Kamis, 18 Oktober 2018 | 04.39 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Lusa, KPK Periksa Setya Novanto sebagai Tersangka

Lusa, KPK Periksa Setya Novanto sebagai Tersangka

Reporter : Restu Fadilah | Senin, 13 November 2017 - 21:52 WIB

IMG-27841

Ketua DPR Setya Novanto bersaksi dalam sidang kasus korupsi KTP elektronik (KTP-el) dengan terdakwa Andi Agustinus alias Andi Narogong di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jumat (3/11). Sidang tersebut beragenda mendengarkan sejumlah keterangan saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum KPK salah satunya Ketua DPR Setya Novanto. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/foc/17.

Jakarta, kini.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan telah menjadwalkan pemeriksaan terhadap Ketua DPR RI, Setya Novanto yang telah menyandang status tersangka kasus dugaan korupsi e-KTP (Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik).

Sejak ditetapkan sebagai tersangka pada akhir Oktober 2017 lalu, Novanto belum pernah diperiksa KPK sebagai tersangka.

Jubir KPK, Febri Diansyah mengatakan pihaknya telah melayangkan surat panggilan pemeriksaan terhadap Novanto. Dalam surat itu, Novanto dijadwalkan diperiksa pada Rabu, (15/11).

“Saya juga dapat informasi bahwa pada hari Rabu minggu ini SN (Setya Novanto) akan dipanggil sebagai tersangka dalam proses penyidikan yang sudah dilakukan,” tutur Febri di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Senin, (13/11).

Kata Febri, sampai hari ini belum ada konfirmasi dari Novanto apakah hadir atau tidak pada pemeriksaan tersebut.

Namun ia berharap Ketua Umum Partai Golkar itu mematuhi memenuhi panggilan KPK dan memberikan contoh yang baik sebagai pimpinan lembaga tertinggi negara.

“Kami berharap yang bersangkutan mematuhi aturan hukum dan memberikan contoh yang baik sebagai pimpiman lembaga negara untuk bisa datang pada proses pemeriksaan,” pungkasnya.

KPK telah menetapkan kembali Novanto sebagai tersangka pada Jumat kemarin. Novanto sebelumnya lolos dari status tersangka dalam penetapan sebelumnya, setelah memenangkan gugatan praperadilan terhadap KPK.

Dalam kasus ini, Novanto disangkakan melanggar Pasal 2 Ayat 1 Subsider Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Peristiwa - Rabu, 17 Oktober 2018 - 18:28 WIB

Setelah 34 tahun, Tabloid BOLA berhenti terbit

TABLOID BOLA mengumumkan bakal menerbitkan edisi terakhirnya masing-masing pada hari Jumat (19/10) dan Selasa (23/10). Kepastian pemberhentian publikasi berdasarkan cuitan ...
Hukum - Rabu, 17 Oktober 2018 - 16:00 WIB

Tim Satgas KPK Geledah Matahari Tower Milik Lippo Group

Tim satgas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ternyata masih melakukan srangkaian penindakan di lapangan terkait kasus suap perizinan proyek pembangunan Meikarta.Mereka ...
Politik - Rabu, 17 Oktober 2018 - 15:57 WIB

Dana Saksi Tanggungan Parpol, Bukan Negara

Indonesia Corruption Watch (ICW) menolak keras usulan Komisi II DPR RI agar dana saksi dari parpol pada Pemilu 2019 ditanggung ...
Hukum - Rabu, 17 Oktober 2018 - 15:40 WIB

Soal Meikarta, KPK Buka Kemungkinan Tersangkakan Lippo Group

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka kemungkinan menjerat Lippo Group selaku korporasi sebagai tersangka. Hal ini lantaran KPK memiliki komitmen yang ...
Peristiwa - Rabu, 17 Oktober 2018 - 14:01 WIB

Ruang DPR Ditembak Lagi, Ini Kata Ibas

Para anggota DPR RI kembali digegerkan dengan penembakan lewat kaca ruangan.Kali ini korbannya adalah ruang kerja 1008, yang ditempati Vivi ...
Peristiwa - Rabu, 17 Oktober 2018 - 13:44 WIB

Pengakuan Kader PAN Soal Penembakan di Ruangannya

Ruang kerja anggota DPR RI dari Fraksi PAN Totok Daryanto dihantam peluru. Peristiwa penembakan itu terjadi di lantai 20 nomor ...