Rabu, 17 Januari 2018 | 17.44 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Jenazah koruptor tak perlu dishalatkan

Jenazah koruptor tak perlu dishalatkan

Reporter : Zainal Bakri | Sabtu, 11 November 2017 - 13:41 WIB

IMG-27819

Koordinator ICW, Adnan Topan Husodo (kiri), Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Dahniel Simanjuntak dan Ketua KPK Agus Rahardjo (Ant)

Jakarta, kini.co.id – Jenazah pelaku koruptor muslim sebaiknya tak perlu dishalatkan hal ini merujuk sebuah peristiwa Rasullah SAW yang enggan menyolatkan jenazah soerang sahabat, karena saat perang Khaibar sahabat tersebut mengambil ghonima atau harta rampasan perang.

Demikian pandangan tersebut dikemukakan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak.

“Dua tahun lalu di Muktamar Muhammadiyah, saya menyampaikan, bahwa ‘Jenazah koruptor enggak perlu dishalatkan’. Karena dalam hadits, Rasulullah pernah menolak menyalatkan jenazah sahabat, saat itu, pas perang, karena sebelumnya ia mengambil barang-barang rampasan perang,” ujarnya di Jakarta, Jumat (10/11).

Peristiwa tersebut, kata Dahnil, menunjukkan bahwa agama berperan penting dalam memberantas korupsi sesuai konsep tauhid.

“Tidak sah ibadah seorang muslim, kalau dia makan uang hasil korupsi,” tegasnya mengutip salah satu bunyi hadis.

Sayangnya, ungkap dosen Universitas Negeri Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Banten ini, banyak masyarakat yang lebih sensitif pada hal-hal simbolis, dibanding substansial.

“Contohnya, enggak ada da’i atau ustadz yang berani ceramah tentang korupsi. Apalagi, di masjid-masjid pemerintah,” kritiknya.

Padahal, sangat jelas, melawan korupsi merupakan ibadah yang substansi.

Oleh karenanya, Dahnil mendorong generasi milenial, agar memegang teguh prinsipnya. Salah satunya, menjadikan antikorupsi sebagai gaya hidup. “Bagi anak muda, harusnya antikorupsi jadi lifestyle (gaya hidup). Enggak korupsi itu keren. Idealis itu keren,” jelasnya.

Dahnil juga berpandangan bahwa jihad terbesar saat ini adalah melawan nafsu. Dan kemerdekaan yang diperjuangkan para pahlawan merupakan jihad kecil.

“Jadi, perang saat itu, masih jihad kecil. Jihad besarnya, bagaimana mengisi kemerdekaan ini. Salah satunya, melawan korupsi,” tegasnya. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Urgensi impor beras dipertanyakan
Politik - Rabu, 17 Januari 2018 - 17:09 WIB

Urgensi impor beras dipertanyakan

Anggota DPR Sukamta menyatakan pemerintah harus mengkaji betul sebelum sebuah kebijakan yang diambil terkait impor beras.Dia mempertanyakan urgensi harus ...
DPR Minta Tidak Ada Kebijakan Asing Untuk Miliki Pulau
Politik - Rabu, 17 Januari 2018 - 16:56 WIB

DPR Minta Tidak Ada Kebijakan Asing Untuk Miliki Pulau

Menanggapi adanya penawaran kepemilikan Pulau Ajab melalui situs privateislandsonline.com, Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Lukman Edy menyatakan perlunya ketegasan ...
Ustadz ‘akhir zaman’ Zulkifli M  Ali jadi tersangka
Peristiwa - Rabu, 17 Januari 2018 - 16:45 WIB

Ustadz ‘akhir zaman’ Zulkifli M Ali jadi tersangka

Ustadz Zulkifli Muhammad Ali ditetapkan sebagai tersangka atas tuduhan sengaja menunjukkan kebencian atau ras benci kepada orang lain berdasarkan ras ...
Pemerintah Mau Impor Beras 500 Ribu Ton, DPR Panggil Mendag
Ekonomi - Rabu, 17 Januari 2018 - 14:44 WIB

Pemerintah Mau Impor Beras 500 Ribu Ton, DPR Panggil Mendag

Mengatasi mahalnya beras di tengah masyarakat, Pemerintah Indonesia memutuskan untuk melakukan impor.Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI memutuskan akan mengimpor beras sebanyak ...
Rangkap jabatan Menteri, JK: Partai bisa diurus malam
Politik - Rabu, 17 Januari 2018 - 14:38 WIB

Rangkap jabatan Menteri, JK: Partai bisa diurus malam

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan menteri yang rangkap jabatan sebagai ketua partai bisa mengurus partai pada malam hari, ...
Resmi Menjabat Sebagai KSAU, Ini Harta Kekayaan Yuyu Sutisna
Nasional - Rabu, 17 Januari 2018 - 13:57 WIB

Resmi Menjabat Sebagai KSAU, Ini Harta Kekayaan Yuyu Sutisna

Marsekal Madya Yuyu Sutisna resmi menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) menggantikan posisi Marsekal Hadi Tjahjanto yang kini menjabat ...