Tuesday, 17 July 2018 | 18.55 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Jenazah koruptor tak perlu dishalatkan

Jenazah koruptor tak perlu dishalatkan

Reporter : Zainal Bakri | Saturday, 11 November 2017 - 13:41 WIB

IMG-27819

Koordinator ICW, Adnan Topan Husodo (kiri), Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Dahniel Simanjuntak dan Ketua KPK Agus Rahardjo (Ant)

Jakarta, kini.co.id – Jenazah pelaku koruptor muslim sebaiknya tak perlu dishalatkan hal ini merujuk sebuah peristiwa Rasullah SAW yang enggan menyolatkan jenazah soerang sahabat, karena saat perang Khaibar sahabat tersebut mengambil ghonima atau harta rampasan perang.

Demikian pandangan tersebut dikemukakan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak.

“Dua tahun lalu di Muktamar Muhammadiyah, saya menyampaikan, bahwa ‘Jenazah koruptor enggak perlu dishalatkan’. Karena dalam hadits, Rasulullah pernah menolak menyalatkan jenazah sahabat, saat itu, pas perang, karena sebelumnya ia mengambil barang-barang rampasan perang,” ujarnya di Jakarta, Jumat (10/11).

Peristiwa tersebut, kata Dahnil, menunjukkan bahwa agama berperan penting dalam memberantas korupsi sesuai konsep tauhid.

“Tidak sah ibadah seorang muslim, kalau dia makan uang hasil korupsi,” tegasnya mengutip salah satu bunyi hadis.

Sayangnya, ungkap dosen Universitas Negeri Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Banten ini, banyak masyarakat yang lebih sensitif pada hal-hal simbolis, dibanding substansial.

“Contohnya, enggak ada da’i atau ustadz yang berani ceramah tentang korupsi. Apalagi, di masjid-masjid pemerintah,” kritiknya.

Padahal, sangat jelas, melawan korupsi merupakan ibadah yang substansi.

Oleh karenanya, Dahnil mendorong generasi milenial, agar memegang teguh prinsipnya. Salah satunya, menjadikan antikorupsi sebagai gaya hidup. “Bagi anak muda, harusnya antikorupsi jadi lifestyle (gaya hidup). Enggak korupsi itu keren. Idealis itu keren,” jelasnya.

Dahnil juga berpandangan bahwa jihad terbesar saat ini adalah melawan nafsu. Dan kemerdekaan yang diperjuangkan para pahlawan merupakan jihad kecil.

“Jadi, perang saat itu, masih jihad kecil. Jihad besarnya, bagaimana mengisi kemerdekaan ini. Salah satunya, melawan korupsi,” tegasnya. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Hukum - Tuesday, 27 March 2018 - 18:22 WIB

KPK Tahan Tujuh Tersangka Kasus Suap DPRD Malang

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung menahan tujuh tersangka kasus dugaan korupsi Malang, Jawa Timur.Ketujuh orang yang dimaksud antara lain enam ...
Peristiwa - Tuesday, 27 March 2018 - 17:47 WIB

Arief Hidayat kembali dilantik jadi hakim MK

Presiden Jokowi kembali melantik Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat sebagai hakim konstitusi untuk periode kedua, masa bakti 2018-2023. Arief mengucapkan sumpahnya ...
Politik - Tuesday, 27 March 2018 - 17:28 WIB

Bahas RKP 2019, DPD berharap program pemerintah tepat sasaran

Dewan Perwakilan Daerah (DPD) melihat masih banyak kebijakan pembangunan di daerah yang tidak tepat sasaran. Untuk itu, diharapkan pemerintah dapat ...
Politik - Tuesday, 27 March 2018 - 17:18 WIB

PKS siapkan sembilan nama untuk kalahkan Jokowi di Pilpres 2019

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menyatakan ada sembilan nama yang siap ditawarkan untuk posisi calon presiden atau calon ...
Politik - Tuesday, 27 March 2018 - 16:56 WIB

Awasi Pemilu 2019, Bawaslu Mulai Buka Pendaftaran Pemantau

Tahapan pelaksaan Pemilu legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 sudah mulai berjalan. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pun mulai membuka ...
Hukum - Tuesday, 27 March 2018 - 16:48 WIB

Tiga Kandidat Deputi Penindakan Jalani Tes Akhir

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengantongi nama-nama calon Deputi Penindakan usai ditinggal Inspektur Heru Winarko yang diangkat Presiden Joko Widodo ...
Place your ads here...