dalam, maka akan ditemukan nama-nama pengusaha lain selain dari yang beredar saat ini. “Mungkin nama yang dimunculkan yang seksi-seksi lebih dulu,” imbuhnya.

Menurutnya, potensi kerugian yang dialami negara sangat besar. Hal ini berkaca pada kejadian sebelumnya saat muncul panama papers, di mana ketika UU Tax Amnest disahkan dan dijalankan, dana yang diperoleh dari deklarasi harta luar negeri mencapai Rp1.031 triliun dan dana repatriasi tembus Rp147 triliun.

“Jadi, banyak misterius dari kehidupan orang-orang kaya di Indonesia. Memang mengurusi orang kaya ini repot tapi cukup menghasilkan,” imbuh Hendrawan.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Buka Munas KAHMI, Jokowi singgung tantangan Negara
Politik - Jumat, 17 November 2017 - 21:59 WIB

Buka Munas KAHMI, Jokowi singgung tantangan Negara

Presiden Jokowi mengaku berbahagia hadir di tengah anggota KAHMI yang terkenal dengan orang-orang yang memiliki kehandalan di segala bidang."KAHMI ...
Mahfud MD tegaskan sikap politik KAHMI independen
Politik - Jumat, 17 November 2017 - 21:06 WIB

Mahfud MD tegaskan sikap politik KAHMI independen

Ketua Umum Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI), Prof Mahfud MD menegaskan sikap politik organisasinya yang independen dan netral kepada ...
Agar tak kabur lagi, IPW sarankan KPK borgol Setnov
Hukum - Jumat, 17 November 2017 - 19:59 WIB

Agar tak kabur lagi, IPW sarankan KPK borgol Setnov

Indonesia Police Watch (IPW) menilai kasus kecelakaan tunggal yang menimpa Ketua DPR Setya Novanto menjadi blessing in disguise (berkah tersembunyi) bagi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).Pasalnya, PK ...
14 Parpol calon peserta Pemilu 2019 harus perbaiki pendaftaran
Politik - Jumat, 17 November 2017 - 19:39 WIB

14 Parpol calon peserta Pemilu 2019 harus perbaiki pendaftaran

Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyampaikan hasil penelitian administrasi terhadap dokumen 14 partai politik (parpol) calon peserta pemilu 2019.Adapun, 14 ...
Warga Diminta Tidak Bertransaksi dengan Valuta Asing
Ekonomi - Jumat, 17 November 2017 - 17:10 WIB

Warga Diminta Tidak Bertransaksi dengan Valuta Asing

Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo mengimbau masyarakat menggunakan transaksi di dalam negeri menggunakan Rupiah bukan valuta asing.Hal ini mengingat ...
Ini penjelasan Pemred Metro TV soal Hilman Mattauch
Peristiwa - Jumat, 17 November 2017 - 15:46 WIB

Ini penjelasan Pemred Metro TV soal Hilman Mattauch

Pihak Metro TV memberikan klarifikasinya terkait status Hilman Mattauch yang menyupiri Setya Novanto menggunakan mobil Toyota Fortuner B 1732 ZLO ...