Senin, 26 Februari 2018 | 06.14 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Perlu Izin Presiden, Alasan Novanto Mangkir Lagi

Perlu Izin Presiden, Alasan Novanto Mangkir Lagi

Reporter : Fadilah | Senin, 13 November 2017 - 10:09 WIB

IMG-27829

Setya Novanto. (Ist)

Jakarta, kini.co.id – Ketua DPR RI, Setya Novanto kembali tidak memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), hari ini, Senin, (13/11/2017).

“Pagi ini KPK menerima surat terkait dengan ketidakhadiran Setya Novanto sebagai saksi untuk tersangka ASS (Anang Sugiana Sudihardjo). Alasan yang digunakan adalah terkait izin presiden,” tutur Jubir KPK, Febri Diansyah kepada wartawan.

Ini merupakan kali ketiga Ketua Umum Partai Golkar itu mangkir dari pemeriksaan lembaga antorasuah.

Padahal, kata Febri, pemanggilan terhadap Novanto ini karena penyidik memang masih memerlukan keterangan dari beberapa saksi termasuk Setya Novanto.

Kesaksian Novanto nantinya diperlukan untuk melengkapi berkas perkara penyidikan ‎Anang Sugiana Sudihardjo.

Diketahui, Setya Novanto sendiri merupakan tersangka ‎dalam kasus dugaan korupsi proyek pengadaan e-KTP, tahun anggaran 2011-2012.

Novanto kembali dijerat KPK setelah sebelumnya sempat memenangkan gugatan praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Namun demikian, pemeriksaan Novanto pada hari ini bukan dalam kapasitasnya sebagai tersangka. Dia hanya akan digali keterangannya sebagai saksi untuk tersangka Anang Sugiana Sudihardjo.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Bawaslu berhentikan sementara Ketua Panwaslu Garut
Hukum - Minggu, 25 Februari 2018 - 19:26 WIB

Bawaslu berhentikan sementara Ketua Panwaslu Garut

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) memberhentikan sementara Ketua Panwaslu Kabupaten Garut, Heri Hasan Basri yang terjerat OTT Satgas Anti Money Politik ...
Banjir landa sejumlah wilayah di pulau Jawa
Peristiwa - Sabtu, 24 Februari 2018 - 20:58 WIB

Banjir landa sejumlah wilayah di pulau Jawa

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho mengatakan banjir melanda sejumlah daerah di ...
Jalur kereta Cirebon-Tegal sudah bisa dilintasi
Peristiwa - Sabtu, 24 Februari 2018 - 20:51 WIB

Jalur kereta Cirebon-Tegal sudah bisa dilintasi

Petak jalan rel kereta api di kilometer 185 + 500 sampai dengan 186 + 600 (Stasiun Tanjung - Stasiun Losari  ...
Puan sebut PDI-P kantongi cawapres pendamping Jokowi
Politik - Sabtu, 24 Februari 2018 - 17:25 WIB

Puan sebut PDI-P kantongi cawapres pendamping Jokowi

Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Puan Maharani mengatakan partainya telah mengantongi kriteria dan nama-nama calon wakil ...
Bangun infrastruktur, Angkasa Pura I gelontorkan Rp18,8 triliun
Ekonomi - Sabtu, 24 Februari 2018 - 17:19 WIB

Bangun infrastruktur, Angkasa Pura I gelontorkan Rp18,8 triliun

PT Angkasa Pura I (Persero) di 2018 akan menginvestasikan Rp18,8 triliun untuk membangun sejumlah infrastruktur bandar udara untuk perbaikan dan ...
PBB Tak Lolos, Yusril Kekeuh Polisikan Komisioner KPU
Hukum - Sabtu, 24 Februari 2018 - 14:17 WIB

PBB Tak Lolos, Yusril Kekeuh Polisikan Komisioner KPU

Tak terima partainya tak lolos verifikasi, Ketua Umum DPP Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Izha Mahendra kekeuh akan menyeret seluruh ...