Selasa, 21 November 2017 | 17.14 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Warga yang disandera KKB Papua hanya diberi makan nasi putih

Warga yang disandera KKB Papua hanya diberi makan nasi putih

Selasa, 14 November 2017 - 14:11 WIB

IMG-27861

Jakarta, kini.co.id – Kepala Desa Kedondong, Kecamatan Demak, Jawa Tengah Sistianto mengakui puluhan warganya ikut disandera Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua.

Total sekitar 34 warga Demak yang ikut disandera dan bekerja sebagai pendulang emas di Desa Kimbely, Kecamatan Tembagapura.

Ia mengungkapkan para sandera hanya diberi makan nasi putih.

“Mereka juga hanya makan nasi putih tanpa lauk, karena tidak bisa keluar desa untuk mencari kebutuhan makan. Informasinya hanya kaum perempuan yang diizinkan keluar desa,” ujar Sistianto, Selasa (14/11).

Saat ini, para sandera masih dirundung rasa ketakutan karena intimidasi yang diterima dari KKB. Uang dan telepon warga disita.

“Aktivitas memang diperbolehkan, namun karena warga yang sebelumnya mendulang emas lebih memilih menyelamatkan diri,” ujarnya.

Selain warganya, Sistianto mengakui terdapat warga Demak dari desa lain yang turut disandera. Seperti, Desa Mlaten dan Tanggul, Kecamatan Mijen, Demak, juga dikabarkan di desa yang sama bekerja sebagai pendulang emas.

“Untuk warga desa lain, memang perlu dipastikan apakah benar di sana,” ujarnya, seperti dilansir Antara.

Sistianto menambahkan laporan warganya soal keberadaan keluarganya di Mimika disampaikan pada tanggal 6 November 2017. Kemudian, laporan itu diteruskan ke Polsek maupun Polres.

“Informasinya, Polres Demak melanjutkannya ke Polda Jateng,” katanya.

Ia mengimbau kepada keluarga korban agar tidak panik karena saat ini pemerintah masih terus mengupayakan pemebebasan para sandera.

Beberapa hari lalu, lanjutnya, memang ada komunikasi dengan salah satu warga di Mimika yang mengabarkan bahwa stok kebutuhan pangan mulai menipis.

Salah satu warga Desa Kedondong yang sebelumnya juga bekerja sebagai pendulang emas di Mimika, katanya, ada yang pulang sebelum terjadinya intimidasi dari pihak kelompok bersenjata.

Berdasarkan keterangan dari Amin Triyono yang sudah pulang lebih awal, menyebutkan, sebelum terjadi kontak senjata tidak ada permasalahan, karena mereka bisa mendulang emas dengan tenang.

Sementara itu, Camat Mijen Iskandar Zulkarnain ketika dihubungi lewat telepon belum bisa dihubungi karena telepon genggamnya tidak aktif. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Pilgub Jatim, Khofifah-Emil Dardak diusung Demokrat
Politik - Selasa, 21 November 2017 - 15:58 WIB

Pilgub Jatim, Khofifah-Emil Dardak diusung Demokrat

Foto Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elistianto Dardak didampingi Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dan Ketua DPD Jatim ...
Takut Dilaporkan ke Polisi, Farhat Abbas Minta Perlindungan KPK
Hukum - Selasa, 21 November 2017 - 14:57 WIB

Takut Dilaporkan ke Polisi, Farhat Abbas Minta Perlindungan KPK

Pengacara Farhat Abbas memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan menjalani pemeriksaan kurang lebih dua jam.Farhat Abbas memenuhi panggilan ...
KPK ingin geledah DPR, Agus Hermanto: Harus ada ijin
Politik - Selasa, 21 November 2017 - 14:53 WIB

KPK ingin geledah DPR, Agus Hermanto: Harus ada ijin

Wakil Ketua DPR Agus Hermanto mengatakan niat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang ingin menggeledah DPR terutama ruang kerja Ketua DPR ...
Jetstar operasikan penerbangan perdana ke Okinawa
Ekonomi - Selasa, 21 November 2017 - 14:47 WIB

Jetstar operasikan penerbangan perdana ke Okinawa

Penerbangan perdana Jetstar Asia 3K791 dari Singapura ke Okinawa hari ini, Selasa (21/11) mendarat di Naha International Airport. Penerbangan ini ...
Hingga akhir tahun, Citilink targetkan 13 juta penumpang
Ekonomi - Selasa, 21 November 2017 - 14:17 WIB

Hingga akhir tahun, Citilink targetkan 13 juta penumpang

PT Citilink Indonesia menargetkan jumlah penumpang mencapai 13 juta hingga akhir tahun 2017, hingga September 2017 lalu, jumlah penumpang Citilink ...
Polisi surati KPK untuk periksa Setya Novanto
Peristiwa - Selasa, 21 November 2017 - 13:38 WIB

Polisi surati KPK untuk periksa Setya Novanto

Kepolisian Daerah Polda Metro Jaya melayangkan surat izin untuk melakukan pemeriksaan terhadap Ketua DPR Setya Novanto yang kini menjadi tahanan ...