Senin, 26 Februari 2018 | 06.03 WIB
KiniNEWS>Nasional>Ekonomi>Kemenhub, Pelindo dan Angkasa Pura Harus Cari Solusi Lindungi Aset Strategis

Kemenhub, Pelindo dan Angkasa Pura Harus Cari Solusi Lindungi Aset Strategis

Reporter : Bayu Putra | Selasa, 14 November 2017 - 16:16 WIB

IMG-27865

Ilustrasi pelabuhan patumban. Foto Istimewa

Jakarta, kini.co.id – Wacana pemerintah yang akan menjual aset strategis nasional seperti 30 bandara dan 20 pelabuhan menuai sorotan tajam dari berbagai kalangan.

Anggota Komisi XI DPR dari Fraksi Gerindra, Heri Gunawan meminta kepada pengelola bandara dan pelabuhan serta Kementerian terkait untuk mencari langkah terbaik dan tidak mengabaikan nilai-nilai vital dan strategis di kawasan tersebut.

“PT Pelindo sebagai pengelola pelabuhan dan PT Angkasa Pura sebagai pengelola bandara serta Kementerian Perhubungan harus mencari langkah terbaik yang tidak boleh mengabaikan nilai-nilai vital dan strategis,” katanya di Gedung Parlemen DPR RI, Senayan, Jakarta, (14/11).

“Kementerian Perhubungan sebagai refresentasi negara tidak boleh lepas tangan 100 persen dari tugas pengelolaan pelabuhan dan bandara itu,” imbuhnya.

Anak buah prabowo ini menegaskan jika wacana tersebut benar-benar dilakukan maka negara absen menjaga dan melindungi aset-aset startegis nasional

“Jika itu yang dilakukan, maka negara menjadi sungguh-sungguh absen. Tidak hadir dan terkesan lepas tangan atas hal-hal strategis,” ujarnya.

Sebagai negara kelautan tentu ada banyak tantangan yang harus dihadapi dalam mengelola bandara dan pelabuhan.

Hal tersebut disebabkan karena Indonesia justru termasuk negara yang paling lambat mengembangkan infrastruktur pelabuhan.

Pelabuhan yang telah eksis, jika ditilik dari segi berth occupancy ratio (BOR) atau tingkat pemanfaatan kapasitas pelabuhan, ternyata memang belum memberikan hasil yang menggembirakan.

Pelabuhan yang dianggap besar di Tanah Air dalam dekade 10 tahun terakhir, ternyata BOR-nya masih belum menggembirakan.

“Sebut saja Pelabuhan Belawan BOR-nya hanya 60,52, Pelabuhan Tanjung Priok 65,90, Pelabuhan Tanjung Emas 43,00, Pelabuhan Tanjung Perak 71,00, dan Pelabuhan Makasar hanya 53,41,” katanya.

Kondisi tersebut semakin menyedihkan jika melihat BOR untuk pelabuhan- pelabuhan nonkomersial yang dikelola UPT yang hampir semuanya mempunyai BOR rata-rata di bawah 30 %.

“Perlu dicatat jika BOR suatu pelabuhan mencapai 75 %, barulah dibutuhkan pengembangan dan tambahan fasilitas,” ungkapnya.

“Tapi, sebisa mungkin hal tersebut tidak dijawab dengan swastanisasi dan privatisasi,” tegasnya.

Menurut dia, pengembangan pelabuhan dan bandara di Indonesia sangat diperlukan guna mengantisipasi perkembangan ekonomi dunia serta meningkatkan daya saing global.

“Dan untuk sampai ke sana diperlukan cetak biru yang tidak boleh asal jadi. PT Pelindo dan PT Angkasa Pura sebagai operator serta Kementerian Perhubungan sebagai regulator harus duduk bersama-sama untuk membuat cetak biru itu,” katanya.

“Dan kalaupun cetak biru itu ada, maka harus dilakukan uji. Dia musti mampu menjawab tantangan dan permasalahan konetivitas dan logistik dalam rangka meneguhkan kedaulatan NKRI,” tegasnya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Bawaslu berhentikan sementara Ketua Panwaslu Garut
Hukum - Minggu, 25 Februari 2018 - 19:26 WIB

Bawaslu berhentikan sementara Ketua Panwaslu Garut

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) memberhentikan sementara Ketua Panwaslu Kabupaten Garut, Heri Hasan Basri yang terjerat OTT Satgas Anti Money Politik ...
Banjir landa sejumlah wilayah di pulau Jawa
Peristiwa - Sabtu, 24 Februari 2018 - 20:58 WIB

Banjir landa sejumlah wilayah di pulau Jawa

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho mengatakan banjir melanda sejumlah daerah di ...
Jalur kereta Cirebon-Tegal sudah bisa dilintasi
Peristiwa - Sabtu, 24 Februari 2018 - 20:51 WIB

Jalur kereta Cirebon-Tegal sudah bisa dilintasi

Petak jalan rel kereta api di kilometer 185 + 500 sampai dengan 186 + 600 (Stasiun Tanjung - Stasiun Losari  ...
Puan sebut PDI-P kantongi cawapres pendamping Jokowi
Politik - Sabtu, 24 Februari 2018 - 17:25 WIB

Puan sebut PDI-P kantongi cawapres pendamping Jokowi

Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Puan Maharani mengatakan partainya telah mengantongi kriteria dan nama-nama calon wakil ...
Bangun infrastruktur, Angkasa Pura I gelontorkan Rp18,8 triliun
Ekonomi - Sabtu, 24 Februari 2018 - 17:19 WIB

Bangun infrastruktur, Angkasa Pura I gelontorkan Rp18,8 triliun

PT Angkasa Pura I (Persero) di 2018 akan menginvestasikan Rp18,8 triliun untuk membangun sejumlah infrastruktur bandar udara untuk perbaikan dan ...
PBB Tak Lolos, Yusril Kekeuh Polisikan Komisioner KPU
Hukum - Sabtu, 24 Februari 2018 - 14:17 WIB

PBB Tak Lolos, Yusril Kekeuh Polisikan Komisioner KPU

Tak terima partainya tak lolos verifikasi, Ketua Umum DPP Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Izha Mahendra kekeuh akan menyeret seluruh ...