Monday, 23 July 2018 | 14.42 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Mantan Pimpinan KPK: Pengacara Novanto Bisa Dikenakan Pasal Obstruction of Justice

Mantan Pimpinan KPK: Pengacara Novanto Bisa Dikenakan Pasal Obstruction of Justice

Reporter : Fadilah | Monday, 13 November 2017 - 09:46 WIB

IMG-27828

Mantan Ketua KPK Bambang Widjojanto (Ist)

Jakarta, kini.co.id – Mantan Pimpinan Komisi Pemberantsan Korupsi (KPK) Bambang Widjojanto turut menanggapi langkah kuasa hukum Setya Novanto yang melaporkan para pemimpin lembaga antirasuah tersebut ke Bareskrim Polri.

Pria yang akrab disapa BW itu berpendapat bahwa KPK bisa menerapkan pasal obstruction of justice (perbuatan yang menghalang-halangi proses penegakan hukum) terhadap pengacara Ketua Umum Partai Golkar itu.

Pasal yang dimaksud adalah Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

“Lawyer SN (Setya Novanto) itu sebenarnya sudah mengarah pada obstruction of justice, maka dia bisa dikenakan pasal 21, karena ini perilakunya sudah kaya gate keeper,” tuturnya saat dikonfirmasi, Jakarta, Senin, (13/11/2017).

Sebab, sambung BW, perilakunya sudah bukan sekadar melindungi Novanto sebagai kliennya. Namun, mereka juga dianggap mengganggu proses hukum dalam pembuktian kejahatan yang dilakukan Novanto.

“Orang yang menghambat proses penyidikan yang sedang dilakukan oleh KPK. Kalau dia (pengacara Novanto) paham pasal 25 UU tipikor dan ada upaya-upaya untuk mendelegitimasi proses itu, maka demi hukum KPK harus mendorong supaya pasal 25 itu diterapkan dan pasal 21 UU tipikor,” kata BW.

Pada Jumat, (10/11/2017) Pengacara Ketua DPR RI Setya Novanto, Fredrich Yunadi, melaporkan dua pimpinan, dan dua penyidik KPK ke Bareskrim Polri.

Pelaporan tersebut dilakukan tidak lama setelah lembaga antirasuah itu menetapkan kembali Setya Novanto sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek KTP berbasis elektronik (e-KTP).

Usai melaporkan, Fredrich menunjukan surat tanda bukti lapor di Bareskrim nomorTBL/825/XI/2017/Bareskrim dengan nomor laporan: LP/1192/XI/2017/Bareskrim tertanggal 10 November 2017.

Terlapor dari laporan ini yakni Ketua KPK Agus Rahardjo, Wakil Ketua KPK Saut Situmorang, Direktur Penyidikan KPK Aris Budiman, dan penyidik KPK Ambarita Damanik.

Alasan melaporkan para pihak ini di antaranya karena mereka yang menandatangi surat perintah penyidikan (sprindik), surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) dan yang mengumumkan Novanto sebagai tersangka.

Hingga saat ini, belum ada status hukum bagi para terlapor ini.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Hukum - Tuesday, 27 March 2018 - 18:22 WIB

KPK Tahan Tujuh Tersangka Kasus Suap DPRD Malang

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung menahan tujuh tersangka kasus dugaan korupsi Malang, Jawa Timur.Ketujuh orang yang dimaksud antara lain enam ...
Peristiwa - Tuesday, 27 March 2018 - 17:47 WIB

Arief Hidayat kembali dilantik jadi hakim MK

Presiden Jokowi kembali melantik Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat sebagai hakim konstitusi untuk periode kedua, masa bakti 2018-2023. Arief mengucapkan sumpahnya ...
Politik - Tuesday, 27 March 2018 - 17:28 WIB

Bahas RKP 2019, DPD berharap program pemerintah tepat sasaran

Dewan Perwakilan Daerah (DPD) melihat masih banyak kebijakan pembangunan di daerah yang tidak tepat sasaran. Untuk itu, diharapkan pemerintah dapat ...
Politik - Tuesday, 27 March 2018 - 17:18 WIB

PKS siapkan sembilan nama untuk kalahkan Jokowi di Pilpres 2019

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menyatakan ada sembilan nama yang siap ditawarkan untuk posisi calon presiden atau calon ...
Politik - Tuesday, 27 March 2018 - 16:56 WIB

Awasi Pemilu 2019, Bawaslu Mulai Buka Pendaftaran Pemantau

Tahapan pelaksaan Pemilu legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 sudah mulai berjalan. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pun mulai membuka ...
Hukum - Tuesday, 27 March 2018 - 16:48 WIB

Tiga Kandidat Deputi Penindakan Jalani Tes Akhir

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengantongi nama-nama calon Deputi Penindakan usai ditinggal Inspektur Heru Winarko yang diangkat Presiden Joko Widodo ...
Place your ads here...