Senin, 26 Februari 2018 | 06.01 WIB
KiniNEWS>Nasional>Politik>Fahri Hamzah Sebut KPK Pernah Berusaha Nego Setnov Soal Pansus Angket

Fahri Hamzah Sebut KPK Pernah Berusaha Nego Setnov Soal Pansus Angket

Reporter : Bayu Putra | Senin, 13 November 2017 - 14:01 WIB

IMG-27835

Fahri Hamzah. (KiniNews/Bayu Putra)

Jakarta, kini.co.id – Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengatakan, sempat ada pertemuan Ketua DPR Setya Novanto dengan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pertemuan itu diduga untuk melakukan negosiasi terkait dengan Panitia Khusus (Pansus) Angket DPR terhadap KPK.

“Saya mendengar, ada pimpinan KPK yang bilang begini, ini terkait nanti yang saya bilang soal perebutan tiket. Pak Novanto itu kan berkali-kali didatangi untuk diajak nego. Malah dia mau ngajak nego termasuk soal pansus angket,” katanya di Kompleks Parlemen DPR RI, Senayan, Jakarta (13/11).

Dari pertemuan itu, dia menduga, juga ada negosiasi terkait kehadiran KPK di Pansus Angket. Pimpinan KPK, kata Fahri, sempat melakukan nego agar tidak di panggil oleh Pansus Angket.

“Lalu kemudian ada lagi lah pimpinan KPK yang minta nego juga supaya tidak dipanggil oleh angket. Saya bilang enggak bisa pak? Angket itu adalah mekanisme yang independen, enggak ada hubungannya dengan pimpinan, saya bilang begitu,” ungkapnya.

Fahri juga sempat memberikan pandangannya pada Novanto bahwa pansus angket bersifat independen dan tidak bisa di intervensi oleh pimpinan DPR. Sebab, mekanisme itu terlepas dari kewenangan pimpinan DPR.

“Sehingga saya sendiri mengunci supaya jangan ada intervensi kepada mekanisme DPR, karena DPR adalah lembaga independen. Enggak boleh diganggu-ganggu gitu,” ucapnya.

Dia mengatakan, sekarang ini penegakan hukum KPK tak lagi berdasarkan hukum. Menurutnya terlalu banyak kepentingan di dalam internal KPK.

“Dia ngomong begitu. Itu konfirmasinya dateng dari beberapa tempat dan kemudian juga Pak Novanto istilahnya itu mengiyakan itu. Itu artinya memang sebenarnya ini justru lebih banyak urusan mau bukan dengan hukum lagi, karena fakta hukumnya itu sudah tidak ada yang terungkap,” tandasnya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Bawaslu berhentikan sementara Ketua Panwaslu Garut
Hukum - Minggu, 25 Februari 2018 - 19:26 WIB

Bawaslu berhentikan sementara Ketua Panwaslu Garut

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) memberhentikan sementara Ketua Panwaslu Kabupaten Garut, Heri Hasan Basri yang terjerat OTT Satgas Anti Money Politik ...
Banjir landa sejumlah wilayah di pulau Jawa
Peristiwa - Sabtu, 24 Februari 2018 - 20:58 WIB

Banjir landa sejumlah wilayah di pulau Jawa

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho mengatakan banjir melanda sejumlah daerah di ...
Jalur kereta Cirebon-Tegal sudah bisa dilintasi
Peristiwa - Sabtu, 24 Februari 2018 - 20:51 WIB

Jalur kereta Cirebon-Tegal sudah bisa dilintasi

Petak jalan rel kereta api di kilometer 185 + 500 sampai dengan 186 + 600 (Stasiun Tanjung - Stasiun Losari  ...
Puan sebut PDI-P kantongi cawapres pendamping Jokowi
Politik - Sabtu, 24 Februari 2018 - 17:25 WIB

Puan sebut PDI-P kantongi cawapres pendamping Jokowi

Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Puan Maharani mengatakan partainya telah mengantongi kriteria dan nama-nama calon wakil ...
Bangun infrastruktur, Angkasa Pura I gelontorkan Rp18,8 triliun
Ekonomi - Sabtu, 24 Februari 2018 - 17:19 WIB

Bangun infrastruktur, Angkasa Pura I gelontorkan Rp18,8 triliun

PT Angkasa Pura I (Persero) di 2018 akan menginvestasikan Rp18,8 triliun untuk membangun sejumlah infrastruktur bandar udara untuk perbaikan dan ...
PBB Tak Lolos, Yusril Kekeuh Polisikan Komisioner KPU
Hukum - Sabtu, 24 Februari 2018 - 14:17 WIB

PBB Tak Lolos, Yusril Kekeuh Polisikan Komisioner KPU

Tak terima partainya tak lolos verifikasi, Ketua Umum DPP Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Izha Mahendra kekeuh akan menyeret seluruh ...