Senin, 26 Februari 2018 | 06.00 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Warga yang disandera KKB Papua hanya diberi makan nasi putih

Warga yang disandera KKB Papua hanya diberi makan nasi putih

Selasa, 14 November 2017 - 14:11 WIB

IMG-27861

Jakarta, kini.co.id – Kepala Desa Kedondong, Kecamatan Demak, Jawa Tengah Sistianto mengakui puluhan warganya ikut disandera Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua.

Total sekitar 34 warga Demak yang ikut disandera dan bekerja sebagai pendulang emas di Desa Kimbely, Kecamatan Tembagapura.

Ia mengungkapkan para sandera hanya diberi makan nasi putih.

“Mereka juga hanya makan nasi putih tanpa lauk, karena tidak bisa keluar desa untuk mencari kebutuhan makan. Informasinya hanya kaum perempuan yang diizinkan keluar desa,” ujar Sistianto, Selasa (14/11).

Saat ini, para sandera masih dirundung rasa ketakutan karena intimidasi yang diterima dari KKB. Uang dan telepon warga disita.

“Aktivitas memang diperbolehkan, namun karena warga yang sebelumnya mendulang emas lebih memilih menyelamatkan diri,” ujarnya.

Selain warganya, Sistianto mengakui terdapat warga Demak dari desa lain yang turut disandera. Seperti, Desa Mlaten dan Tanggul, Kecamatan Mijen, Demak, juga dikabarkan di desa yang sama bekerja sebagai pendulang emas.

“Untuk warga desa lain, memang perlu dipastikan apakah benar di sana,” ujarnya, seperti dilansir Antara.

Sistianto menambahkan laporan warganya soal keberadaan keluarganya di Mimika disampaikan pada tanggal 6 November 2017. Kemudian, laporan itu diteruskan ke Polsek maupun Polres.

“Informasinya, Polres Demak melanjutkannya ke Polda Jateng,” katanya.

Ia mengimbau kepada keluarga korban agar tidak panik karena saat ini pemerintah masih terus mengupayakan pemebebasan para sandera.

Beberapa hari lalu, lanjutnya, memang ada komunikasi dengan salah satu warga di Mimika yang mengabarkan bahwa stok kebutuhan pangan mulai menipis.

Salah satu warga Desa Kedondong yang sebelumnya juga bekerja sebagai pendulang emas di Mimika, katanya, ada yang pulang sebelum terjadinya intimidasi dari pihak kelompok bersenjata.

Berdasarkan keterangan dari Amin Triyono yang sudah pulang lebih awal, menyebutkan, sebelum terjadi kontak senjata tidak ada permasalahan, karena mereka bisa mendulang emas dengan tenang.

Sementara itu, Camat Mijen Iskandar Zulkarnain ketika dihubungi lewat telepon belum bisa dihubungi karena telepon genggamnya tidak aktif. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Bawaslu berhentikan sementara Ketua Panwaslu Garut
Hukum - Minggu, 25 Februari 2018 - 19:26 WIB

Bawaslu berhentikan sementara Ketua Panwaslu Garut

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) memberhentikan sementara Ketua Panwaslu Kabupaten Garut, Heri Hasan Basri yang terjerat OTT Satgas Anti Money Politik ...
Banjir landa sejumlah wilayah di pulau Jawa
Peristiwa - Sabtu, 24 Februari 2018 - 20:58 WIB

Banjir landa sejumlah wilayah di pulau Jawa

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho mengatakan banjir melanda sejumlah daerah di ...
Jalur kereta Cirebon-Tegal sudah bisa dilintasi
Peristiwa - Sabtu, 24 Februari 2018 - 20:51 WIB

Jalur kereta Cirebon-Tegal sudah bisa dilintasi

Petak jalan rel kereta api di kilometer 185 + 500 sampai dengan 186 + 600 (Stasiun Tanjung - Stasiun Losari  ...
Puan sebut PDI-P kantongi cawapres pendamping Jokowi
Politik - Sabtu, 24 Februari 2018 - 17:25 WIB

Puan sebut PDI-P kantongi cawapres pendamping Jokowi

Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Puan Maharani mengatakan partainya telah mengantongi kriteria dan nama-nama calon wakil ...
Bangun infrastruktur, Angkasa Pura I gelontorkan Rp18,8 triliun
Ekonomi - Sabtu, 24 Februari 2018 - 17:19 WIB

Bangun infrastruktur, Angkasa Pura I gelontorkan Rp18,8 triliun

PT Angkasa Pura I (Persero) di 2018 akan menginvestasikan Rp18,8 triliun untuk membangun sejumlah infrastruktur bandar udara untuk perbaikan dan ...
PBB Tak Lolos, Yusril Kekeuh Polisikan Komisioner KPU
Hukum - Sabtu, 24 Februari 2018 - 14:17 WIB

PBB Tak Lolos, Yusril Kekeuh Polisikan Komisioner KPU

Tak terima partainya tak lolos verifikasi, Ketua Umum DPP Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Izha Mahendra kekeuh akan menyeret seluruh ...