Rabu, 17 Oktober 2018 | 13.27 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Mantan Pimpinan KPK: Pengacara Novanto Bisa Dikenakan Pasal Obstruction of Justice

Mantan Pimpinan KPK: Pengacara Novanto Bisa Dikenakan Pasal Obstruction of Justice

Reporter : Restu Fadilah | Senin, 13 November 2017 - 09:46 WIB

IMG-27828

Mantan Ketua KPK Bambang Widjojanto (Ist)

Jakarta, kini.co.id – Mantan Pimpinan Komisi Pemberantsan Korupsi (KPK) Bambang Widjojanto turut menanggapi langkah kuasa hukum Setya Novanto yang melaporkan para pemimpin lembaga antirasuah tersebut ke Bareskrim Polri.

Pria yang akrab disapa BW itu berpendapat bahwa KPK bisa menerapkan pasal obstruction of justice (perbuatan yang menghalang-halangi proses penegakan hukum) terhadap pengacara Ketua Umum Partai Golkar itu.

Pasal yang dimaksud adalah Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

“Lawyer SN (Setya Novanto) itu sebenarnya sudah mengarah pada obstruction of justice, maka dia bisa dikenakan pasal 21, karena ini perilakunya sudah kaya gate keeper,” tuturnya saat dikonfirmasi, Jakarta, Senin, (13/11/2017).

Sebab, sambung BW, perilakunya sudah bukan sekadar melindungi Novanto sebagai kliennya. Namun, mereka juga dianggap mengganggu proses hukum dalam pembuktian kejahatan yang dilakukan Novanto.

“Orang yang menghambat proses penyidikan yang sedang dilakukan oleh KPK. Kalau dia (pengacara Novanto) paham pasal 25 UU tipikor dan ada upaya-upaya untuk mendelegitimasi proses itu, maka demi hukum KPK harus mendorong supaya pasal 25 itu diterapkan dan pasal 21 UU tipikor,” kata BW.

Pada Jumat, (10/11/2017) Pengacara Ketua DPR RI Setya Novanto, Fredrich Yunadi, melaporkan dua pimpinan, dan dua penyidik KPK ke Bareskrim Polri.

Pelaporan tersebut dilakukan tidak lama setelah lembaga antirasuah itu menetapkan kembali Setya Novanto sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek KTP berbasis elektronik (e-KTP).

Usai melaporkan, Fredrich menunjukan surat tanda bukti lapor di Bareskrim nomorTBL/825/XI/2017/Bareskrim dengan nomor laporan: LP/1192/XI/2017/Bareskrim tertanggal 10 November 2017.

Terlapor dari laporan ini yakni Ketua KPK Agus Rahardjo, Wakil Ketua KPK Saut Situmorang, Direktur Penyidikan KPK Aris Budiman, dan penyidik KPK Ambarita Damanik.

Alasan melaporkan para pihak ini di antaranya karena mereka yang menandatangi surat perintah penyidikan (sprindik), surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) dan yang mengumumkan Novanto sebagai tersangka.

Hingga saat ini, belum ada status hukum bagi para terlapor ini.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Politik - Rabu, 17 Oktober 2018 - 11:54 WIB

Kalau Sukses di Jabar, PAN Bisa Menangkan Prabowo-Sandi

Ketua Umum Partai PAN, Zulkifli Hassan mengatakan jika PAN sukses menang di Jawa Barat, maka mereka akan bisa memenangkan Prabowo-Sandi ...
Peristiwa - Rabu, 17 Oktober 2018 - 11:12 WIB

Polisi Sebut Tersangka Tak Bermaksud Tembak Kaca DPR

Peristiwa penembakan kaca kantor DPR RI sempat menghebohkan publik. Netizen pun bertanya apakah ada maksud pembunuhan atau penembakan misterius di ...
Nasional - Rabu, 17 Oktober 2018 - 09:52 WIB

Sidang IPU 139 Jenewa, Jazuli: 36 Negara Tolak Pelegalan LGBT

Anggota Komisi I DPR RI, Jazuli Juwaini menyebut dalam sidang Inter-Parliamentary Union (IPU) 139 di Jenewa sebanyak 36 negara yang ...
Hukum - Rabu, 17 Oktober 2018 - 09:15 WIB

Berkasus Lagi, KPK Pertimbangkan Tuntutan Hukuman Maksimal terhadap Billy Sindoro

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mempertimbangkan tuntutan hukuman maksimal kepada Bos Lippo Group, Billy Sindoro. Hal ini ...
- Selasa, 16 Oktober 2018 - 20:05 WIB

KPK sebut Bupati Bekasi tak sampaikan sedang hamil

Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (Jubir KPK), Febri Diansyah mengatakan bahwa selama menjalani pemeriksaan Bupati Bekasi non-aktif, Neneng Hasnah Yasin tidak ...
Peristiwa - Selasa, 16 Oktober 2018 - 19:59 WIB

Ternyata penembak gedung DPR lulus sertifikasi menembak

KETUA Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Bambang Soesatyo menuturkan bahwa terduga penembak peluru nyasar yang mengenai ruang kerja anggota DPR pada ...