Kamis, 18 Oktober 2018 | 04.40 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Politikus Golkar Zulhendri Penuhi Panggilan KPK

Politikus Golkar Zulhendri Penuhi Panggilan KPK

Reporter : Restu Fadilah | Selasa, 14 November 2017 - 11:32 WIB

IMG-27851

Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). KiniNews/Rakisa.

Jakarta, kini.co.id – Wakil Bendahara Umum Partai Golkar, Zulhendri Hasan menyambangi Gedumg Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang terletak di Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa, (14/11/2017).

Kedatangangan Zulhendri tidak disangka-sangka, sebab namanya tidak tercantum dalam jadwal pemeriksaan penyidik KPK yang dirilis oleh tim Biro Humas KPK hari ini.

Kepada wartawan Zulhendri mengaku akan menjalani pemeriksaan sebagai saksi untuk melengkapi berkas perkara Markus Nari.

“Sebagai warga negara yang baik dipanggil oleh institusi penegak hukum sebagai saksi dalam perkara Markus Nari sebagai tindak pidana korupsi e-KTP, saya datang dong. Apalagi saya sebagai komunitas hukum yang mengerti hukum tentu kita patuhi,” tutur Zulhendri.

Zulhendri membenarkan bahwa pemanggilan ini merupakan panggilan ulang dari pemanggilan sebelumnya pada tanggal 7 November 2017 lalu.

Zulhendri kemudian menjelaskan alasan ketidakhadirannya pada tanggal 7 November 2017 lalu.

“Alasan pertama berada di luar kita. Yang kedua panggilan itu tidak jelas tertuju kepada siapa, karena nama saya hanya Zulhendri tok selaku pengurus partai Golkar. Ya seyogyanya kalau saya yang dimaksud, nama saya adalah Zulhendri Hasan, dengan titel SH, MH. Kedudukan di Partai Golkar sebagai Wakil Bendum,” katanya.

“Sementara untuk dipanggil hari Senin kemarin, pun terjadi kesalahan dari pihak KPK secara administratif pertama dipanggil hari Senin tanggal 14 November 2017, padahal hari Senin itu tanggal 13 November, nah ini ada kekeliruan yang seperti ini tentu menimbulkan keraguan. Setelah dikonfirmasi pada kami ya kami bilang hari Selasa saja jam 10.00 WIB,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Markus Nari merupakan politikus Partai Golkar yang dijerat KPK karena diduga merintangi proses penyidikan dan pemeriksaan di pengadilan terkait kasus korupsi e-KTP. Dia ditetapkan sebagai tersangka pada awal Juni 2017 lalu.

Pihak yang diduga dipengaruhi adalah Irman dan Sugiharto, yang telah duduk sebagai terdakwa dalam kasus korupsi e-KTP, serta Miryam S Haryani dalam pencabutan keterangan berita acara pemeriksaan (BAP) pada persidangan kasus korupsi e-KTP.

Terkait kasus ini, nama Zulhendri pernah muncul dalam persidangan Miryam S Haryani, terdakwa kasus pemberi keterangan tidak benar di persidangan e-KTP pada Senin (4/9/2017).

Advokat Farhat Abbas yang duduk sebagai saksi, mengaku pernah berkomunikasi dengan Zulhendri Hasan terkait posisi Setya Novanto dalam kasus proyek pengadaan e-KTP.

Farhat membenarkan dia sempat menelepon Zulhendri. Percakapan itu kemudian menyebut ada pertemuan yang dihadiri SN, Setya Novanto, dan mengatakan dia aman dan tidak akan terseret kasus e-KTP.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Peristiwa - Rabu, 17 Oktober 2018 - 18:28 WIB

Setelah 34 tahun, Tabloid BOLA berhenti terbit

TABLOID BOLA mengumumkan bakal menerbitkan edisi terakhirnya masing-masing pada hari Jumat (19/10) dan Selasa (23/10). Kepastian pemberhentian publikasi berdasarkan cuitan ...
Hukum - Rabu, 17 Oktober 2018 - 16:00 WIB

Tim Satgas KPK Geledah Matahari Tower Milik Lippo Group

Tim satgas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ternyata masih melakukan srangkaian penindakan di lapangan terkait kasus suap perizinan proyek pembangunan Meikarta.Mereka ...
Politik - Rabu, 17 Oktober 2018 - 15:57 WIB

Dana Saksi Tanggungan Parpol, Bukan Negara

Indonesia Corruption Watch (ICW) menolak keras usulan Komisi II DPR RI agar dana saksi dari parpol pada Pemilu 2019 ditanggung ...
Hukum - Rabu, 17 Oktober 2018 - 15:40 WIB

Soal Meikarta, KPK Buka Kemungkinan Tersangkakan Lippo Group

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka kemungkinan menjerat Lippo Group selaku korporasi sebagai tersangka. Hal ini lantaran KPK memiliki komitmen yang ...
Peristiwa - Rabu, 17 Oktober 2018 - 14:01 WIB

Ruang DPR Ditembak Lagi, Ini Kata Ibas

Para anggota DPR RI kembali digegerkan dengan penembakan lewat kaca ruangan.Kali ini korbannya adalah ruang kerja 1008, yang ditempati Vivi ...
Peristiwa - Rabu, 17 Oktober 2018 - 13:44 WIB

Pengakuan Kader PAN Soal Penembakan di Ruangannya

Ruang kerja anggota DPR RI dari Fraksi PAN Totok Daryanto dihantam peluru. Peristiwa penembakan itu terjadi di lantai 20 nomor ...