Kamis, 18 Oktober 2018 | 04.41 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Usai Diperiksa, Wabendum Golkar Ditanyai Soal Farhat Abbas

Usai Diperiksa, Wabendum Golkar Ditanyai Soal Farhat Abbas

Reporter : Restu Fadilah | Selasa, 14 November 2017 - 15:38 WIB

IMG-27864

Gedung KPK. (Ist)

Jakarta, kini.co.id – Wakil Bendahara Umum Partai Golkar, Zulhendri Hasan rampung diperiksa oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait perkara yang menjerat koleganya Markus Nari.

Kepada awak media, Zulhendri membenarkan sempat dikonfirmasi soal pembicaraannya dengan Pengacara Kondang Farhat Abbas oleh penyidik KPK.

Percakapan tersebut diduga dikonfirmasi lantaran keluar kata-kata bahwa Setya Novanto aman di perkara e-KTP.

“Betul dikonfirmasi percakapan saya dengan Farhat Abbas,” katanya.

Zulhendri kemudian menjelaskan keluarnya kata-kata aman tersebut tidak terlepas dari Farhat Abbas yang pernah menghubunginya beberapa hari setelah Rapimnas Golkar kedua yang digelar di Balikpapan.

“Dimana dalam Rapimnas tersebut, pak Novanto menyatakan kepada seluruh kader partai g‎olkar bahwa beliau clean and clear dijamin 100% tidak terlibat dalam kasus e-KTP,” tandasnya.

Diketahui Zulhendri diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk kasus yang membelit Markus Nari.

Adapun Markus Nari sendiri merupakan politikus Partai Golkar yang dijerat KPK karena diduga merintangi proses penyidikan dan pemeriksaan di pengadilan terkait kasus korupsi e-KTP. Dia ditetapkan sebagai tersangka pada awal Juni 2017 lalu.

Pihak yang diduga dipengaruhi adalah Irman dan Sugiharto, yang telah duduk sebagai terdakwa dalam kasus korupsi e-KTP, serta Miryam S Haryani dalam pencabutan keterangan berita acara pemeriksaan (BAP) pada persidangan kasus korupsi e-KTP.

Terkait kasus ini, nama Zulhendri pernah muncul dalam persidangan Miryam S Haryani, terdakwa kasus pemberi keterangan tidak benar di persidangan e-KTP pada Senin (4/9/2017).

Advokat Farhat Abbas yang duduk sebagai saksi, mengaku pernah berkomunikasi dengan Zulhendri Hasan terkait posisi Setya Novanto dalam kasus proyek pengadaan e-KTP.

Farhat membenarkan dia sempat menelepon Zulhendri.

Percakapan itu kemudian menyebut ada pertemuan yang dihadiri SN, Setya Novanto, dan mengatakan dia aman dan tidak akan terseret kasus e-KTP.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Peristiwa - Rabu, 17 Oktober 2018 - 18:28 WIB

Setelah 34 tahun, Tabloid BOLA berhenti terbit

TABLOID BOLA mengumumkan bakal menerbitkan edisi terakhirnya masing-masing pada hari Jumat (19/10) dan Selasa (23/10). Kepastian pemberhentian publikasi berdasarkan cuitan ...
Hukum - Rabu, 17 Oktober 2018 - 16:00 WIB

Tim Satgas KPK Geledah Matahari Tower Milik Lippo Group

Tim satgas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ternyata masih melakukan srangkaian penindakan di lapangan terkait kasus suap perizinan proyek pembangunan Meikarta.Mereka ...
Politik - Rabu, 17 Oktober 2018 - 15:57 WIB

Dana Saksi Tanggungan Parpol, Bukan Negara

Indonesia Corruption Watch (ICW) menolak keras usulan Komisi II DPR RI agar dana saksi dari parpol pada Pemilu 2019 ditanggung ...
Hukum - Rabu, 17 Oktober 2018 - 15:40 WIB

Soal Meikarta, KPK Buka Kemungkinan Tersangkakan Lippo Group

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka kemungkinan menjerat Lippo Group selaku korporasi sebagai tersangka. Hal ini lantaran KPK memiliki komitmen yang ...
Peristiwa - Rabu, 17 Oktober 2018 - 14:01 WIB

Ruang DPR Ditembak Lagi, Ini Kata Ibas

Para anggota DPR RI kembali digegerkan dengan penembakan lewat kaca ruangan.Kali ini korbannya adalah ruang kerja 1008, yang ditempati Vivi ...
Peristiwa - Rabu, 17 Oktober 2018 - 13:44 WIB

Pengakuan Kader PAN Soal Penembakan di Ruangannya

Ruang kerja anggota DPR RI dari Fraksi PAN Totok Daryanto dihantam peluru. Peristiwa penembakan itu terjadi di lantai 20 nomor ...