Kamis, 18 Oktober 2018 | 04.40 WIB
KiniNEWS>Nasional>Politik>Diskusi MPR Bahas Pahlawan Zaman Now

Diskusi MPR Bahas Pahlawan Zaman Now

Reporter : Bayu Putra | Selasa, 14 November 2017 - 08:04 WIB

IMG-27847

Gedung DPR/MPR RI. (KiniNews/Bayu Putra)

Jakarta, kini.co.id – Nuansa Hari Pahlawan yang jatuh pada tanggal 10 November 2017 lalu masih sangat terasa menggema hingga saat ini.

Bahkan nuansa hari pahlawan sudah terasa di Istana Negara sebelum hari pahlawan tiba yakni dengan dianugerahkannya gelar pahlawan nasional kepada empat tokoh Indonesia oleh Presiden RI Joko Widodo di Istana Negara, Jumat lalu.

Nuansa kepahlawanan juga dibahas menjadi bahan diskusi menarik kerjasama Humas Setjen MPR RI dengan Koordinatoriat Wartawan Parlemen dengan tema ‘Pahlawan Jaman Now’.

Diskusi yang digelar di Media Centre MPR/DPR RI, Lobby Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen DPR RI Senayan, Jakarta, (13/11)malam ini mengundang dua narasumber yakni Ketua Badan Pengkajian MPR RI Bambang Sadono dan sejarawan JJ. Rizal serta dihadiri puluhan awak media massa nasional.

Mengawali diskusi, Bambang Sadono mengungkapkan bahwa sosok pahlawan jaman now atau era kekinian adalah siapapun yang mau bekerja, mau berjuang untuk kepentingan orang banyak secara ikhlas dan secara sukarela itulah yang berhak disebut pahlawan.

“Karena kalau pahlawan itu hanya yang wafat di dalam peperangan, itu makin lama makin sedikit pahlawannya. Semestinya malah untuk di jaman seperti sekaranglah dibutuhkan banyak pahlawan. Masyarakat banyak membutuhkan orang yang idealis, yang ikhlas, yang mau berjuang untuk masyarakat dan untuk kepentingan orang banyak,” katanya.

Namun, lanjut Bambang, harapan tersebut ternyata menjadi sebuah ironi karena tidak masuk akal di jaman sekarang.

Sebab, sekarang ini apa yang namanya idealisme makin lama makin tipis dan makin lama makin hilang, contohnya idealisme di bidang ekonomi dan politik. Padahal di dua bidang tersebut kebutuhan akan sosok pahlawan sangatlah dibutuhkan.

“Di bidang ekonomi, masyarakat masih sangat membutuhkan pahlawan di bidang ekonomi sebab sekarang ini kesenjangan antara yang kaya dan yang miskin masih sangat terasa dan perbedaannya makin jelas terlihat. Padahal konstitusi telah mengamanahkan agar perekonomian rakyat harus terwujud secara adil dan merata. Di bidang politik juga begitu , idealisme makin tidak terlihat karena semua berjuang untuk kepentingannya dan kelompoknya masing-masing. Maka dari itu sering dikatakan kita ini banyak sekali politisi tapi miskin negarawan,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, sejarawan JJ Rizal mengatakan bahwa pahlawan sebenarnya adalah perwujudan nilai, yakni nilai-nilai yang terbaik, nilai-nilai yang dianggap sebagai kesejatian diri sebagai orang Indonesia.

Yang selalu menjadi momok selama ini adalah dominasi definisi pahlawan yang selalu dikaitkan dengan urusan fisik bukan lagi pemikiran.

Bahkan Bung Karno dahulu sempat menyampaikan ‘pesan’ untuk generasi Indonesia di masa depan/ generasi saat ini melalui penyematan pahlawan kepada tiga orang besar yaitu Abdul Moeis seorang sastrawan besar, Ki Hajar Dewantara seorang pendidik besar pahlawan pendidikan nasional dan Sugiopranoto pahlawan wong cilik, agar penunjukkan pahlawan dimasa depan harus diarahkan kepada mereka yang berjasa bukan hanya aksi heroik kemiliteran semata tapi mereka yang berjasa melalui pemikiran-pemikiran brilian mereka yang menghasilkan nilai-nilai.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Peristiwa - Rabu, 17 Oktober 2018 - 18:28 WIB

Setelah 34 tahun, Tabloid BOLA berhenti terbit

TABLOID BOLA mengumumkan bakal menerbitkan edisi terakhirnya masing-masing pada hari Jumat (19/10) dan Selasa (23/10). Kepastian pemberhentian publikasi berdasarkan cuitan ...
Hukum - Rabu, 17 Oktober 2018 - 16:00 WIB

Tim Satgas KPK Geledah Matahari Tower Milik Lippo Group

Tim satgas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ternyata masih melakukan srangkaian penindakan di lapangan terkait kasus suap perizinan proyek pembangunan Meikarta.Mereka ...
Politik - Rabu, 17 Oktober 2018 - 15:57 WIB

Dana Saksi Tanggungan Parpol, Bukan Negara

Indonesia Corruption Watch (ICW) menolak keras usulan Komisi II DPR RI agar dana saksi dari parpol pada Pemilu 2019 ditanggung ...
Hukum - Rabu, 17 Oktober 2018 - 15:40 WIB

Soal Meikarta, KPK Buka Kemungkinan Tersangkakan Lippo Group

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka kemungkinan menjerat Lippo Group selaku korporasi sebagai tersangka. Hal ini lantaran KPK memiliki komitmen yang ...
Peristiwa - Rabu, 17 Oktober 2018 - 14:01 WIB

Ruang DPR Ditembak Lagi, Ini Kata Ibas

Para anggota DPR RI kembali digegerkan dengan penembakan lewat kaca ruangan.Kali ini korbannya adalah ruang kerja 1008, yang ditempati Vivi ...
Peristiwa - Rabu, 17 Oktober 2018 - 13:44 WIB

Pengakuan Kader PAN Soal Penembakan di Ruangannya

Ruang kerja anggota DPR RI dari Fraksi PAN Totok Daryanto dihantam peluru. Peristiwa penembakan itu terjadi di lantai 20 nomor ...