Kamis, 18 Oktober 2018 | 04.42 WIB
KiniNEWS>Nasional>Politik>Kasus E-KTP, Fahri Hamzah Sebut Pihak Kalah Tender dengan Elit Politik Bersekongkol

Kasus E-KTP, Fahri Hamzah Sebut Pihak Kalah Tender dengan Elit Politik Bersekongkol

Reporter : Bayu Putra | Selasa, 14 November 2017 - 11:39 WIB

IMG-27852

Fahri Hamzah. (Ist)

Jakarta, kini.co.id – Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menuding, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah berbohong atas audit kerugian negara dalam pengadaan Kartu Tanda Penduduk elektronik atau KTP-e yang diduga menilap uang negara sebesar Rp2,3 triliun dari total Rp5,7 triliun.

“Yang dia bilang kerugian negara Rp2,3 triliun itu mana? Kan dia bohong, itu kan Rp2,3 triliun sudah dibantah oleh BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) dan BPKP (Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan), iya kan,” ungkapnya di Kompleks Parlemen DPR RI Senayan, Jakarta, (14/11).

Fahri menduga, yang dijadikan sumber oleh KPK sehingga menemukan angka Rp2,3 triliun adalah keterangan dari Nazaruddin (mantan bendahara DPP Partai Demokrat).

Seharusnya, kata Fahri, KPK memakai audit dari BPK sebagai auditor negara yang ditugaskan oleh kontitusi.

Bahkan, Fahri juga menuding telah terjadi persengkongkolan antarorang kalah dalam pengadaan proyek e-KTP tersebut. Namun, dia tidak menjelaskan secara spesifik siapa saja pihak yang bersekongkol itu.

“Kalau saya telusuri dari mana angka Rp2,3 triliun itu muncul. Itu kan dari keterangan Nazarudin yang segera diambil setelah tanggal 21 Desember Agus Raharjo dilantik menjadi ketua KPK. Dugaan saya ada persengkokolan orang kalah juga di dalam kasus KTP elektronik ini. Jadi semua yang kalah itu lagi bersekongkol untuk balas dendam ketemu dengan kelompok kelompok yang punya kepentingan politik,” pungkasnya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Peristiwa - Rabu, 17 Oktober 2018 - 18:28 WIB

Setelah 34 tahun, Tabloid BOLA berhenti terbit

TABLOID BOLA mengumumkan bakal menerbitkan edisi terakhirnya masing-masing pada hari Jumat (19/10) dan Selasa (23/10). Kepastian pemberhentian publikasi berdasarkan cuitan ...
Hukum - Rabu, 17 Oktober 2018 - 16:00 WIB

Tim Satgas KPK Geledah Matahari Tower Milik Lippo Group

Tim satgas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ternyata masih melakukan srangkaian penindakan di lapangan terkait kasus suap perizinan proyek pembangunan Meikarta.Mereka ...
Politik - Rabu, 17 Oktober 2018 - 15:57 WIB

Dana Saksi Tanggungan Parpol, Bukan Negara

Indonesia Corruption Watch (ICW) menolak keras usulan Komisi II DPR RI agar dana saksi dari parpol pada Pemilu 2019 ditanggung ...
Hukum - Rabu, 17 Oktober 2018 - 15:40 WIB

Soal Meikarta, KPK Buka Kemungkinan Tersangkakan Lippo Group

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka kemungkinan menjerat Lippo Group selaku korporasi sebagai tersangka. Hal ini lantaran KPK memiliki komitmen yang ...
Peristiwa - Rabu, 17 Oktober 2018 - 14:01 WIB

Ruang DPR Ditembak Lagi, Ini Kata Ibas

Para anggota DPR RI kembali digegerkan dengan penembakan lewat kaca ruangan.Kali ini korbannya adalah ruang kerja 1008, yang ditempati Vivi ...
Peristiwa - Rabu, 17 Oktober 2018 - 13:44 WIB

Pengakuan Kader PAN Soal Penembakan di Ruangannya

Ruang kerja anggota DPR RI dari Fraksi PAN Totok Daryanto dihantam peluru. Peristiwa penembakan itu terjadi di lantai 20 nomor ...