Senin, 26 Februari 2018 | 06.04 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Usai Diperiksa, Wabendum Golkar Ditanyai Soal Farhat Abbas

Usai Diperiksa, Wabendum Golkar Ditanyai Soal Farhat Abbas

Reporter : Fadilah | Selasa, 14 November 2017 - 15:38 WIB

IMG-27864

Gedung KPK. (Ist)

Jakarta, kini.co.id – Wakil Bendahara Umum Partai Golkar, Zulhendri Hasan rampung diperiksa oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait perkara yang menjerat koleganya Markus Nari.

Kepada awak media, Zulhendri membenarkan sempat dikonfirmasi soal pembicaraannya dengan Pengacara Kondang Farhat Abbas oleh penyidik KPK.

Percakapan tersebut diduga dikonfirmasi lantaran keluar kata-kata bahwa Setya Novanto aman di perkara e-KTP.

“Betul dikonfirmasi percakapan saya dengan Farhat Abbas,” katanya.

Zulhendri kemudian menjelaskan keluarnya kata-kata aman tersebut tidak terlepas dari Farhat Abbas yang pernah menghubunginya beberapa hari setelah Rapimnas Golkar kedua yang digelar di Balikpapan.

“Dimana dalam Rapimnas tersebut, pak Novanto menyatakan kepada seluruh kader partai g‎olkar bahwa beliau clean and clear dijamin 100% tidak terlibat dalam kasus e-KTP,” tandasnya.

Diketahui Zulhendri diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk kasus yang membelit Markus Nari.

Adapun Markus Nari sendiri merupakan politikus Partai Golkar yang dijerat KPK karena diduga merintangi proses penyidikan dan pemeriksaan di pengadilan terkait kasus korupsi e-KTP. Dia ditetapkan sebagai tersangka pada awal Juni 2017 lalu.

Pihak yang diduga dipengaruhi adalah Irman dan Sugiharto, yang telah duduk sebagai terdakwa dalam kasus korupsi e-KTP, serta Miryam S Haryani dalam pencabutan keterangan berita acara pemeriksaan (BAP) pada persidangan kasus korupsi e-KTP.

Terkait kasus ini, nama Zulhendri pernah muncul dalam persidangan Miryam S Haryani, terdakwa kasus pemberi keterangan tidak benar di persidangan e-KTP pada Senin (4/9/2017).

Advokat Farhat Abbas yang duduk sebagai saksi, mengaku pernah berkomunikasi dengan Zulhendri Hasan terkait posisi Setya Novanto dalam kasus proyek pengadaan e-KTP.

Farhat membenarkan dia sempat menelepon Zulhendri.

Percakapan itu kemudian menyebut ada pertemuan yang dihadiri SN, Setya Novanto, dan mengatakan dia aman dan tidak akan terseret kasus e-KTP.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Bawaslu berhentikan sementara Ketua Panwaslu Garut
Hukum - Minggu, 25 Februari 2018 - 19:26 WIB

Bawaslu berhentikan sementara Ketua Panwaslu Garut

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) memberhentikan sementara Ketua Panwaslu Kabupaten Garut, Heri Hasan Basri yang terjerat OTT Satgas Anti Money Politik ...
Banjir landa sejumlah wilayah di pulau Jawa
Peristiwa - Sabtu, 24 Februari 2018 - 20:58 WIB

Banjir landa sejumlah wilayah di pulau Jawa

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho mengatakan banjir melanda sejumlah daerah di ...
Jalur kereta Cirebon-Tegal sudah bisa dilintasi
Peristiwa - Sabtu, 24 Februari 2018 - 20:51 WIB

Jalur kereta Cirebon-Tegal sudah bisa dilintasi

Petak jalan rel kereta api di kilometer 185 + 500 sampai dengan 186 + 600 (Stasiun Tanjung - Stasiun Losari  ...
Puan sebut PDI-P kantongi cawapres pendamping Jokowi
Politik - Sabtu, 24 Februari 2018 - 17:25 WIB

Puan sebut PDI-P kantongi cawapres pendamping Jokowi

Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Puan Maharani mengatakan partainya telah mengantongi kriteria dan nama-nama calon wakil ...
Bangun infrastruktur, Angkasa Pura I gelontorkan Rp18,8 triliun
Ekonomi - Sabtu, 24 Februari 2018 - 17:19 WIB

Bangun infrastruktur, Angkasa Pura I gelontorkan Rp18,8 triliun

PT Angkasa Pura I (Persero) di 2018 akan menginvestasikan Rp18,8 triliun untuk membangun sejumlah infrastruktur bandar udara untuk perbaikan dan ...
PBB Tak Lolos, Yusril Kekeuh Polisikan Komisioner KPU
Hukum - Sabtu, 24 Februari 2018 - 14:17 WIB

PBB Tak Lolos, Yusril Kekeuh Polisikan Komisioner KPU

Tak terima partainya tak lolos verifikasi, Ketua Umum DPP Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Izha Mahendra kekeuh akan menyeret seluruh ...