Kamis, 18 Oktober 2018 | 04.41 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>LBH Minta Tangkap Semua Warga yang Mengarak Sejoli di Cikupa

LBH Minta Tangkap Semua Warga yang Mengarak Sejoli di Cikupa

Reporter : Yudi | Rabu, 15 November 2017 - 10:03 WIB

IMG-27901

Penganiayaan sepasang muda-mudi yang difitnah zina oleh warga Cikupa Tangerang. (Ist)

Jakarta, kini.co.id – Peristiwa main hakim sendiri oleh sejumlah warga di Cikupa Tangerang terhadap dua sejoli R (laki-laki) dan R (perempuan) yang dituduh berbuat mesum mengiris hati publik.

Apalagi warga yang semuanya laki-laki itu dengan semena-mena menganiaya bahkan menelanjangi keduanya tanpa ampun meski si perempuan meraung-raung tak berdaya.

Mirisnya, keduanya ternyata hanya korban fitnah. Mereka tidak melakukan apapun, tapi dipaksa mengakui dan melakukan adegan mesum di depan banyak orang.

Kejamnya lagi, kejadian itu direkam dan disebarkan di media sosial.

Terkait ini, Pendiri Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan (APIK) Nursyahbani Katjasungkana mengutuk kejadian tersebut.

Ia meminta polisi tegas menangkap semua yang terlibat dalam peristiwa tersebut termasuk yang merekam dan menyebarluaskan video tak senonoh tersebut.

Selain itu, polisi harus menegaskan bahwa masyarakat tidak boleh main hakim sendiri terhadap sesuatu atau seseorang yang dianggap melakukan kesalahan.

“Harus diproses secara hukum, mana bisa main hakim sendiri. Pesan harus jelas kepada publik bahwa masyarakat tidak boleh main hakim sendiri,” kata dia, Rabu (15/11/2017).

Ia pun mengatakan terlepas benar atau salahnya dua sejoli itu, warga seharusnya memberikan bimbingan. Tak perlu dianiaya dan diperlakukan secara keji seperti yang terjadi.

Sebelumnya video sejoli dihakimi warga menjadi viral. Sepasang kekasih dipaksa mengakui perbuatan mesum, diarak keliling kampung dan ditelanjangi, tak terkecuali sang perempuan.

Melihat video keji tersebut netter justru marah dengan sikap warga yang kebanyakan bapak-bapak tersebut. Mereka menilai tak pantas seorang laki-laki menelanjangi anak perempuan orang di depan umum apapun kesalahannya.

“Kejam! Menetes airmata melihatnya. Wahai bapak-bapak warga, kalian apa tidak punya anak perempuan? Bagaimana kalau anak perempuan kalian diperlakukan seperti ini?” ujar seorang netter berkomentar di video yang tersebar di Instagram.

“Dasar bapak-bapak cabul! Mereka atau kalian yang cabul sebenarnya?” kesal yang lainnya.

“Apapun kesalahannya, tidak boleh main hakim sendiri. Perempuan ditelanjangi, woy, pakai otak dong,” kata netter lain.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Peristiwa - Rabu, 17 Oktober 2018 - 18:28 WIB

Setelah 34 tahun, Tabloid BOLA berhenti terbit

TABLOID BOLA mengumumkan bakal menerbitkan edisi terakhirnya masing-masing pada hari Jumat (19/10) dan Selasa (23/10). Kepastian pemberhentian publikasi berdasarkan cuitan ...
Hukum - Rabu, 17 Oktober 2018 - 16:00 WIB

Tim Satgas KPK Geledah Matahari Tower Milik Lippo Group

Tim satgas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ternyata masih melakukan srangkaian penindakan di lapangan terkait kasus suap perizinan proyek pembangunan Meikarta.Mereka ...
Politik - Rabu, 17 Oktober 2018 - 15:57 WIB

Dana Saksi Tanggungan Parpol, Bukan Negara

Indonesia Corruption Watch (ICW) menolak keras usulan Komisi II DPR RI agar dana saksi dari parpol pada Pemilu 2019 ditanggung ...
Hukum - Rabu, 17 Oktober 2018 - 15:40 WIB

Soal Meikarta, KPK Buka Kemungkinan Tersangkakan Lippo Group

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka kemungkinan menjerat Lippo Group selaku korporasi sebagai tersangka. Hal ini lantaran KPK memiliki komitmen yang ...
Peristiwa - Rabu, 17 Oktober 2018 - 14:01 WIB

Ruang DPR Ditembak Lagi, Ini Kata Ibas

Para anggota DPR RI kembali digegerkan dengan penembakan lewat kaca ruangan.Kali ini korbannya adalah ruang kerja 1008, yang ditempati Vivi ...
Peristiwa - Rabu, 17 Oktober 2018 - 13:44 WIB

Pengakuan Kader PAN Soal Penembakan di Ruangannya

Ruang kerja anggota DPR RI dari Fraksi PAN Totok Daryanto dihantam peluru. Peristiwa penembakan itu terjadi di lantai 20 nomor ...