Rabu, 17 Januari 2018 | 17.43 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Pasukan Indonesia siaga selamatkan ribuan sandera di Papua

Pasukan Indonesia siaga selamatkan ribuan sandera di Papua

Minggu, 12 November 2017 - 10:46 WIB

IMG-27823

Pasukan TNI disiagakan. Istimewa

Papua, kini.co.id – Pasukan keamanan Indonesia di Provinsi Papua disiagakan untuk menyerang lima desa yang dikuasai Gerakan Papua Merdeka (OPM) bersenjata yang menyandra ribuan warga.

Sedikitnya sekitar 200 personil polisi dan militer dikerahkan dan sedang menunggu perintah di dekat tambang tembaga raksasa, yang dioperasikan oleh Penambang Amerika Freeport-McMoRan Inc

“Saat ini pasukan gabungan polisi dan militer telah menduduki berbagai pos untuk bisa mengambil tindakan,” kata juru bicara kepolisian Papua, Suryadi Diaz.

“Mereka akan dibawa mati atau hidup,” katanya dari sekitar 100 pemberontak yang menurut polisi telah menyiksa  penduduk desa sejak mengambil alih wilayah tersebut beberapa hari yang lalu.

Sebuah keadaan darurat telah diumumkan di wilayah tersebut dan setidaknya 300 pasukan keamanan tambahan telah dikirim ke wilayah provinsi tersebut setelah serangkaian baku tembak sejak 17 Agustus yang menewaskan satu petugas polisi dan melukai enam lainnya seperti dilansir reuters.

Kelompok pemberontak, diantaranya adalah Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPN-OPM), pada  Jumat (10/11)  menolak meninggalkan desa-desa di dekat tambang tersebut, tetapi mengatakan  pihaknya “berperang” dengan polisi, militer, dan Freeport.

Diketahui Papua  memiliki gerakan separatis yang telah lama berjalan dan terkadang penuh kekerasan sejak dimasukkan ke Indonesia setelah referendum yang didukung PBB pada  1969.

Ketegangan ini adalah eskalasi kekerasan pertama selama masa Presiden Jokowi, padahal telah berusaha meredakan ketegangan di kedua provinsi tersebut dengan meningkatkan investasi, membebaskan tahanan politik dan menangani masalah hak asasi manusia.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Urgensi impor beras dipertanyakan
Politik - Rabu, 17 Januari 2018 - 17:09 WIB

Urgensi impor beras dipertanyakan

Anggota DPR Sukamta menyatakan pemerintah harus mengkaji betul sebelum sebuah kebijakan yang diambil terkait impor beras.Dia mempertanyakan urgensi harus ...
DPR Minta Tidak Ada Kebijakan Asing Untuk Miliki Pulau
Politik - Rabu, 17 Januari 2018 - 16:56 WIB

DPR Minta Tidak Ada Kebijakan Asing Untuk Miliki Pulau

Menanggapi adanya penawaran kepemilikan Pulau Ajab melalui situs privateislandsonline.com, Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Lukman Edy menyatakan perlunya ketegasan ...
Ustadz ‘akhir zaman’ Zulkifli M  Ali jadi tersangka
Peristiwa - Rabu, 17 Januari 2018 - 16:45 WIB

Ustadz ‘akhir zaman’ Zulkifli M Ali jadi tersangka

Ustadz Zulkifli Muhammad Ali ditetapkan sebagai tersangka atas tuduhan sengaja menunjukkan kebencian atau ras benci kepada orang lain berdasarkan ras ...
Pemerintah Mau Impor Beras 500 Ribu Ton, DPR Panggil Mendag
Ekonomi - Rabu, 17 Januari 2018 - 14:44 WIB

Pemerintah Mau Impor Beras 500 Ribu Ton, DPR Panggil Mendag

Mengatasi mahalnya beras di tengah masyarakat, Pemerintah Indonesia memutuskan untuk melakukan impor.Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI memutuskan akan mengimpor beras sebanyak ...
Rangkap jabatan Menteri, JK: Partai bisa diurus malam
Politik - Rabu, 17 Januari 2018 - 14:38 WIB

Rangkap jabatan Menteri, JK: Partai bisa diurus malam

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan menteri yang rangkap jabatan sebagai ketua partai bisa mengurus partai pada malam hari, ...
Resmi Menjabat Sebagai KSAU, Ini Harta Kekayaan Yuyu Sutisna
Nasional - Rabu, 17 Januari 2018 - 13:57 WIB

Resmi Menjabat Sebagai KSAU, Ini Harta Kekayaan Yuyu Sutisna

Marsekal Madya Yuyu Sutisna resmi menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) menggantikan posisi Marsekal Hadi Tjahjanto yang kini menjabat ...