Kamis, 18 Oktober 2018 | 04.40 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Warga yang disandera KKB Papua hanya diberi makan nasi putih

Warga yang disandera KKB Papua hanya diberi makan nasi putih

Selasa, 14 November 2017 - 14:11 WIB

IMG-27861

Jakarta, kini.co.id – Kepala Desa Kedondong, Kecamatan Demak, Jawa Tengah Sistianto mengakui puluhan warganya ikut disandera Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua.

Total sekitar 34 warga Demak yang ikut disandera dan bekerja sebagai pendulang emas di Desa Kimbely, Kecamatan Tembagapura.

Ia mengungkapkan para sandera hanya diberi makan nasi putih.

“Mereka juga hanya makan nasi putih tanpa lauk, karena tidak bisa keluar desa untuk mencari kebutuhan makan. Informasinya hanya kaum perempuan yang diizinkan keluar desa,” ujar Sistianto, Selasa (14/11).

Saat ini, para sandera masih dirundung rasa ketakutan karena intimidasi yang diterima dari KKB. Uang dan telepon warga disita.

“Aktivitas memang diperbolehkan, namun karena warga yang sebelumnya mendulang emas lebih memilih menyelamatkan diri,” ujarnya.

Selain warganya, Sistianto mengakui terdapat warga Demak dari desa lain yang turut disandera. Seperti, Desa Mlaten dan Tanggul, Kecamatan Mijen, Demak, juga dikabarkan di desa yang sama bekerja sebagai pendulang emas.

“Untuk warga desa lain, memang perlu dipastikan apakah benar di sana,” ujarnya, seperti dilansir Antara.

Sistianto menambahkan laporan warganya soal keberadaan keluarganya di Mimika disampaikan pada tanggal 6 November 2017. Kemudian, laporan itu diteruskan ke Polsek maupun Polres.

“Informasinya, Polres Demak melanjutkannya ke Polda Jateng,” katanya.

Ia mengimbau kepada keluarga korban agar tidak panik karena saat ini pemerintah masih terus mengupayakan pemebebasan para sandera.

Beberapa hari lalu, lanjutnya, memang ada komunikasi dengan salah satu warga di Mimika yang mengabarkan bahwa stok kebutuhan pangan mulai menipis.

Salah satu warga Desa Kedondong yang sebelumnya juga bekerja sebagai pendulang emas di Mimika, katanya, ada yang pulang sebelum terjadinya intimidasi dari pihak kelompok bersenjata.

Berdasarkan keterangan dari Amin Triyono yang sudah pulang lebih awal, menyebutkan, sebelum terjadi kontak senjata tidak ada permasalahan, karena mereka bisa mendulang emas dengan tenang.

Sementara itu, Camat Mijen Iskandar Zulkarnain ketika dihubungi lewat telepon belum bisa dihubungi karena telepon genggamnya tidak aktif. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Peristiwa - Rabu, 17 Oktober 2018 - 18:28 WIB

Setelah 34 tahun, Tabloid BOLA berhenti terbit

TABLOID BOLA mengumumkan bakal menerbitkan edisi terakhirnya masing-masing pada hari Jumat (19/10) dan Selasa (23/10). Kepastian pemberhentian publikasi berdasarkan cuitan ...
Hukum - Rabu, 17 Oktober 2018 - 16:00 WIB

Tim Satgas KPK Geledah Matahari Tower Milik Lippo Group

Tim satgas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ternyata masih melakukan srangkaian penindakan di lapangan terkait kasus suap perizinan proyek pembangunan Meikarta.Mereka ...
Politik - Rabu, 17 Oktober 2018 - 15:57 WIB

Dana Saksi Tanggungan Parpol, Bukan Negara

Indonesia Corruption Watch (ICW) menolak keras usulan Komisi II DPR RI agar dana saksi dari parpol pada Pemilu 2019 ditanggung ...
Hukum - Rabu, 17 Oktober 2018 - 15:40 WIB

Soal Meikarta, KPK Buka Kemungkinan Tersangkakan Lippo Group

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka kemungkinan menjerat Lippo Group selaku korporasi sebagai tersangka. Hal ini lantaran KPK memiliki komitmen yang ...
Peristiwa - Rabu, 17 Oktober 2018 - 14:01 WIB

Ruang DPR Ditembak Lagi, Ini Kata Ibas

Para anggota DPR RI kembali digegerkan dengan penembakan lewat kaca ruangan.Kali ini korbannya adalah ruang kerja 1008, yang ditempati Vivi ...
Peristiwa - Rabu, 17 Oktober 2018 - 13:44 WIB

Pengakuan Kader PAN Soal Penembakan di Ruangannya

Ruang kerja anggota DPR RI dari Fraksi PAN Totok Daryanto dihantam peluru. Peristiwa penembakan itu terjadi di lantai 20 nomor ...