Selasa, 21 November 2017 | 17.16 WIB
KiniNEWS>Nasional>Politik>Fahri Hamzah Sebut KPK Pernah Berusaha Nego Setnov Soal Pansus Angket

Fahri Hamzah Sebut KPK Pernah Berusaha Nego Setnov Soal Pansus Angket

Reporter : Bayu Putra | Senin, 13 November 2017 - 14:01 WIB

IMG-27835

Fahri Hamzah. (KiniNews/Bayu Putra)

Jakarta, kini.co.id – Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengatakan, sempat ada pertemuan Ketua DPR Setya Novanto dengan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pertemuan itu diduga untuk melakukan negosiasi terkait dengan Panitia Khusus (Pansus) Angket DPR terhadap KPK.

“Saya mendengar, ada pimpinan KPK yang bilang begini, ini terkait nanti yang saya bilang soal perebutan tiket. Pak Novanto itu kan berkali-kali didatangi untuk diajak nego. Malah dia mau ngajak nego termasuk soal pansus angket,” katanya di Kompleks Parlemen DPR RI, Senayan, Jakarta (13/11).

Dari pertemuan itu, dia menduga, juga ada negosiasi terkait kehadiran KPK di Pansus Angket. Pimpinan KPK, kata Fahri, sempat melakukan nego agar tidak di panggil oleh Pansus Angket.

“Lalu kemudian ada lagi lah pimpinan KPK yang minta nego juga supaya tidak dipanggil oleh angket. Saya bilang enggak bisa pak? Angket itu adalah mekanisme yang independen, enggak ada hubungannya dengan pimpinan, saya bilang begitu,” ungkapnya.

Fahri juga sempat memberikan pandangannya pada Novanto bahwa pansus angket bersifat independen dan tidak bisa di intervensi oleh pimpinan DPR. Sebab, mekanisme itu terlepas dari kewenangan pimpinan DPR.

“Sehingga saya sendiri mengunci supaya jangan ada intervensi kepada mekanisme DPR, karena DPR adalah lembaga independen. Enggak boleh diganggu-ganggu gitu,” ucapnya.

Dia mengatakan, sekarang ini penegakan hukum KPK tak lagi berdasarkan hukum. Menurutnya terlalu banyak kepentingan di dalam internal KPK.

“Dia ngomong begitu. Itu konfirmasinya dateng dari beberapa tempat dan kemudian juga Pak Novanto istilahnya itu mengiyakan itu. Itu artinya memang sebenarnya ini justru lebih banyak urusan mau bukan dengan hukum lagi, karena fakta hukumnya itu sudah tidak ada yang terungkap,” tandasnya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Pilgub Jatim, Khofifah-Emil Dardak diusung Demokrat
Politik - Selasa, 21 November 2017 - 15:58 WIB

Pilgub Jatim, Khofifah-Emil Dardak diusung Demokrat

Foto Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elistianto Dardak didampingi Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dan Ketua DPD Jatim ...
Takut Dilaporkan ke Polisi, Farhat Abbas Minta Perlindungan KPK
Hukum - Selasa, 21 November 2017 - 14:57 WIB

Takut Dilaporkan ke Polisi, Farhat Abbas Minta Perlindungan KPK

Pengacara Farhat Abbas memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan menjalani pemeriksaan kurang lebih dua jam.Farhat Abbas memenuhi panggilan ...
KPK ingin geledah DPR, Agus Hermanto: Harus ada ijin
Politik - Selasa, 21 November 2017 - 14:53 WIB

KPK ingin geledah DPR, Agus Hermanto: Harus ada ijin

Wakil Ketua DPR Agus Hermanto mengatakan niat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang ingin menggeledah DPR terutama ruang kerja Ketua DPR ...
Jetstar operasikan penerbangan perdana ke Okinawa
Ekonomi - Selasa, 21 November 2017 - 14:47 WIB

Jetstar operasikan penerbangan perdana ke Okinawa

Penerbangan perdana Jetstar Asia 3K791 dari Singapura ke Okinawa hari ini, Selasa (21/11) mendarat di Naha International Airport. Penerbangan ini ...
Hingga akhir tahun, Citilink targetkan 13 juta penumpang
Ekonomi - Selasa, 21 November 2017 - 14:17 WIB

Hingga akhir tahun, Citilink targetkan 13 juta penumpang

PT Citilink Indonesia menargetkan jumlah penumpang mencapai 13 juta hingga akhir tahun 2017, hingga September 2017 lalu, jumlah penumpang Citilink ...
Polisi surati KPK untuk periksa Setya Novanto
Peristiwa - Selasa, 21 November 2017 - 13:38 WIB

Polisi surati KPK untuk periksa Setya Novanto

Kepolisian Daerah Polda Metro Jaya melayangkan surat izin untuk melakukan pemeriksaan terhadap Ketua DPR Setya Novanto yang kini menjadi tahanan ...